
Sudah sebulan sejak menghilangnya lyra,hampir tiap hari aku mengunjungi kantor polisi tapi belum juga ada titik temu. Bahkan sasya membantuku menyewa detektif tapi hasilnya nihil. Cobaan apa ini Tuhan,kami hanya orang miskin yang tidak punya musuh bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi.
Sejak lyra menghilang kondisi ibu pun semakin memburuk,tiap malam dia selalu menangis bahkan kadang seharian tidak makan sedangkan ayah dia hanya diam saja bahkan terkadang pulang dalam keadaan mabuk. Aku juga bisa mencium bau parfum wanita di baju ayah. Aku sungguh terpuruk kedamaian yang dulu ada kini dalam sekejap musnah.
Lyra kakak merindukanmu.....
Dimana kamu dek?kami semua khawatir padamu,ingin rasanya aku berteriak melampiaskan semuanya. Hatiku sakit benar-benar sakit terutama melihat ayah. Bukannya mencari lyra ia malah mabuk-mabukan dan bermain wanita.
Beberapa hari ini aku tidak masuk kuliah aku meminta izin pada dosenku. Untungnya aku diizinkan, aku ingin menemani ibu aku tidak mau kehilangan ibu sudah cukup dengan hilangnya lyra. Aku berusaha bangkit dan memperbaiki keadaan. Semuanya kumulai dengan membersihkan rumah,mencuci dan memasak setelah itu aku membawakan makanan ke kamar ibu. Hari ini ibu harus makan dan hari ini aku akan menghapus setiap air mata ibu agar ibu kembali ceria seperti biasanya.
"bu makan dulu yah anne sudah masak makanan kesukaan ibu", kataku lembut.
" ibu tidak lapar nak kau saja yang makan",kata ibu.
"ibu aku pun sedih kehilangan lyra tapi kita harus bangkit bu. Aku yakin jika lyra tahu kita seperti ini dia akan bersedih, aku mohon bu ayo makanlah", kataku lagi.
" tapi nak...",kata ibu.
__ADS_1
Tanpa menjawab aku pun langsung menyuapkan makanan ke mulut ibu. Akhirnya ibu menghabiskan makanannya.
Selesai makan aku berbicara kepada ibu bahwa aku akan mengajukan cuti di kampus dan mencoba mengembangkan usaha kue ibu. Bahkan aku keluar dari kerjaan ku di cafe.
Awalnya ibu tidak setuju tapi aku bilang bahwa ini demi lyra aku akan melakukan apapun untuk menemukan lyra. Aku akan menjadi orang kaya sehingga aku bisa menggunakan uangku menyewa detektif sebanyak-banyaknya untuk mencari lyra.
Di tempat lain seorang wanita di temani seorang pria kembali merencanakan sesuatu. Mereka sesekali tersenyum licik sambil membayangkan rencana yang akan mereka jalankan.
"hahahhahaha sangat menyenangkan melihat mereka menderita,tapi aku belum merasa puas aku akan membuat mereka kesakitan sampai memohon untuk dibunuh", kata wanita itu
" aku akan selalu mendukungmu sayang dan aku akan membantu rencanamu itu",kata sang pria.
"lakukan seperti rencana", kata wanita itu tersenyum licik.
Hari ini aku berkeliling untuk membagikan brosur kue buatan ibu, ya aku berniat untuk menerima pesanan yang lebih luas agar mempercepat tujuanku. Aku tidak sabar menantikan hari itu.
Tidak terasa hari sudah gelap aku pun bergegas pulang,baru di depan pintu rumah aku mendengar teriakan ibu. Akupun berlari menemui ibu.
__ADS_1
Tubuhku gemetaran aku terjatuh seketika aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. Darah itulah yang kulihat darah itu memenuhi setiap baju yang terletak di lantai. Ku raih baju itu pelan-pelan dan air mataku mulai menetes. Aku kenal baju ini aku sangat kenal ini baju adikku lyra. Bagaimana bisa baju ini penuh dengan darah?dan siapa yang mengirimnya?apa lyra sudah tiada?tidak itu tidak mungkin?
Aku menenangkan ibu dan mengajak ibu ke kantor polisi sambil membawa baju lyra yang di penuhi dengan darah. Aku tidak akan pernah percaya lyra sudah tiada sebelum aku melihat sendiri mayatnya.
.
.
.
.
.
.
masih penasaran nggak?tetap baca ya
__ADS_1
happy reading