Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Kebenaran Keluarga Adinata 2


__ADS_3

"Menurut hasil penyelidikan Kakek ada yang janggal dengan arah tujuan Tuan Adinata.Karena Tuan Adinata mengendarai Mobilnya dengan istri nya kemungkinan Arah tujuan nya adalah Rumah ,kantor atau Rumah sakit.Tapi tempat kecelakaan itu bertolak belakang dengan ketiga tempat itu."


"Tapi siapa tau waktu itu Ay maksudku Tuan Adinata dan Istrinya bermaksud keluar kota .Bukan kah jalur itu menuju keluar Kota..Dan kenapa dari sekian tempat harus Rumah Sakit ?"tanya Baron


"Memang benar jalan itu menuju ke arah keluar Kota tapi tidak ada koper ataupun baju ganti di dalam Mobil itu.Dan kenapa harus Rumah Sakit karena waktu itu Nyonya Adinata tengah mengandung dan di perkirakan usia kandungan nya baru 2 bulan. "


deg


"Hamil...????" Baron begitu terkejut mendengarnya..Kedua kaki nya bergetar seolah tak kuat menopang tubuh nya,Dadanya begitu sesak bagai terhimpit batu yang besar.


"Iya hamil.Jadi tidak mungkin Tuan Adinata mengajak Istrinya yang tengah hamil muda untuk pergi keluar kota.Apa lagi kandungan nya sangat rentan.Setidak nya itu yang dikatakan Dokter kandungan yang memeriksa Nyonya Adinata.."


Baron memejamkan kedua matanya.Menahan Sesak di dada nya ."Lalu...??"tanya nya pada Danu

__ADS_1


"Tidak jauh dari lokasi kejadian Kakek menemukan pecahan kaca mobil dan gesekan pada pagar pembatas.Saat Kakek meminta foto kondisi mobil Tuan Adinata setelah kecelakaan pada seorang polisi kenalan nya Kakek melihat ada goresan pada sisi mobil dan itu cocok dengan pagar pembatas yang tergores."


"Bisa saja itu hanya kebetulan sama.."sangkal Baron


Danu menggelengkan kepalanya


"Tidak..Karena Kakek ku sudah membandingkan letak goresan pada sisi mobil itu dengan pagar pembatas .Pada waktu itu Kakek menggunakan mobil Kakek Rendra yang kebetulan mempunyai mobil yang sama dengan Tuan Adinata.Dan hasil nya cocok.Aneh nya setelah nya ada orang yang memperbaiki pagar pembatas itu dan saat Kakek bertanya ternyata ada seseorang yang membayarnya mahal untuk memperbaiki pagar itu dan orang itu adalah Tuan D.."terang Danu


Baron mengepalkan kedua tangan nya.Dia merasa di permainkan oleh Dewa karena yang selama ini Dia tau Tuan D adalah Dewa.


"Bagaimana dengan kedua anak Tuan Adinata..?"Danu mengerutkan kening nya.Kenapa Pria di depan nya ini begitu tertarik dengan keluarga Adinata..


Danu memandang Rendy yang menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Yang Aku tau kedua anak nya meninggal karena terjebak kebakaran di kontrakan mereka.Polisi bilang kebakaran itu terjadi karena konsleting listrik.Tapi saat Kakek menanyakan hal itu pada orang yang tinggal tidak jauh dari kontrakan anak Tuan Adinata,,Sebelum terjadi kebakaran terdengar suara dentuman yang keras.Dan tiba-tiba Api menjalar cepat mengelilingi kontrakan itu.Kemungkinan dentuman itu adalah suara tabung gas.Mungkin benar kebakaran itu terjadi karena konsleting arus listrik tapi ada yang sengaja memotong selang gas hingga saat konsleting itu terjadi percikan api langsung menjalar pada tabung gas yang bocor.Dan Api cepat menjalar karena sekeliling kontrakan sudah disiram dengan bensin oleh seseorang.Karena tidak jauh dari lokasi Kakek menemukan banyak botol bekas bensin yang dibuang di tempat pembuangan sampah."terang Danu


"Tapi kata kakek hanya ada satu korban meninggal yang di temukan di lokasi kejadian.Yaitu Anak kedua Tuan Adinata.Sedang Anak pertama nya......


Danu menggantung ucapnya .Dia menatap wajah Baron yang terdapat luka bakar.."Kau...???Apakah Kau anak pertama Tuan Adinata..???"


Baron hanya mengangguk pelan.Hatinya begitu sakit mendengar kenyataan kebenaran tentang keluarga nya.Tapi Di mata nya terpancar kilatan amarah .Dan itu Dia tujukan pada Dewa.Orang yang selama ini Dia agung-agung kan tenyata adalah orang yang telah membunuh keluarga nya.


Tanpa menunggu lagi Baron segera menuju ketempat Dewa berada.Tapi langkah nya dihadang oleh Rendy.


"Tunggu..!!!Mau kemana Kau..??"tanya Rendy


"Kalian mau bertemu dengan baji**** itu kan..??Ayo ikut dengan ku.."Baron merangkul pundak Danu dan Rendy.Sehingga terlihat seperti mencekik kedua pria itu dengan lengannya.Apalagi dengan badan Baron yang lebih besar dari kedua nya.

__ADS_1


"Lepaskan mereka...!!!"


__ADS_2