
Di tempat lain.Setelah memutus sambungan telepon nya,,Mia memberikan ponsel itu pada seseorang dengan tangan gemetar.
"Bagus ..Kau memang pintar gadis kecil.Setelah dia datang kesini Aku akan melepaskan mu.."Ucap nya seraya menepuk pucuk kepala Mia.
Gadis itu hanya bisa menangis karena ketakutan.
"Hais..Kenapa tidak dari dulu saja aku melakukan ini.Jadi aku tidak perlu repot-repot mencari nya..Apa selama ini kau mencoba menyembunyikan keberadan teman mu itu..Hah.."selidik pria itu
Mia menggelengkan kepala nya seraya menangis.."A-aku memang ti-tidak tau di mana A-ariel kak..Di-dia hanya bilang akan memulai hidup baru di luar kota..hiks hiks.."
"Huh..Kau pikir aku percaya begitu saja Hah..Nyata nya dia berada di kota ini. "
"A-aku benar-benar tidak tau Kak.."
"Sudah lah..Lebih baik kamu hapus air mata mu dan makan ini.Aku tidak mau saat Teman mu itu datang Dia curiga dengan keadaan mu.."Pria itu menyimpan kembali senjata nya yang dia pakai untuk mengancam Mia dan pergi meninggalkan gadis itu.
"Jaga gadis itu.Jangan sampai dia melarikan diri.."perintah pria itu pada anak buah nya.
"Siap Bos.."
Mia hanya bisa menangis.Dia merasa bersalah tapi dia juga tidak bisa apa-apa.Bukan takut mati.Tapi karena ada nyawa tak berdosa yang harus dia selamatkan.
"Maafin gue Riel.."lirih Mia.
****
Di Gedung Pencakar langit ARP Group.Azlan seperti biasa mendengarkan penjelasan dari sekretaris nya.
Sedang Ariel sesekali memperhatikan interaksi kedua pria itu.Dia merasa ada yang aneh dengan Rendy.Wajah nya Terlihat mengkhawatirkan sesuatu.
"Kamu kenapa sih kak..Dari tadi aku perhatikan Kakak kayak lagi memikirkan sesuatu..??"tanya Ariel saat mereka keluar dari ruangan karena saat ini Azlan ingin sendiri di ruangan nya.
__ADS_1
"Kakak gak papa koq..Cuma perasaanmu saja.."ucap nya mencoba tersenyum.
"Rendy..!!!"panggil seseorang.
Rendy dan Ariel menghentikan langkahnya dan menengok ke belakang.
"Aishh..Kenapa wanita ini kesini sih.."gumam nya tapi masih terdengar oleh Ariel.Sedang gadis itu nampak memicingkan mata nya curiga.
"Aku merindukan mu Ren.."Jessi tiba-tiba memeluk nya.Rendy mencoba melepaskan belitan ular itu karena mendapat pelototan dari Ariel.
"Maaf Nona..Tidak enak di lihat orang.."
Jessi mengerucutkan bibir nya.."Tapi aku merindukan mu Ren.Beberapa hari ini kamu gak bisa di hubungi dan lagi.Kenapa tidak menjengukku di rumah sakit.."Wajah Jessy terlihat memelas.
"Ehmm.."Ariel berdehem membuat kedua orang iti menoleh kearah nya.
"Selamat pagi menjelang siang Nona.."ucap nya penuh tekanan'
"*Tidak melihat ku???Apa dia pikir gue ini hantu apa..??Gue kasih tau Kak Alan baru tau rasa loe.."geram Ariel dalam hati
"Aduh gawat..Aku gak sadar kalo dia ada di sini.Gimana kalau nanti dia bilang sama Azlan..??Ah sudah lah .Biarkan saja.."batin Jessi*
"Oya..Kenapa kalian bisa bersama..!?Dan Suster Apa Azlan juga ada di sini..??"
"Tuan ada di dalam Nona.Tapi Tuan sedang istirahat dan beliau tidak mau di ganggu oleh siapa pun.." seru Ariel
"Tidak masalah,,Aku akan masuk.Dia pasti senang aku datang.."Langkah Jessi terhenti oleh Rendy yang menghalang jalan nya.
"Lebih baik Nona ikut kami saja ke kantin..Tuan bener-benar tidak mau di ganggu.."Jessi tersenyum melihat Rendy kemudian mengandeng lengan nya.
"Baik lah..Ayo kita ke kantin.."
__ADS_1
Mau tidak mau Rendy mensejajarkan langkah nya dengan wanita itu.Sedang Ariel berjalan di belakang mereka.
Saat di dalam lift tak henti-henti nya Jessi menggoda Rendy tanpa rasa malu.Sedang Rendy yang diam saja sesekali melirik kearah Ariel yang menatap nya tajam seolah meminta penjelasan pada nya.
Sesampai nya di kantin mereka mulai memesan minuman dan makanan yang mereka ingin kan.Tapi Rendy masih sama terlihat diam.Sesekali pria itu melihat ponsel nya.
"Kau kenapa Ren..??"tanya Jessi
"Saya tidak apa-apa Nona.Hanya sedang tidak enak badan."
"Kau sakit..??"Jessi menyentuh dahi Rendy.Tapi di tepis secara halus oleh pria itu.
"Saya hanya kecapekan Nona.Terima kasih perhatian nya.Saya ke toilet sebentar.."
"Ada apa dengan nya..??"lirih Jessi.
"Mungkin benar Tuan Rendy kelelahan Nona.Apa lagi dia harus mengurus segala keperluan Tuan Muda dan perusahaan nya.."terang Ariel.Jessi diam tidak menjawab.
Di dalam Toilet.Rendy mencoba menghubungi seseorang tapi lagi-lagi di di luar jangkauan.
"Kenapa tidak aktif..??tidak biasa nya dia mematikan ponsel nya. "Rendy mengusap kasar wajah nya.
***
Waktu terus berlalu..Jessi sudah pulang karena di abaian oleh Rendy yang tak menampakkan batang hidung nya setelah pamit ke toilet.
Tadi nya dia ingin mencari pria itu tapi Daniel tiba-tiba menghubungi nya.Maka mau tidak mau Jessi pamit pada Ariel .
Sesuai janji nya Ariel meminta ijin pada Azlan untuk menemui Teman nya.Mia baru saja mengirumkan alamat tempat mereka akan bertemu.
Dengan penampilan yang sudah dia rubah menjadi Ariel,,Ariel memesan taxi online dan berangkat menemui sahabatnya itu.
__ADS_1