Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Sepuluh Cucu


__ADS_3

Pagi itu di hari ke 4 pernikahan Azlan dan Ariel, mereka tengah sarapan bersama Ayah Alfa.


"Apa kalian tidak mempunyai rencana untuk berbulan madu seperti Rendy..??"tanya Ayah Alfa


"Tentu saja Yah .Tapi Aku harus menyelesaikan pekerjaan ku dulu sambil menunggu Rendy kembali"..seru Azlan


"Dan juga menunggu si Bulan pergi pastinya.."batin Azlan


"Kau tidak perlu khawatir soal perusahaan.Biar itu menjadi urusan Ayah.Kalian pergi lah berbulan madu dan beri Ayah 10 cucu.."


"uhuk uhuk..."Ariel tersedak makanan yang baru saja ia masuk kan ke dalam mulutnya.


"Pelan-pelan By..."Azlan menyodorkan minuman untuk Ariel.


"Ayah sih !! Lihat!!!Gaby jadi tersedak gara-gara Ayah.."gerutu Azlan


"Memang nya Ayah kenapa..??Ayah kan cuma bilang ingin punya cucu dari kalian."ucap Alfa yang tidak merasa bersalah.


"Iya..Tapi tidak sebanyak itu juga..!!Ayah pikir melahirkan itu gampang..!!"


"Ayah cuma tidak ingin kau seperti Ayah yang tidak mempunyai saudara.Kau sendiri juga merasa kesepian kan tidak memiliki saudara..??"


"CK.. Bilang saja kalau Ayah yang tidak ingin kesepian .."gerutu Azlan.


"Hahaha...Itu kau tau Reyn..Ayah tidak mau berebut dengan Hendra jika kalian hanya punya 1anak saja.Tapi jika kalian bisa memberi kami 10 cucu pasti rumah ini akan sangat ramai.Dan kami bisa berbagi 5 cucu 5 cucu"


"Ayah...!!!"pekik Azlan.Sedang Alfa tertawa senang menggoda Putra nya.Apa lagi Ariel yang sedari tadi hanya menunduk karena malu.


"Oh ya..Reyn setelah ini Ayah ingin bicara dengan mu.Ayah tunggu di ruang kerja kakek .."


"Iya.."jawab Azlan malas

__ADS_1


Alfa meninggalkan pengantin baru itu dan beranjak ke ruang kerja milik alm Rendra.


Azlan terdiam memikirkan permintaan Ayahnya.."By..!!"


"A- apa Kak...???"


"Kakak rasa apa yang di katakan Ayah ada benarnya..."Ariel melebarkan matanya.Menatap kesal suami nya .


Sedangkan pria itu hanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


🍁🍁🍁🍁🍁


Di ruang kerja alm Rendra,Alfa berdiri di depan foto keluarga nya. Ada rasa rindu yang mendalam yang dia rasakan.


Tok tok tok


"Masuk..!!!"


"Ada apa Ayah memanggil ku kemari..??"


"Duduk lah dulu...!!!"pinta Alfa


Azlan Duduk di depan Ayah nya.Sedang Alfa terlihat mengambil sesuatu di laci meja kerja nya.


"Ini..!!"Alfa menyerahkan sebuah map kepada putranya.


"Apa ini Yah...??!!"


"Ayah rasa sudah saatnya kau mengambil alih semua harta kekayaan keluarga kita.."


Azlan mengerutkan keningnya.."Harta keluarga..??"

__ADS_1


Alfa menganggukkan kepalanya..


"Tapi Ayah..Bukannya Kakek sudah menyerahkan semuanya pada ku... Setidaknya itu yang tertulis di surat wasiat kakek.."seru Azlan


"Tidak Reyn..Itu belum semuanya.Kau pasti sudah mendengar nya kan dari Dewa.."


"Ma- maksud Ayah.."


Alfa menganggukkan kepalanya.."Iya..Semua itu benar.. Kakek memiliki kekayaan lain selain perusahaan."


"Awalnya kakek menyerahkan semuanya pada ayah..Dan Ayah menyimpan nya di tempat yang orang lain tidak tahu sebelum Ayah mengalami kecelakaan.Bahkan Dewa tidak tahu.Dia hanya berpegang pada informasi palsu dari Tino tentang harta lain Kakek.."


"Dan ini adalah harta keluarga kita yang Ayah simpan selama ini.."


"Tapi Ayah.. Kenapa Ayah memberikan nya pada ku..??"


"Karena ini memang milik mu Reyn.."


"Tapi...!!"


"Ayah tau kegundahan mu.Ayah akan membantu mu mengurus perusahaan selama Ayah bisa .Maka nya cepat penuhi permintaan Ayah.Buat Cucu yang banyak untuk Ayah agar ada yang membantu mu mengurus semuanya.."


"Ayah ..!!!"pekik Azlan..


Alfa terkekeh.."Kau simpan baik-baik berkas-berkas ini..."Azlan mengangguk pelan.


"Ya sudah.. Hanya itu yang ingin Ayah bicarakan.Sekarang Ayah mau berangkat ke kantor cabang.Kau jangan terlalu keras bekerja.Simpan tenaga mu untuk membuat cucu untuk Ayah.."seru Alfa sebelum keluar dari ruang kerja nya.


Azlan berdecak malas mendengar ucapan Ayahnya.Dia mulai membuka map yang di berikan oleh Ayahnya.


"Hah... Kenapa kau meninggalkan beban begitu berat untuk ku kek..??"gumam Azlan.

__ADS_1


__ADS_2