
Tepat jam 7 malam aku terbangun dari tidurku. Ku bergegas mandi dan siap-siap untuk makan malam. Aku membantu ibu menyiapkan makan malam,aku terkejut karna makanan yang terjadi cukup banyak dan lumayan mewah. Ini pertama kalinya makan malam kami seperti ini.
"wah semuanya enak-enak nih", kata lyra tiba-tiba muncul.
" ia nak ini ayah yang bawa dia hari ini dapat bonus jadi kita bisa makan enak",kata ibu.
Aku hanya tersenyum,entahlah apa aku harus bahagia atau tidak. Aku masih curiga pada ayahku bagaimana bisa dia tiba-tiba punya cukup uang. Tapi ya sudahlah mending aku makan saja kapan lagi aku bisa makan seperti ini. Dan soal dari mana asalnya aku pasti akan cari tahu.
Kami semua makan dengan lahap,sesekali kami bercanda. Dan ayahpun ikut bercanda,syukurlah aku sedikit tenang. Selesai makan aku dan lyra pun membereskan meja dan cuci piring kemudian membantu ibu menyiapkan bahan-bahan kue. Kata ibu dia dapat pesanan kue dan kami pun berniat membantu ibu kebetulan besok jam kuliahku kosong dan lyra masuk siang.
Ohya ibuku sangat pintar memasak apalagi membuat kue. Di lingkungan kami dia sudah sangat terkenal. Cita-cita ibu adalah punya toko kue tapi sayang kami tidak punya cukup modal untuk memenuhi keinginan ibu. Jadi yah ibu hanya menjajakan kuenya keliling kampung dan menerima pesanan. Kadang juga ada yang memakai jasa memasak ibu penghasilannya lumayan untuk menutupi kebutuhan kami sehari-hari.
Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 10 malam kami semua bergegas tidur karna besok subuh aku ibu dan lyra akan membuat kue.
Selamat tidur ayah ibu lyra semoga besok semuanya semakin baik.
__ADS_1
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam 4 subuh aku pun mencuci mukaku dan siap-siap membantu ibu. Lyra pun sudah bangun meskipun dia masih setengah sadar. Ya itulah dia yang sangat susah sekali bangun pagi tapi karna dia semangat untuk membantu ibu makannya di berusaha cepat bangun. Sebenarnya dia tidak sungguh-sungguh membantu karna yang di lakukan hanya mencoba setiap kue yang baru selesai di panggang. Sedikit menyebalkan sih tapi tanpa dia tidak akan seru.
"Lyra tolong kamu ke warung sebentar nak kita kehabisan tepung,ini sudah jam 6 warung sudah buka", kata ibu.
" baiklah bu",katanya.
Lyra pun pergi ke warung yang lumayan jauh dari rumah butuh sekitar 10 menit untuk sampai. Menit demi menit berlalu Lyra belum juga sampai,aku dan ibu sudah gelisah. Akupun pamit pada ibu untuk menyusul adikku itu.
Di perjalanan aku sama sekali tidak bertemu dengan lyra. Sesampainya di warung aku bertanya pada penjaga warung soal lyra dan dia bilang lyra tidak pernah datang. Aku terkejut bagaimana bisa seharusnya dia datang. Aku mencoba bersikap tenang aku pun pulang ke rumah tanpa lyra.
" anu bu penjaga warung bilang lyra tidak pernah ke warung",kataku
Muka ibu pucat dan dia pun tidak sadar. Aku segera membawa ibu ke kamar dengan sekuat tenaga ku,aku tidak ingin meminta pertolongan takutnya merepotkan apalagi aku tidak yakin lyra benar-benar hilang bisa saja dia ke warung yang lebih jauh.
Tidak lama ibu pun tersadar dan matanya melihat kesana kemari seperti mencari seseorang. Aku tahu dia lyra dan akupun tidak bisa berbuat apa-apa. Kulihat ibu mulai menangis,aku paham ibu pasti sangat sedih. Aku mencoba menenangkan ibu dan pamit untuk melanjutkan membuat kue di dapur. Aku meminta ibu beristirahat sambil menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Jam demi jam berlalu hari sudah malam dan lyra belum juga pulang. Ayah sudah pulang sejak sejam yang lalu,saat mendengar kabar kehilangan lyra dia hanya diam setelah itu ia keluar rumah entah kemana. Aku berharap di manapun lyra berada dia baik-baik saja. Dan bila malam ini dia belum pulang maka besok aku akan ke kantor polisi untuk melaporkannya.
Dek dimanapun kamu berada bertahanlah tunggu kakak akan menjemputmu kakak akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan mu. Sementara di tempat lain seorang wanita tersenyum puas karna rencananya berhasil.
siapakah wanita itu dan apa rencananya?baca terus novel ini.....
.
.
.
.
#happy reading
__ADS_1