
Pagi itu.Azlan sendiri di taman belakang. Dia sejenak merasa kesepian karena Ariel sedang mengunjungi kakak nya, sedang Rendy pergi ke kantor.
Azlan nampak menghela nafas nya kasar. Dia ingin jalan-jalan. Tapi bagaimana bisa jika tidak ada Ariel ataupun Rendy di samping nya.
Karena merasa bosan, akhir nya Azlan bertekad untuk keluar mencari udara segar. Mungkin dengan jalan -jalan ke suatu tempat akan membuat suasana hati nya tenang.
"Pak Tio.. . "panggil Azlan.
"Saya Tuan.. "
"Tolong suruh sopir menyiapkan mobil. Aku ingin jalan-jalan sebentar.. "titah Azlan
"Tapi Tuan. Tuan Rendy...
"Aku bisa menjaga diriku sendiri. Lagi pula Aku merasa bosan di sini.. "potong Azlan.
Pak Tio menghela nafas nya. Bagaimana pun Azlan adalah Tuan nya. Biar lah nanti Dia menghubungi Sekretaris Tuan Muda nya itu.
"Baik Tuan. Saya Akan segera meminta sopir menyiapkan mobil nya. "Pak Tio undur diri mencari Anton untuk segera menyiapkan Mobil nya.
Tanpa mereka sadari,, Seseorang tengah mengendap-endap masuk ke Rumah Utama Pramudya.
Saat melihat seorang pengawal berjaga sendirian ,Dia melumpuhkan pengawal itu dan menyamar menjadi salah satu pengawal Azlan.
Pria itu berjalan kesana kemari seolah melaksanakan tugas nya memeriksa keamanan Rumah tersebut.
Dan tanpa sengaja Dia mendengar Pak Tio yang meminta sopir menyiapkan Mobil untuk Tuan Muda nya.
Tanpa berlama-lama, Pria itu mengikuti Anton dan memukul tengkuk Anton hingga tak sadarkan diri.
__ADS_1
Pria itu membawa Anton ke tempat yang sepi dan mulai mengenakan baju Anton. Tak lupa Dia memakai masker agar tidak ada yang mengenali nya.
Tak berapa lama Pak Tio datang dengan mendorong kursi roda Tuan muda nya.
Pak Tio nampak mengerutkan keningnya saat melihat Anton memakai masker saat membuka kan pintu mobil untuk Azlan. Padahal tadi Anton tidak memakai masker saat Dia berbicara dengan nya.
Tapi Pak Tio tidak menghiraukan nya lagi karena Tuan Muda nya sudah mulai masuk ke dalam mobil .
Mobil yang di kendarai pria itu berjalan memecah keramaian pagi itu. Karena bukan hari libur,, jalanan sungguh sangat macet.
Pria itu memperhatikan mobil yang di kendarai pengawal Azlan dari kaca spion. Dia mulai mengetik sebuah pesan dan di kirimkan pada seseorang.
Seperti nya Dewi Fortuna sedang berpihak pada nya. Dengan mudah Dia membawa Tuan Muda Pramudya di tambah lagi pengawal Azlan sudah tidak terlihat lagi.
"Anton,,Aku ingin pergi ke suatu tempat yang menyenangkan kan. Apa kau tau tempat nya.. ?"tanya Azlan tiba-tiba. Membuat pria itu kelabakan menjawab nya. Jika Dia bersuara, pasti Azlan akan curiga.
"Ma-maaf Tuan.Saya sedang memikirkan tempat yang Tuan maksud.. "Jawab pria itu. Dan tanpa Dia sadari,, Azlan menaikkan sudut bibir nya.
"Ada apa dengan suara mu Ton??Kenapa berbeda dari biasa nya.. ?"
"Sa-saya.. Saya sedang sakit tenggorokan Tuan. Makanya suara saya berbeda. Ini saja saya memakai masker agar tidak menular.. "Jawab Pria itu gelagapan.
"Owh.. Begitu. Bisa kau periksa laporan ini sebentar Anton. Dan tolong belikan saya kopi seperti biasa nya. "
"A-apa... "
"Kenapa.. ?"tanya Azlan.
"Tidak apa-apa Tuan. "Pria itu menepikan Mobil nya. Dan mengambil berkas yang di disodorkan Azlan.
__ADS_1
Dengan mata yang membulat,, Pria itu membaca berkas itu dan menatap Azlan.Pria itu melepas masker nya dan mulai keluar dari Mobil untuk membelikan Azlan kopi.
"Ini Tuan Kopi nya.. "
"Terima kasih Ton.. "
Azlan meminum kopi nya sebelum Mobil yang dikendarai nya jalan. Tapi tiba-tiba Dia merasa pusing dan tak sadarkan diri.
Pria itu melihat Azlan dan mulai melajukan Mobil nya ke tempat yang sudah di tentukan sebelum nya. Tempat yang menyenangkan sesuai keinginan Tuan Muda Pramudya itu.
"Maaf Lan. Gue terpaksa melakukan nya.. "gumam Pria itu.
*
*
*
Sementara itu. Anton yang mulai sadar segera menghubungi Rendy. Dia melaporkan apa yang baru saja terjadi.Sebelum nya Dia sudah menanyakan keberadaan Tuan Muda nya pada Pak Tio.Tapi sudah terlambat, Tuan Muda nya itu sudah keluar bersama sopir yang menyamar menjadi diri nya.
Rendy yang mendengar hal itu segera mengumpulkan Anak buah nya di markas Azlan. Dia juga menghubungi Danu untuk ikut bergabung.
Tak lupa Dia menghubungi anak buah nya yang ia tugaskan mengawal Azlan. Tapi ternyata mereka kehilangan jejak Mobil Azlan karena tiba-tiba mereka di hadang oleh sekelompok preman.
Pengawal bayangan Azlan membawa Para preman itu ke markas untuk di interogasi..Untuk mencari tau apa yang menyuruh mereka melakukan itu. .Tapi ternyata tidak ada satu pun yang tau siapa yang menyuruhnya mereka. Karena saat berada di gang kawasan mereka. Tiba-tiba datang seorang pria yang menggunakan topeng.
Pria itu memberikan uang yang banyak pada preman itu untuk menghadang pengawal Azlan.
"Kurang Ajar.. Sepertinya mereka sudah tidak sabar untuk di habisi.. Baik lah. Akan aku ikuti permainan kalian.. "geram Rendy
__ADS_1