Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Lamaran Mendadak (2)


__ADS_3

Setelah acara lamaran keluarga Aldy untuk Ginara,


kini keluarga Mahendra di sibukkan dengan acar lamaran yang akan di sampaikan


ke kedua keluarga sekaligus, yaitu keluarga Raharjo orang tua Dina dan keluarga


Ramazan orang tua Mahira.


Hari ini keluarga itu di sibukkan dengan


mempersiapkan semua perlengkapan lamaran yang akan di bawa serta untuk melamar.


Ketiga kakak beradik itu juga turut serta mengiringi rombongan nantinya.


Prayoga Mahendra keluarga satu-satunya dari Reza juga hadir bersama Alex dan


Nisa, sementara dari pihak Tiara mereka akan datang pada saat Hari-H karena


mereka berada di Kalimantan.


Persiapan sudah matang, mereka tinggal menyiapkan


diri masing-masing. Keluarga Mahendra mengenakan sarimbit batik yang senada,


bahkan Ginara dipilihkan oleh Tiara untuk memakai gaun bukan celana casual


lagi. Tiara juga menginginkan Ginara bisa berpenampilan feminism ketika bersama


Aldy nanti.


Rombongan pelamar sudah meluncur di jalanan untuk


menuju ke rumah keluarga Raharjo terlebih dahulu. Mereka tiba dengan lancar di


lokasi dan di sambut ramah oleh tuan rumah yang memang sudah di beritahu


terlebih dahulu.


Semua seserahan yang sudah disiapkan diletakkan di


sudut ruang tamu yang ternyata malah hampir memenuhi Sebagian ruang tamu,


sehingga beberapa langsung di bawa oleh para kerabat ke kamar Dina.


“Maaf ini Pak Fauzi, mungkin kedatangan kami


membuat keterkejutan bagi keluarga…” Kata Reza mengawali pembicaraan setelah


melalui berbagai sapaan dan bercanda ringan. Fauzi di dampingi istrinya Masayu


bersama putrinya Dina duduk berseberangan dengan para tamu.


“Ah, iya gak papa Pak Reza, ini malah suatu


kehormatan bagi kami atas kunjungan semuanya.”


“Haha, iya begini, jadi langsung saja, tujuan kami


ke sini ingin melamar putri Pak Fauzi Dina untuk putra saya, Genta, kami


bermaksud melangsungkan acara nikah massal untuk ketiga putra-putri kami,


bagaimana, apa Pak Fauzi setuju?” Reza menjelaskan panjang lebar tujuan


kedatangan keluarganya. Fauzi dan Masayu cukup terkejut dengan rencana itu.


“Ma syaa Allah, itu rencana yang bagus Pak Reza, di


samping itu hubungan anak-anak kita juga sudah mantab rupanya, takutnya nanti


malah cari jalan pintas” Kata Fauzi.


“Waduh…kalau itu, sudah saya tekankan kepada semua


putra saya bahwa kalau mereka mencintai seorang gadis, maka harus bisa menjaga


dan menghargai gadis tersebut.” Jelas Reza.


“Alhamdulillah, ya memang harus seperti itu,


apalagi kalau sudah terlalu dekat, memang harus segera diikat dengan pernikahan


yang resmi.” Fauzi menimpali.


“Baiklah begini Pak Fauzi dan keluarga, jadi


sekalian kami sudah merencanakan pernikahan ketiga putra-putri kami pada empat


hari lagi yaitu tanggal 15 Januari 2021, bagaimana Pak?”


“Lah, kurang empat hari lagi?” Tanya Masayu


terkejut, cenderung panik.


“Jeng Ayu tidak perlu khawatir, semua persiapan


sudah kami sediakan semua, kita nanti semua tinggal melaksanakan akad saja,


kita sudah menyewa hotel untuk acara akad nya” Jelas Tiara.


“Ah…jadi menyusahkan ini jeng Tiara” Kata Masayu


malu.


“Tidak sama sekali Jeng, ini pun semua sudah di


siapkan oleh keluarga Dhanurendra” Kata Tiara lagi.


“Dhanurendra? Pengusaha teknologi itu?” Tanya Fauzi


takjub.

__ADS_1


“Benar, jadi kita semua hanya tinggal mempersiapkan


diri kita saja, bagaimana apa Pak Fauzi sekeluarga menyetujui rencana kami?”


Tanya Reza agak cemas. Fauzi dan Masayu saling pandang kemudian keduanya


menatap Dina.


“Bagimana Din?” Tanya Fauzi. Dina gelagapan karena


pikirannya sedang tidak fokus.


“Ah? Yaaa kalau papa sama mama setuju Dina ikut


saja” Jawabnya pelan kemudian menunduk malu, karena di awasi terus sama Genta.


Laki-laki itu tersenyum senang.


“Baiklah Pak Reza, karena Dina menyerahkan


keputusan kepada kami, maka kami juga setuju apa yang sudah direncanakan oleh


Pak Reza sekeluarga” Kata Fauzi akhirnya.


“Alhamdulillah” Terucap berbarengan dari semua yang


hadir.


“Terimakasih Pak Fauzi, baiklah, mulai sekarang


kita akan menyiapkan segalanya, mungkin besok atau lusa anak-anak akan fitting


baju, biar mereka memeilih sendiri model yang mereka inginkan” Kata Reza


mantab.


“Iya itu terserah baiknya saja”


“Baiklah, kalau begitu kami mohon pamit dulu untuk


melanjutkan rencana kami berkunjung ke keluarga Ramazan untuk melamarkan putri


beliau untuk putra saya Davin”


“Ma syaa Allah, saya benar-benar menantikan moment


indah dan unik ini akan terjadi, pasti akan sangat menarik dan mengharukan Pak


Reza…” Kagum Fauzi.


“Ya betul, semoga diberi kelancaran ya Pak Fauzi”


“Aamiin, semoga semua lancar, tapi sebelum itu mari


kita cicipi dulu hidangan di dalam, maaf karena mendadak jadi tidak menghormati


istimewa juga” Kata Fauzi seraya tertawa. Reza ikut tertawa seraya berdiri dan


“Bisa aja Pak Fauzi ini, mari ikut sekalian”


“Baik”


****


Setelah menikmati aneka hidangan yang disajikan,


mereka pun kembali melanjutkan misi untuk melamar ke keluarga Ramazan, semoga


juga dimudahkan dan dilancarkan. Aamiin.


Perjalanan memakan waktu satu jam setengah, di


samping kemacetan juga karena arah ke Batu merupakan arah wisata Malang Raya yang


banyak diminati oleh para pelancong.


Mereka sampai di kediaman Ramazan tepat pukul 16.00


sore. Mereka di sambut oleh keluarga besar Ramazan, bahkan ada yang diundang


langsung dari Turki oleh Omar yaitu orang tua Omar dan adiknya yang memang


berdomisili di Turki.


“Ahlan wa sahlan ya akhi…selamat datang saudaraku,


mari silahkan masuk” Sapa Omar dengan logat khas Turki.


“Alhamdulillah, terimakasih Mr. Omar telah menerima


kedatangan kami, mohon maafkan jika kedatangan kami mendadak sekali.” Balas


Reza tak enak hati.


“Tak apalah itu, kita semua maklum, Langkah yang


baik harus disegerakan dengan baik pula, benar begitu?” Kata Omar.


“Benar-benar”


Mereka pun masuk ke ruang tamu yang sudah di


setting bak acara besar dengan tatanan kursi yang rapi dan indah. Maklumlah,


bagi keluarga Turki tamu adalah raja yang patut di muliakan, apalagi tujuan


kedatangan membawa maksud yang mulia juga. Keluarga Omar yang dari Turki hanya


bisa mendengarkan tanpa mengerti apa yang dibicarakan, mereka baru mengerti


ketika Fahira atau Mahira yang menerjemahkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


“Saya mendengar melalui Davin bahwa Pak Reza akan


mengadakan pernikahan massal untuk putra-putrinya?” Tanya Omar setelah mereka


saling menanyakan kabar dan kegiatan masing-masing.


“Benar Mr. Omar….”


“Sebentar, panggil saya dengan Pak juga lah biar


semakin akrab, haha” Pinta Omar seraya tertawa. Reza menimpali dengan tertawa


disambut oleh yang lain juga.


“Baiklah, begini Pak Omar, memang kedatangan kami


kemari mempunyai tujuan untuk melamar secara resmi putri bapak untuk menjadi


istri dari putra kami Davin Mahendra, melihat kesungguhan putra kami, maka kami


ingin melanjutkannya ke tahap yang lebih resmi, Namanya anak muda Pak Omar….”


Jelas Reza. Omar hanya tertawa menanggapi penjelasan Reza.


“Itu benar Pak Reza, anak muda zaman sekarang kalau


tidak di arahkan ke jalan yang semestinya sering melanggar aturan…” Jawab Omar,


“Jadi bagaimana selanjutnya?” Sambungnya.


“Iya, begini, kami memiliki rencana untuk


menikahkan ketiga putra kami dalam waktu yang bersamaan istilahnya nikah


massal”


“Ma syaa Allah, mulia sekali rencananya, memang


lebih baik ketika anak kita sudah dekat dengan seseorang maka segerakanlah


nikahkan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang dilarang agama suatu saat


nanti.”


“Ya begitulah Pak Omar, kami sendiri tidak


menyangka akan mempunyai rencana seperti ini, tiba-tiba saja istri saya punya


keinginan kalau semua anaknya sudah punya pasangan maka dia akan menikahkan


mereka secara bersamaan.”


“Wah…kebetulan sekali berarti ya, semua putra putri


Pak Reza dapat pasangan ini” Omar tertawa di sambut tawa yang hadir di ruang


tamu itu.


“Davin yang terakhir mengenal seorang gadis, belum


resmi berkenalan sudah meminta di lamarkan saja” Kata Reza dengan menggelengkan


kepala. Sementara yang menjadi bahan pembicaraan hanya tersenyum nyengir.


“Itu memang betul Pak Reza, apalagi kami memang


menginginkan putri kami menikah yang memang dengan serius memintanya secara


langsung, kami tidak menginginkan hubungan di luar pernikahan” Kata Omar serius,


“jadi kami setuju saja ketika Davin dan Ginara datang kemari untuk mengkhitbah


Mahira dan Mahira juga sudah menyetujuinya, jadi alangkah baiknya jika hubungan


di bawa ke pernikahan dulu barulah terserah mereka, mau pacaran dulu atau


langsung punya anak itu terserah mereka.” Jelasnya lagi panjang lebar. Reza


mengangguk setuju.


“Baiklah Pak Omar, apa keluarga tidak keberatan


jika pernikahan akan dilaksanakan tanggal 15 Januari 2021?”


“Wah, lebih cepat lebih baik itu, dalam Islam


ketika seorang gadis sudah di khitbah maka segerakanlah dinikah lebih utama


tidak menunda terlalu lama. Jadi saya setuju saja, tapi bagaimana dengan


Mahira? Kita sampai melupakan pendapatnya, maaf nak, bagaimana menurutmu?” Omar


memandang putrinya meminta pendapat. Gadis berhijab dengan niqob yang masih


setia di wajahnya itu hanya menunduk seraya meremas kedua tangannya. Ia


berbisik kepada Fahira, ibunya. Fahira tersenyum lembut seraya mengelus kepala


putrinya.


“Mahira setuju Abi” Kata Fahira dengan suara lega.


“Alhamdulillah” Kembali pujian di ucapkan oleh


semua yang hadir. Lengkap sudah proses lamaran ketika seseorang yang dilamar


bersedia. Kedua kepala keluarga itu saling berjabatan tangan seraya berpelukan


erat, menandakan dua keluarga akan kembali disatukan oleh satu ikatan yang


bernama ‘pernikahan’.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2