
Setelah acara lamaran keluarga Aldy untuk Ginara,
kini keluarga Mahendra di sibukkan dengan acar lamaran yang akan di sampaikan
ke kedua keluarga sekaligus, yaitu keluarga Raharjo orang tua Dina dan keluarga
Ramazan orang tua Mahira.
Hari ini keluarga itu di sibukkan dengan
mempersiapkan semua perlengkapan lamaran yang akan di bawa serta untuk melamar.
Ketiga kakak beradik itu juga turut serta mengiringi rombongan nantinya.
Prayoga Mahendra keluarga satu-satunya dari Reza juga hadir bersama Alex dan
Nisa, sementara dari pihak Tiara mereka akan datang pada saat Hari-H karena
mereka berada di Kalimantan.
Persiapan sudah matang, mereka tinggal menyiapkan
diri masing-masing. Keluarga Mahendra mengenakan sarimbit batik yang senada,
bahkan Ginara dipilihkan oleh Tiara untuk memakai gaun bukan celana casual
lagi. Tiara juga menginginkan Ginara bisa berpenampilan feminism ketika bersama
Aldy nanti.
Rombongan pelamar sudah meluncur di jalanan untuk
menuju ke rumah keluarga Raharjo terlebih dahulu. Mereka tiba dengan lancar di
lokasi dan di sambut ramah oleh tuan rumah yang memang sudah di beritahu
terlebih dahulu.
Semua seserahan yang sudah disiapkan diletakkan di
sudut ruang tamu yang ternyata malah hampir memenuhi Sebagian ruang tamu,
sehingga beberapa langsung di bawa oleh para kerabat ke kamar Dina.
“Maaf ini Pak Fauzi, mungkin kedatangan kami
membuat keterkejutan bagi keluarga…” Kata Reza mengawali pembicaraan setelah
melalui berbagai sapaan dan bercanda ringan. Fauzi di dampingi istrinya Masayu
bersama putrinya Dina duduk berseberangan dengan para tamu.
“Ah, iya gak papa Pak Reza, ini malah suatu
kehormatan bagi kami atas kunjungan semuanya.”
“Haha, iya begini, jadi langsung saja, tujuan kami
ke sini ingin melamar putri Pak Fauzi Dina untuk putra saya, Genta, kami
bermaksud melangsungkan acara nikah massal untuk ketiga putra-putri kami,
bagaimana, apa Pak Fauzi setuju?” Reza menjelaskan panjang lebar tujuan
kedatangan keluarganya. Fauzi dan Masayu cukup terkejut dengan rencana itu.
“Ma syaa Allah, itu rencana yang bagus Pak Reza, di
samping itu hubungan anak-anak kita juga sudah mantab rupanya, takutnya nanti
malah cari jalan pintas” Kata Fauzi.
“Waduh…kalau itu, sudah saya tekankan kepada semua
putra saya bahwa kalau mereka mencintai seorang gadis, maka harus bisa menjaga
dan menghargai gadis tersebut.” Jelas Reza.
“Alhamdulillah, ya memang harus seperti itu,
apalagi kalau sudah terlalu dekat, memang harus segera diikat dengan pernikahan
yang resmi.” Fauzi menimpali.
“Baiklah begini Pak Fauzi dan keluarga, jadi
sekalian kami sudah merencanakan pernikahan ketiga putra-putri kami pada empat
hari lagi yaitu tanggal 15 Januari 2021, bagaimana Pak?”
“Lah, kurang empat hari lagi?” Tanya Masayu
terkejut, cenderung panik.
“Jeng Ayu tidak perlu khawatir, semua persiapan
sudah kami sediakan semua, kita nanti semua tinggal melaksanakan akad saja,
kita sudah menyewa hotel untuk acara akad nya” Jelas Tiara.
“Ah…jadi menyusahkan ini jeng Tiara” Kata Masayu
malu.
“Tidak sama sekali Jeng, ini pun semua sudah di
siapkan oleh keluarga Dhanurendra” Kata Tiara lagi.
“Dhanurendra? Pengusaha teknologi itu?” Tanya Fauzi
takjub.
__ADS_1
“Benar, jadi kita semua hanya tinggal mempersiapkan
diri kita saja, bagaimana apa Pak Fauzi sekeluarga menyetujui rencana kami?”
Tanya Reza agak cemas. Fauzi dan Masayu saling pandang kemudian keduanya
menatap Dina.
“Bagimana Din?” Tanya Fauzi. Dina gelagapan karena
pikirannya sedang tidak fokus.
“Ah? Yaaa kalau papa sama mama setuju Dina ikut
saja” Jawabnya pelan kemudian menunduk malu, karena di awasi terus sama Genta.
Laki-laki itu tersenyum senang.
“Baiklah Pak Reza, karena Dina menyerahkan
keputusan kepada kami, maka kami juga setuju apa yang sudah direncanakan oleh
Pak Reza sekeluarga” Kata Fauzi akhirnya.
“Alhamdulillah” Terucap berbarengan dari semua yang
hadir.
“Terimakasih Pak Fauzi, baiklah, mulai sekarang
kita akan menyiapkan segalanya, mungkin besok atau lusa anak-anak akan fitting
baju, biar mereka memeilih sendiri model yang mereka inginkan” Kata Reza
mantab.
“Iya itu terserah baiknya saja”
“Baiklah, kalau begitu kami mohon pamit dulu untuk
melanjutkan rencana kami berkunjung ke keluarga Ramazan untuk melamarkan putri
beliau untuk putra saya Davin”
“Ma syaa Allah, saya benar-benar menantikan moment
indah dan unik ini akan terjadi, pasti akan sangat menarik dan mengharukan Pak
Reza…” Kagum Fauzi.
“Ya betul, semoga diberi kelancaran ya Pak Fauzi”
“Aamiin, semoga semua lancar, tapi sebelum itu mari
kita cicipi dulu hidangan di dalam, maaf karena mendadak jadi tidak menghormati
istimewa juga” Kata Fauzi seraya tertawa. Reza ikut tertawa seraya berdiri dan
“Bisa aja Pak Fauzi ini, mari ikut sekalian”
“Baik”
****
Setelah menikmati aneka hidangan yang disajikan,
mereka pun kembali melanjutkan misi untuk melamar ke keluarga Ramazan, semoga
juga dimudahkan dan dilancarkan. Aamiin.
Perjalanan memakan waktu satu jam setengah, di
samping kemacetan juga karena arah ke Batu merupakan arah wisata Malang Raya yang
banyak diminati oleh para pelancong.
Mereka sampai di kediaman Ramazan tepat pukul 16.00
sore. Mereka di sambut oleh keluarga besar Ramazan, bahkan ada yang diundang
langsung dari Turki oleh Omar yaitu orang tua Omar dan adiknya yang memang
berdomisili di Turki.
“Ahlan wa sahlan ya akhi…selamat datang saudaraku,
mari silahkan masuk” Sapa Omar dengan logat khas Turki.
“Alhamdulillah, terimakasih Mr. Omar telah menerima
kedatangan kami, mohon maafkan jika kedatangan kami mendadak sekali.” Balas
Reza tak enak hati.
“Tak apalah itu, kita semua maklum, Langkah yang
baik harus disegerakan dengan baik pula, benar begitu?” Kata Omar.
“Benar-benar”
Mereka pun masuk ke ruang tamu yang sudah di
setting bak acara besar dengan tatanan kursi yang rapi dan indah. Maklumlah,
bagi keluarga Turki tamu adalah raja yang patut di muliakan, apalagi tujuan
kedatangan membawa maksud yang mulia juga. Keluarga Omar yang dari Turki hanya
bisa mendengarkan tanpa mengerti apa yang dibicarakan, mereka baru mengerti
ketika Fahira atau Mahira yang menerjemahkan pembicaraan mereka.
__ADS_1
“Saya mendengar melalui Davin bahwa Pak Reza akan
mengadakan pernikahan massal untuk putra-putrinya?” Tanya Omar setelah mereka
saling menanyakan kabar dan kegiatan masing-masing.
“Benar Mr. Omar….”
“Sebentar, panggil saya dengan Pak juga lah biar
semakin akrab, haha” Pinta Omar seraya tertawa. Reza menimpali dengan tertawa
disambut oleh yang lain juga.
“Baiklah, begini Pak Omar, memang kedatangan kami
kemari mempunyai tujuan untuk melamar secara resmi putri bapak untuk menjadi
istri dari putra kami Davin Mahendra, melihat kesungguhan putra kami, maka kami
ingin melanjutkannya ke tahap yang lebih resmi, Namanya anak muda Pak Omar….”
Jelas Reza. Omar hanya tertawa menanggapi penjelasan Reza.
“Itu benar Pak Reza, anak muda zaman sekarang kalau
tidak di arahkan ke jalan yang semestinya sering melanggar aturan…” Jawab Omar,
“Jadi bagaimana selanjutnya?” Sambungnya.
“Iya, begini, kami memiliki rencana untuk
menikahkan ketiga putra kami dalam waktu yang bersamaan istilahnya nikah
massal”
“Ma syaa Allah, mulia sekali rencananya, memang
lebih baik ketika anak kita sudah dekat dengan seseorang maka segerakanlah
nikahkan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang dilarang agama suatu saat
nanti.”
“Ya begitulah Pak Omar, kami sendiri tidak
menyangka akan mempunyai rencana seperti ini, tiba-tiba saja istri saya punya
keinginan kalau semua anaknya sudah punya pasangan maka dia akan menikahkan
mereka secara bersamaan.”
“Wah…kebetulan sekali berarti ya, semua putra putri
Pak Reza dapat pasangan ini” Omar tertawa di sambut tawa yang hadir di ruang
tamu itu.
“Davin yang terakhir mengenal seorang gadis, belum
resmi berkenalan sudah meminta di lamarkan saja” Kata Reza dengan menggelengkan
kepala. Sementara yang menjadi bahan pembicaraan hanya tersenyum nyengir.
“Itu memang betul Pak Reza, apalagi kami memang
menginginkan putri kami menikah yang memang dengan serius memintanya secara
langsung, kami tidak menginginkan hubungan di luar pernikahan” Kata Omar serius,
“jadi kami setuju saja ketika Davin dan Ginara datang kemari untuk mengkhitbah
Mahira dan Mahira juga sudah menyetujuinya, jadi alangkah baiknya jika hubungan
di bawa ke pernikahan dulu barulah terserah mereka, mau pacaran dulu atau
langsung punya anak itu terserah mereka.” Jelasnya lagi panjang lebar. Reza
mengangguk setuju.
“Baiklah Pak Omar, apa keluarga tidak keberatan
jika pernikahan akan dilaksanakan tanggal 15 Januari 2021?”
“Wah, lebih cepat lebih baik itu, dalam Islam
ketika seorang gadis sudah di khitbah maka segerakanlah dinikah lebih utama
tidak menunda terlalu lama. Jadi saya setuju saja, tapi bagaimana dengan
Mahira? Kita sampai melupakan pendapatnya, maaf nak, bagaimana menurutmu?” Omar
memandang putrinya meminta pendapat. Gadis berhijab dengan niqob yang masih
setia di wajahnya itu hanya menunduk seraya meremas kedua tangannya. Ia
berbisik kepada Fahira, ibunya. Fahira tersenyum lembut seraya mengelus kepala
putrinya.
“Mahira setuju Abi” Kata Fahira dengan suara lega.
“Alhamdulillah” Kembali pujian di ucapkan oleh
semua yang hadir. Lengkap sudah proses lamaran ketika seseorang yang dilamar
bersedia. Kedua kepala keluarga itu saling berjabatan tangan seraya berpelukan
erat, menandakan dua keluarga akan kembali disatukan oleh satu ikatan yang
bernama ‘pernikahan’.
__ADS_1
To Be Continued