Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Melampiaskan Amarah (Cemburu)


__ADS_3

Ariel POV


Saat ini Aku tengah berada di taman xxx.Aku tidak sedang menyamar sebagai Suster El.Karena memang Aku ingin menampakan wajah asli ku pada pada seseorang.


Sebenar nya Kakak Sekretaris yang memintaku melakukan ini.Entah apa yang dia Rencanakan.Yang jelas dia ingin mempertemukan Aku dengan Seseorang yang dulu menyakitiku.


Karena bosan menunggu akhir nya Aku memilih bermain ayunan yang sudah berkarat sambil mengenang di mana Aku pernah di culik oleh seseorang dan melarikan diri ke taman ini.


"Kau bawa gadis itu kemari.."samar-samar Aku mendengar suara seseorang.


Aku tersentak saat ada yang menarik paksa diri ku.Dan saat sampai di hadapan Bos pria itu Aku mengeryikan kening ku


"Dia ..???Bukan kah dia yang dulu menculik ku..??"


Pria itu seperti nya juga mengingat siapa Aku.Hingga saat pria itu murka dan hampir menampar ku, Kakak Sekretaris datang di saat yang tepat.


"Wah ..wah..wah..Apa aku melewatkan sesuatu..??Kau berani sekali menangkap gadis yang sama seperti beberapa tahun yang lalu.Apa kau tidak takut tanganmu di gigit lagi Tuan Kenzo??Ah..tidak..Maksudku Tuan Leo.."ucap Rendy


deg


Aku tersentak.Dan nampak berfikir dari mana Pria itu tau kejadian beberapa tahun yang lalu.


Aku hanya diam mendengar perdebatan Mereka hingga Aku benar-benar terkejut mendengar siapa Rendy sebenar nya.


"Siapa kau sebenar nya..?"tanya Kenzo


"Aishh...Kau benar-benar tidak mengenalku..?"ucap Rendy menunjuk diri nya sendiri


"Bagaimana jika aku mengingatkanmu dengan sesuatu yang membekas di kaki mu.."lanjut Rendy


"Kau...!!!?Tiger..!!!geram Kenzo


Rendy terbahak mendengar Kenzo yang sudah mengingat nya.


Sedang Aku merasa tubuh ku bergetar.Mata ku mulai berembun.Tapi sekuat tenaga Aku menahan nya."Kak Rendy.."


"Senang sekali akhirnya kau mengingatku.Aku yakin aku adalah satu-satu nya orang yang meninggalkan bekas tembakan di kaki mu.."


"Akan aku balas kau Tiger.."teriak Kenzo..


Saat Anak buah Kenzo dan rendy saling menyerang,,Aku tidak diam begitu saja.Aku juga melawan musuh nya dengan jurua-jurus andalan ku yang pernah kakek ajarkan padaku.


Saat semua musuh nya sudah terkapar tak berdaya,Aku melihat Kak Rendy juga berhasil mengalahkan Kenzo.


Tapi Aku melihat gerak gerik Kenzo yang mencurigakan.Betapa terkejut nya Aku saat tau Kenzo diam-diam mengeluarkan belati nya untuk menyerang Kak Rendy.


Karena jarak Kami lumayan jauh Aku mengambil batu di depan ku dan aku melemparnya hingga mengenai dahi Kenzo.


"Dasar pria bre*****,,Tidak akan aku biarkan kau melukai kakak ku..."


pletak


Augghh..


"Sekarang rasakan pembalasanku.."


Aku berlari menyerang Kenzo dengan tendangan berputar ..dan menendang masa depan pria itu untuk kesekian kali nya.

__ADS_1


hiyaa...


Dugh..dugh....


Arrgghhh...


"Rasakan itu..."


Kini Aku menatap tajam pada Kak Rendy ..Ada rasa marah dan rindu yang aku rasakan dan Aku menghadiahi pria itu sebuah pukulan.


Saat akan menyerang nya lagi,,Aku melihat Kak Rendy yang pasrah akhirnya Aku menghambur ke pelukan pria itu dan meluapkan semua kekesalan dan rindu ku pada nya.


End


Mobil yang di kendarai Rendy masuk ke pekarangan Rumah Utama Pramudya.Tentu saja Ariel sudah menyamar kembali menjadi Suster El.


Saat masuk kedalam ,Ariel langsung mencari keberadaan Azlan.


"Kak.."panggil Ariel pada Azlan yang duduk di kursi Roda menghadap jendela kamar nya.


"Apa kakak sudah makan..??"


Azlan hanya menganggukkan kepala nya."Bagaimana ..Apa kalian berhasil mengalahkan mereka..??"tanya Azlan.


"Iya kak.Anak buah kak Rendy sudah mengurus mereka.."


Azlan mengerutkan kening nya.."Kak Rendy..???Sejak kapan kamu panggil dia dengan nama..Biasa nya kakak sekretaris..??"selidik Azlan


"Ehmm..Ya kan...Dia..ehmm..


"Dia apa By..??"potong Azlan


"Cih..Jadi aku juga harus anggap dia kakak gitu.."sinis Azlan


"Tentu saja tidak.Kan tuaan kak Alan dari Kak Rendy.."jawab Ariel polos


"Aku gak tua By.Kita cuma selisih Dua tahun aja.."ucap Azlan sewot


"Ya kan sama Aja Bos.Tuaan Bos dari pada Saya.."Rendy masuk kedalam kamar Azlan dan tak sengaja mendengar pembicaraan mereka pun ikut mengomentari.


"Ck..Mau apa loe kemari..Pulang sana.."usir Azlan.


"Saya kesini mau melapor Bos.."kekeh Rendy


"Kita bicara di ruang kerja gue.."Rendy mendorong kursi roda Azlan menuju ruang kerja pria itu.


Ceklek


Pintu terbuka dan mereka masuk kedalam.Setelah pintu kembali tertutup,Azlan meminta Rendy mengulurkan tangan nya.


"Mana tangan loe..??"ucap Azlan


"Tangan..??"Rendy memandang kedua tangannya.


"Iya ..Mana tangan loe..?"


Rendy mengukurkan kedua tangan nya tanpa rasa curiga.Dia mengira jika Azlan ingin dia membantu pria itu berdiri dari kursi Roda nya.

__ADS_1


Tapi ternyata dugaan nya salah.Azlan tiba-tiba menarik tangan Rendy dan menghantam perut pria itu dengan tinju nya.


Bugh...


Ughh...


Rendy meringis kesakitan dengan sebelah tangan nya memegang perut yang baru saja di hantam Azlan.


Sedang tangan yang sebelah masih di pegang oleh Azlan.


Azlan menggulung kemeja Rendy asal.Kemudian mengambil penggaris yang dia sembunyikan di belakang punggung nya.


Dia memukul lengan Rendy berulang kali sambil terus menggerutu tidak jelas.Persis layak nya seorang ibu yang tengah menghukum anak nya yang nakal.


"Dasar Rendang padang sia*an..berani nya loe peluk cewek gue.Apa loe gak sayang nyawa lo lagi hah..


bugh bugh bugh..


Rendy hanya meringis menahan perih pada lengan nya.Sebenarnya pukulan itu tidak terlalu keras.Tapi jika di lakukan berulang kali tetap saja terasa perih dan membekas.


Setelah puas melampiaskan amarah nya Azlan menghempaskan tangan Rendy dan menyuruh pria itu untuk segera mengobati luka nya.


"Sonoh loe obati sendiri.."titah Azlan.


Rendy hanya diam tapi menuruti apa yang di ucapkan pria itu.


Rendy mengambil p3k dan mengobati lengan nya yang merah karena pukulan Azlan.Dia tau sebenar nya Azlan tidak berniat menyakiti nya.Dia hanya sedang kesal dengan apa yang terjadi.


Diam-diam Rendy mengulum senyum nya saat tau manusia kulkas yang ada di depan nya itu cemburu hanya karena Dia memeluk wanita nya.


"Apa loe sudah membereskan semua nya..?"tanya Azlan memecah keheningan.


"Bos tenang saja.Saya sudah membereskan nya.Dan pria itu sekarang ada di markas Bos.."terang Rendy


Azlan hanya manggut manggut.Sepertinya Dia harus segera memikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjut nya.


Mungkin sekarang mereka berhasil.Tapi entah nanti nya.


Flasback On


Sehari sebelum penangkapan Kenzo,Azlan dan Rendy tengah merencanakan sesuatu di ruang kerja Azlan.


"Apa loe yakin ingin memulai nya Ren..??"tanya Azlan


"Iya Bos.Lebih cepat lebih baik.Dan Saya ingin meminta ijin untuk membawa Nona nanti nya.."


Azlan mengerutkan kening nya.."Kenapa harus Gaby..?"


"Karena Saya ingin memberi kesempatan pada Nona membalas yang pria itu lakukan pada nya beberapa tahun yang laku.Dan tentu saja Saya sudah menyelidiki nya sebelum nya.."


"Yang Gue denger dulu dia pernah hampir di culik oleh seseorang waktu kecil.Apa dia..__


"Benar Bos.."potong Rendy


"Loe tau kan Ren.Gue gak mau Gaby terlibat terlalu jauh.Dan gue juga gak ingin melihat Gadis itu terluka .Tapi Gue percaya sama Loe.Kalo loe akan menjaga Dia .Jadi Gue ikut rencana loe.Tapi loe harus janji ,Loe akan balikin Gaby ke gue tanpa ada lecet sedikit pun.."ucap Azlan dengan tatapan dingin


"Bos tenang saja.Saya akan menjaga Nona dengan nyawa saya sebagai taruhan nya...Walau Saya yakin Nona bisa menjaga dirinya sendiri."batin Rendy

__ADS_1


Dan setelah itu Rendy pergi menemui Ariel dan mengatakan rencana nya pada gadis itu.


Flashback Off


__ADS_2