Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Kecebong


__ADS_3

Saat ini Azlan dan Ariel berada dalam perjalanan pulang ke kota A.Mereka menggunakan Jet pribadi keluarga Pramudya dengan di kawal oleh Baron dkk.


Ariel sedang beristirahat di kamar khusus yang ada di dalam Jet tersebut karena dia sedang tidak enak badan.Sedang Azlan sedang mengecek email yang di kirim oleh Rendy.


Mau tidak mau Azlan harus mulai bekerja karena bulan madu nya telah selesai.Dan dia berharap segera mendapat kabar baik dari istri nya.


Azlan memijat pangkal hidung nya karena sedari tadi hanya menatap layar laptop nya.


Dia melepas kacamata nya dan beranjak ke kamar khusus tempat di mana istri kecil nya beristirahat.


Azlan melihat istrinya yang tertidur pulas hanya bisa tersenyum.Dia ikut berbaring di sebelah istrinya dengan hati-hati agar tidak mengganggu istri nya


"Maaf sayang,Kau pasti lelah melayani ku dan kurang istirahat.Tapi mau bagaimana lagi..Kau bagai candu buat ku By.."Azlan mengusap pipi Ariel dan mencium nya.


Tangan Azlan beralih ke perut rata istrinya.Dia mengusap pelan perut Ariel.."Semoga Dia cepat hadir By.."


Perlahan Azlan mencium perut istri nya.."Ayah menanti kan mu sayang.Cepatlah hadir di rahim Bunda.."


Azlan mendongak kan kepalanya saat Ariel sedikit menggeliat karena perbuatannya yang mencium perut Ariel.


"Maaf sayang.."lirih Azlan.Dia ikut berbaring di samping Ariel dan memeluk tubuh mungil istri nya.


Tidak butuh waktu lama kini Jet pribadi Azlan sudah mendarat sempurna di Bandara.


Azlan yang melihat Ariel yang masih setia memejamkan matanya memilih menggendong nya ala bridal.


"Apa Rendy sudah datang..??"tanya Azlan pada Baron yang berjalan di belakang nya


"Sudah Tuan..."


Azlan hanya mengangguk kan kepalanya dan keluar dari Jet pribadi nya.


"Selamat Datang kembali Bos.."sapa Rendy.


"Hm.."


Rendy membukakan pintu di jok belakang untuk Azlan dan Ariel.


Dengan perlahan Azlan membaringkan tubuh Ariel dan meletakkan kepala Ariel di paha nya .


Rendy segera masuk di belakang kemudi dan menjalankan mobilnya.


"Ariel kenapa Bos..??"Tanya Rendy yang melirik pengantin baru itu lewat kaca spionnya.


"Dia tidak enak badan.."Azlan terus mengusap Surai rambut Ariel.


"Kasihan..Dia pasti kelelahan dan kurang tidur.."

__ADS_1


Azlan melototkan kedua matanya.."Dari mana loe tahu..??"


"Saya lebih berpengalaman jika Bos lupa.."kekeh Rendy.


Azlan hanya bisa berdecih mendengar Ucapan Rendy yang terkesan sombong.


"Oh iya.. Apa Bos tahu Pernikahan Dokter Adit di percepat.."


"O ya???"


Rendy mengangguk kan kepalanya.."Mungkin mereka juga ingin cepat-cepat seperti saya.."


"Maksud loe..??"


"Kecebong saya kan sudah jadi Bos"


Lagi-lagi Azlan hanya berdecih.."Dasar sombong.."


Rendy terkekeh.Dia pun langsung memanas-manasi Bos nya itu.."Bos jangan sampai kalah sama Dokter Adit..!!!"


"Maksud loe..???"


"Itu.. Proses bikin kecebong.Dokter Adit pasti lebih tau agar benih kecebong nya cepet jadi..Dia dan istrinya kan dokter.."


"Loe ngeremehin Benih kecebong gue..???"geram Azlan


"Ya gak gitu juga sih Bos..Tapi lebih baik Bos dan Ariel pergi ke Dokter kandungan buat konsultasi biar cepat jadi.''


"Gak_gak gitu maksud saya Bos..."


Azlan menghela nafasnya.."Gue juga pengen kecebong gue cepet jadi Ren, Tapi kita baru saja menikah.Dan kalau pun kecebong gue belum hadir ,gue bisa menikmati masa-masa pacaran setelah menikah.."


"Loe sekarang boleh sombong.Tapi nanti jika kecebong loe sudah lahir siap-siap aja loe di abaikan sama istri loe..''


"Koq gitu Bos...Mia gak bakalan kayak gitu.."sangkal Rendy.


"Loe bakalan jadi nomor 2 setelah kecebong loe.."Azlan membalas Rendy dengan menakut-nakuti asisten nya itu.


Dia tidak sadar jika nantinya dia juga akan mengalami hal yang sama..


Rendy terus berperang dengan pikiran nya jika Istri nya tidak mungkin seperti itu


"O ya Ren..Apa semua sudah siap..??"tanya Azlan yang langsung membuyarkan lamunan Rendy.


"Sudah Bos.."sahut Rendy yang tahu apa yang dimaksud Azlan.


"Mereka sudah tiba 2 hari yang lalu.Kami tinggal menunggu instruksi selanjutnya.."

__ADS_1


"Bagus .Ini akan menjadi kejutan buat Gaby.Gue yakin dia akan sangat bahagia.."seru Azlan.


"Itu sudah pasti Bos.Apa lagi besok adalah ulang tahun Ariel.Ini akan menjadi kado terindah untuk nya.."sahut Rendy.


Obralan mereka terhenti saat mobil yang di Kendarai Rendy masuk ke pelataran Rumah Utama.


Rendy keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Azlan


Dengan hati-hati Azlan mengangkat tubuh mungil istrinya dan membawa nya masuk ke dalam Rumah Utama.


Kedatangan mereka di sambut oleh Tuan rumah dan para pelayan.


"Selamat datang Putra ku.."Sapa Alfa..


"Sssttss... Jangan keras-keras Yah.."seru Azlan


Alfa mengangkat dagu nya seolah bertanya kenapa..Apa lagi Ariel berada di gendongan Azlan


"Biasa Yah.Pengantin baru gak ada jeda ya ."seru Rendy.


Azlan menatap tajam Rendy . Sedang Alfa terkekeh melihat ekspresi Putra yang malu.


Sudah sejak lama Alfa meminta Rendy untuk memanggil nya Ayah Tapi baru sekarang Rendy melakukan nya


"Kau ini membuat Ayah iri saja.Ayah jadi Ingin...."


"Ayah...."Panggil Azlan penuh penekanan.


"A_apa..?? Kenapa kau melihat ayah seperti itu.."


Azlan berdecak kesal.."Pak Tino.Tolong minta koki membuat kan bubur untuk Gaby.Sedari pagi dia belum makan apapun."


"Baik Tuan Muda.."


"Dan Kau.."Azlan menunjuk Ana.


"Kau bantu Baron membawa barang-barangku dan koper berwarna abu-abu tolong kau bagi dengan yang lain nya."


"Ba_baik Tuan Muda.."


Semua pelayan di sana bersorak senang karena mendapat oleh-oleh dari Tuan Muda nya.


Azlan mengangkat sudut bibirnya dan kemudian menatap tajam sang Ayah.."Awas kalau Ayah macam-macam.."ancam Azlan.


Azlan membawa Ariel ke kamar nya


"Aish... Dasar anak itu Tidak tahu kesenangan orang tua saja.."gerutu Alfa.

__ADS_1


Rendy yang berdiri di dekat Alfa Hanya bisa mengulum senyum.."Hati-hati Ayah.. Kalau sampai bunda tahu maka...."Rendy menjeda ucapan nya.


"Apa-apaan kau Ren.. Tidak sayang...Aku hanya bercanda.Aku hanya mencintai mu.."Seru Alfa yang melihat bingkai foto almh Istrinya.


__ADS_2