
Pagi menjelang.Hari yang di nantikan telah tiba.
Kini Rendy tengah mempersiapkan diri dibantu oleh ibunya.
Dia menatap dirinya nya di cermin.Terlihat gagah dan tampan..
"Ibu tidak menyangka hari ini akan tiba.Kau akan menjadi seorang suami dan kau harus menjaga dan melindungi keluarga mu.Jika ada masalah selesai kan dengan kepala dingin.Jangan pernah melakukan kekerasan pada istri mu.."Ibu Rendy menahan Isak tangis nya.Dia tidak mau jika Putranya akan melakukan hal yang sama seperti Ayahnya.
Tau apa yang sedang Ibunya pikirkan, Rendy memeluk Tubuh kurus Wanita yang sudah melahirkan nya itu.
"Ibu tenang saja.Aku pasti akan membahagiakan nya.Dan tidak akan membuat nya menangis.Setelah ini Aku harap Ibu mau tinggal bersama kami.."
Ibu Rendy melepaskan pelukannya dan menggeleng pelan.
"Ibu sudah nyaman tinggal di Villa Tuan Rendra.Disana Ibu memiliki banyak teman dan mereka tidak membedakan satu sama lain.Lagi pula Villa itu dekat dengan tempat kelahiran Ibu.."
"Apa Ibu yakin??Ibu..Bukan karena bajingan itu kan??"Ibu menatap putranya dengan mata yang berembun.
"Aku tahu Bu..Ibu diam-diam mengunjungi pria itu di penjara.Apa yang ibu pikir kan..??Apa Ibu berniat kembali pada pria brengsek itu..??"
"Apa yang kau katakan Nak..Pria brengsek itu adalah Ayah mu.Bagaimanapun kelakuan nya selama ini pada kita dia tetap Suami dan Ayah kandung mu.."
Rendy memejamkan matanya untuk meredam emosi nya..
"Kau akan tahu bagaimana rasanya saat kau mempunyai anak nantinya nak...."
"Dan aku tidak akan pernah melakukan hal bodoh seperti pria itu agar aku tidak di benci oleh anak ku sendiri.."potong Rendy
Ibu Rendy tersenyum dan mengusap pundak pria itu.
"Ibu senang mendengar nya.. Sekarang Ayo kita berangkat.Jangan sampai kita terlambat.."Ucap Ibu Rendy.
"Bu...!!!"panggil Rendy
"Ada apa lagi..??"
"Ada yang ingin Aku katakan padamu.."
"Kata kan lah..Ibu akan mendengar kan.."
"Tapi berjanji lah.Kalau Ibu tidak akan marah.."Ibu Rendy memicingkan matanya curiga.
"Aku...Aku tidak hanya akan menjadi seorang suami.Tapi juga seorang ayah..."lirih Rendy.
Ibu Rendy melebarkan matanya terkejut..
"Apa...??!!!"teriak Ibu
Rendy Hanya terkekeh dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Dia siap menerima kemarahan ibunya Tapi siapa sangka...
"Puji Tuhan... Syukurlah Aku akan segera menimang cucu.Tidak Hanya mendapatkan menantu tapi cucu sekaligus..Kau memang putra ku Ren..Kau hebat..."girang Ibu membuat mulut Rendy menganga tidak percaya.
"Ya sudah Ayo kita berangkat.Aku sudah benar-benar tidak sabar menemui menantu dan calon cucuku..."ajak Ibu Rendy
*****%%%%%*****
Di Rumah Keluarga Mia.Tepatnya di halaman rumah itu pesta pernikahan akan di gelar.
Walau sederhana tapi cukup elegan dan indah sempurna.
Tidak banyak tamu yang hadir.Hanya kerabat dan beberapa rekan kerja Tuan Hartanto.
Mia kini tengah berada di kamar nya untuk di rias.Dia benar-benar gugup sampai-sampai bolak balik ke kamar mandi.
"Loe gugup ya...??Tangan Loe berkeringat My.."goda Ariel
"Gue gugup banget Riel..Loe pasti kalo di posisi gue juga bakalan gugup.."
"Udah gak usah gugup.Ntar malem aja gugup nya.."goda Luna
"Apaan sih Lun.."sungut Mia
"Kakak... Panggil gue kakak.. Bagaimanapun nyokap Loe adik bokap gue.Jadi Gue kakak Loe.."seru Luna
"Ck..Ogah.."
"Gue doain Loe besok gak bisa jalan.."goda Luna..
"Ihhh.. Luna...Jangan bikin gue tambah gugup dong"
Ariel dan Luna terkekeh melihat Mia yang tampak kesal.
*****%%%%%*****
Mobil-mobil hitam beriringan memasuki pekarangan rumah Tuan Hartanto.
Mereka adalah Si pengantin Pria dan pengiringnya.
Alfa,Azlan dan Adit berada di pihak mempelai pria.Tidak lupa Nino dan Baron yang mengawal dibelakang mereka.
Kedatangan mereka disambut hangat oleh Tuan Hartanto.Dan mempersilahkan mereka masuk.
Kini Rendy berdiri di atas altar menunggu calon istrinya untuk mengucap janji suci.
Di kamar Mia sedang heboh karena Ariel baru saja mendapat pesan dari Azlan jika mereka sudah hadir.
__ADS_1
Mia lagi-lagi keluar masuk kamar mandi karena gugup hingga akhirnya Ayah Mia masuk ke dalam kamar Putri nya .
"Mia..Apa kau sudah siap Nak..??"tanya Hartanto
" A_Ayah..A_aku..."
Hartanto terkekeh melihat putrinya yang gugup.Dia memeluk putrinya dan menenangkan nya..
"Tidak usah gugup..Ini hanya sebentar..Semua pasti berjalan dengan lancar.Ayah tidak menyangka Kau akan pergi meninggalkan Ayah secepat ini.Rasanya baru kemarin Ayah menggendong mu .Tapi sekarang ..."
" Ayah..."Mia melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Ayah nya..
"Mia tetep Putri kecil Ayah dan Mia akan sering-sering datang kesini .."Ayah Mia mengangguk pelan.
"Ya Kau benar Nak.. Sekarang Ayo Semua sudah menunggu.."
Interaksi kedua Ayah dan Anak yang saling menyayangi itu tak luput dari Ariel ..Dia ikut menangis terharu .Dia tiba-tiba merindukan Ayah nya.
Mia berjalan di gandeng Ayah nya menuju Altar.Rendy begitu gagah dengan Tuxedo berwarna putih.Begitu juga dengan Mia yang terlihat cantik dengan gaun yang senada dengan Rendy.
Sebelum menyerahkan Putranya pada pemuda itu, Hartanto mengucapkan beberapa kata pada Rendy.
"Nak Rendy..Aku percaya kan Putri ku padamu.Dia sedikit manja jadi bimbinglah Dia.Jika dia berbuat salah ingatkan lah.Dan jangan sekali pun kau memukul nya.Karena kami orang tua nya belum pernah melakukan nya.Dan jika kau sudah tidak mencintai nya kembali kan lah pada kami.."
Mia menoleh pada Ayah nya dengan mata yang berembun.."Ayah.."lirih Mia
"Aku berjanji padamu Ayah..Aku tidak akan menyakiti nya dan membuat nya menangis.Dan jika dia menangis itu adalah tangis bahagia.Dan aku tidak akan pernah mengembalikan nya pada Ayah.."ucap Rendy dengan lantang membuat Hartanto tersenyum dan menyerahkan Putrinya.
Mia menerima uluran tangan Rendy dan mereka mulai mengucapkan janji suci..
Setelah selesai mengucap janji suci, Pendeta meminta mereka bertukar cincin dan kemudian berciuman.
Mia tampak gugup saat Rendy mendekat pada nya.Di kecup nya kening Mia begitu lama .Mia memejamkan matanya merasakan hangat bibir Rendy di kening nya.
"Aku akan mencium bibir mu nanti malam di saat hanya ada kita berdua.Bersiaplah.."bisik Rendy..
Blusshhh
Kedua pipi Mia merona karena ucapan Rendy.
Semua mengucapkan selamat pada pengantin baru itu.Sampai tiba pengantin Wanita melempar bunga nya
"Kita mulai ya..1..2...3" Sesuai arahan MC.Mia melempar bunga nya pada hitungan ketiga.
Semua berebut mendapatkan bunga itu tak terkecuali Luna dan Ariel.
Tapi mereka harus menerima kekecewaan karena yang mendapat kan bunga itu adalah orang lain.
Adit yang melihat kekecewaan kekasih nya mulai naik diatas pelaminan dimana pengantin baru itu berada.
"Ehmm.. Mohon perhatian nya semua.."
Semua Tamu yang tadi nya berbincang nampak terdiam.
"Aku tidak tau kenapa semua berebut bunga itu.Jika ingin menikah kenapa harus berebut bunga dari pengantin baru ini.."
Adit turun dari pelaminan dan menghampiri kekasih nya..
"aku bisa membeli kan mu bunga seperti itu setiap hari jika kau mau.."goda Adit.
"Ck..Kau ini.."kedua pipi Luna memanas karena ucapan Adit.
Adit terkekeh kemudian berlutut di depan Luna.Rendy menuntun Mia turun dari pelaminan dan mendekati mereka.
Adit mengeluarkan berudu merah dan membuka nya..
"Aku bukan pria yang romantis.Aku juga tidak bisa merangkai kata-kata.."Adit menghela nafasnya
"Cynthia Aluna ..Will you marry me..????"
Luna menutup mulut nya.Dia benar-benar terkejut kekasih nya melamar nya saat ini.
Tidak kunjung mendapat jawaban dari sang kekasih, Adit mulai gelisah dan memanggil nya lagi.
"Lun.."
""Tapi Kak..Luna masih kuliah dan Luna juga masih pengen meraih cita-cita Luna.."lirih Luna
"Kan bisa kuliah habis nikah.Lagian Kakak juga gak bakalan ngelarang Luna buat menggapai cita-cita Luna.."
"Beneran Kak ..?"sumringah Luna
Adit mengangguk pelan..
"Lagian nanti gak hanya di rumah kita bisa kolaborasi,Di tempat kerja pun kita masih bisa berkolaborasi.."goda Adit menaik turun kan alisnya..
"Kakak..."rengek Luna.
"Jadi gimana..???Diterima gak nih..?? Capek Lun berlutut kayak gini.."gerutu Adit.
"Ck...Iya iya Luna terima.."
Adit memakai kan cincin berlian di jari manis Luna sambil terus menggerutu..
"Mau nya Romantis tapi malah kayak gini.. harus nya tadi kamu langsung aja jawab iya Lun..Kayak di film-film.."
__ADS_1
"Emang dasar nya aja kakak gak bisa romantis.Masak ngelamar Luna numpang di acara nikahan Mia.."
Adit mendelik mendengar ucapn Luna.Semua tertawa melihat kekonyolan pasangan itu.
Luna terkekeh dan membantu Adit berdiri..
"Tapi Kakak gentle karena ngelamar Luna di depan semua orang.Bahkan di depan keluarga Luna.."ucap nya dengan malu-malu.
Adit mengembangkan bibir nya kemudian mencakup kedua pipi Luna dan mencium bibir nya..
"Ihh...Kakak..Malu tau.."rengek Luna menyembunyikan rona pipinya di dada bidang kekasihnya.
Orang-orang kembali tertawa .
Mia memeluk Luna dan mengucapkan selamat.Begitu pula dengan Ariel.
"selamat ya Lun.Akhir nya Loe gak jomblo lagi.."Luna mendelik mendengar ucapan Mia.
"Gak usah lama-lama.Habis ini langsung aja nikah.Atau mau sekalian mumpung Pendeta belum pergi.."goda Ariel.
"Apaan sih kalian..Tapi makasih ucapan.Semoga Loe juga cepet nyusul Riel.."
"Semoga aja ada yang mau ngelamar gue "kekeh Ariel
Rendy menyenggol tangan Azlan.."Kode tuh Bos ."
Azlan hanya menarik sudut bibirnya nya.
Pesta masih berlangsung.Terlihat pria berseragam menyapa Tuan rumah dan mengucapkan selamat pada pengantin baru.
"selamat ya Ren.. Maaf Helen gak bisa datang.."
"Iya gak papa..Loe kabur dari kantor Dan.."ledek Rendy
"Ck..Aku gak kabur.Ini kan jam makan siang jadi Aku kesini sekalian numpang makan siang.."kekeh Danu..
"Ck.. dasar.."
Danu mendekati Ariel dan memeluk nya.
"Maaf ya Riel.Ini sungguh mendadak.Tapi nanti malam kakak harus kembali ke kota z."
"Kenapa mendadak sih Kak.."
"Tugas kakak sudah selesai.Dan kakak harus segera memberikan laporan pada atasan Kakak di sana."Danu melepaskan pelukannya dan mencakup pipi adiknya.
"Kamu tenang aja.Akan Kakak usahain buat pindah kesini.."
"Beneran..??" Danu mengangguk tanpa ragu.
"Lan..Titip Ariel ya..Aku percaya pada mu.."ucapnya
"Gue pasti akan selalu jaga dia."
"Ya udah Aku pamit ..Sekali lagi selamat buat kalian.."
"Tunggu Dan..!!"panggil Rendy
Dia menengadahkan tangan nya.Danu nampak menaikan sebelah alisnya nya.
"kenapa..??Minta sedekah..??"tanyanya
"Ck..gue gak semiskin itu.."
"Terus..??"
"Mana kado buat pernikahan gue..??"
Danu tersenyum dan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Bukan nya tadi kau bilang tidak miskin.. Kenapa sekarang minta kado dari ku..??"
"Ini bukan masalah miskin tidak miskin.Gue cuma pengen liat seberapa peduli Loe sama gue.."sungut Rendy
Danu tertawa dan menghampiri Mia.Dia menyerahkan sebuah amplop putih pada nya.
"Semoga kalian senang dengan hadiah ku.Maaf karena Aku tidak sekaya suami mu.."goda Danu
Mia tersipu dan mengucapkan terima kasih sebelum Danu berlalu.
"Cepetan buka.Apa isi amplop itu.."titah Luna yang kepo dengan isi amplop itu.
Mia membuka amplop itu dan nampak menaikkan kedua alis nya.Senyum nya mengembang dan dia melompat kegirangan..
"Mia ..Loe apa-apaan sih.. Jangan lompat-lompat.Bahaya buat kandungan Loe."
"Apa isi nya..??"tanya Rendy
"Tiket bulan madu ke Jepang.."ucapnya senang.
"Kamu suka..??"Mia mengangguk cepat
"Makasih Dan.."teriak Rendy.
Danu hanya mengangkat sebelah tangannya tanpa menoleh sedikit pun.
__ADS_1