
Hari terus berganti.Besok Azlan dan Ariel akan melanjutkan rencana bulan madu mereka ke Maldives.Apa lagi Rendy dan Mia sudah kembali.Jadi Azlan bisa menyerahkan pekerjaan nya sementara pada Rendy.Dia bisa saja meminta Ayah nya untuk mengurus semuanya.Tapi Azlan tidak ingin Ayahnya kelelahan.Apa lagi Ayah nya masih mengurus perusahaan cabang.
"Apa kalian yakin tidak ingin membawa bodyguard..???Ayah takut kalian kenapa-kenapa..''seru Alfa.Saat ini mereka tengah berada di ruang keluarga.Azlan memberitahu pada Ayahnya jika besok mereka akan berangkat bulan Madu.
"Alan yakin Yah.. Lagian Alan sama Gaby Hanya ingin berdua dan tidak ingin di ganggu siapapun.Ayah tenang saja kami pasti baik-baik saja di sana.."
"Tapi Reyn..."
"Ayah...!!Alan tau Ayah khawatir.Alan janji akan baik-baik saja dengan Gaby di sana."seru Azlan menenangkan Ayahnya.
"Baiklah jika itu mau kalian.Kalian harus baik-baik di sana.."
"Tentu Ayah.."
"Ya sudah.. Sekarang kalian istirahat lah.."
"Iya Yah..Alan dan Gaby ke kamar dulu.Ayah juga istirahat lah.."
Alfa menganggukkan kepalanya..
"Selamat Malam Ayah.."ucap Ariel
"Selamat malam sayang.."balas Alfa
Alfa menghela nafasnya.Jujur dia sangat khawatir mengetahui jika putra dan menantu nya memutuskan untuk berbulan madu tanpa membawa bodyguard.Dia takut akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan karena pasti ada pesaing yang ingin menjatuhkan mereka.
"Semoga kalian baik-baik saja di sana Nanti nya.."gumam Alfa.
Sedangkan Di dalam kamar ,Ariel mulai menyiapkan apa saja yang akan dia bawa untuk besok.
"Gak usah bawa barang banyak-banyak By.Nanti kita beli saja di sana.."ucap Azlan.
"Gak banyak koq Kak.Cuma beberapa baju dan keperluan Gaby aja.."
"Gak usah bawa baju.. Nanti juga di sana kita ...."Azlan menaik turun kan kedua alisnya.
"Kak Alan.."pekik Ariel.
Azlan terkekeh.Dia mendekati Ariel dan memeluk nya dari belakang.
"Sayang..!!"
"Hm.."
"Si Bulan udah pergi kan..??"tanya Azlan
"I-iya.."jawab Ariel terbata
"Gimana kalau kita mulai bercocok tanam sekarang..!!!"Azlan mencium tengkuk Ariel dan meninggalkan jejak bibir nya disana.
"Ah..Kak...Geli.."Ariel melepaskan tangan Azlan yang melingkar di perutnya dan memutar tubuhnya menghadap suaminya.
"Kak..Ki-kita lakukan besok saja ya..!!"
__ADS_1
"Kenapa..??"tanya Azlan dengan raut wajah yang kecewa.
"emm..Gaby ingin melakukan nya nanti di sana Kak Sambil menikmati momen indah kita berdua nanti disana..Lagian jika kita melakukan nya sekarang bisa-bisa kita gak jadi bulan Madu.."
Azlan mengerutkan keningnya.."Kenapa memangnya..??"
"Kata Kak Helen dan Mia saat pertama kali melakukan nya pasti sakit.Bahkan sulit berjalan.Jadi..."Ariel menggigit bibir bawahnya karena malu.
Azlan terkekeh melihat wajah istrinya yang bersemu.
"Baiklah..Kita lakukan besok saja."
"Beneran..??? Kakak gak marah..??"
"Untuk apa Kakak marah.. Seminggu menunggu bulan pergi saja kakak bisa apalagi cuma besok.."
"Tapi ingat.. Besok Kakak gak akan melepaskan Kamu sayang.Kakak akan kurung kamu seharian untuk mengganti waktu seminggu kemarin.."bisik Azlan.
Glek
Ariel menelan Saliva nya kasar..."Ka_Kakak bercanda kan..??"
"Apa wajah Kakak ini terlihat bercanda sayang..??"Ariel menggelengkan kepalanya cepat.
"Sudah lah ..Lebih baik kita istirahat.Kita harus menghemat tenaga untuk besok.."bisik Azlan.
"A_Aku belum mengantuk Kak..La_lagi pula A_aku masih belum selesai beres-beres..."ucap Ariel
"Tidur By...!!!"
''Tidur..!!!''
Ariel menghela nafasnya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur di susul Azlan yang juga berbaring di samping nya.
"Good Night my wife.."
"Too my husband.."
Ariel memejamkan matanya menjemput mimpi di pelukan suaminya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Keesokan harinya.. Azlan dan Ariel diantar oleh Rendy dan juga yang lain nya ke Bandara.Mereka akan berangkat ke Maldives menggunakan jet pribadi keluarga Pramudya.
"Bos yakin gak ingin bawa bodyguard..??"tanya Rendy
"Iya Lan..Bagaimanapun masih banyak pesaing loe yang ingin menjatuhkan keluarga loe.."sahut Aditya
"Iya gue yakin.."
"Tapi Bos..."
"Kalian tenang saja.Kita akan baik-baik saja di sana.Lagian gue gak mau di ganggu siapapun.. Seminggu ini gue pengen bebas sama Gaby tanpa memikirkan pekerjaan perusahaan, atau apapun.."
__ADS_1
"Ya sudah kalau itu Mau si Bos.."
"Gue harap kalian baik-baik saja di sana.Loe tetep harus waspada Lan.Kalo ada apa-apa cepat hubungi kami..''seru Aditya
"Iya -iya..!!Ren..Gue titip Ayah dan juga perusahaan.Tolong loe handle semuanya selama gue bulan madu.."seru Azlan.
''Bos tenang saja...Semua pasti beres.Semoga pulang bulan madu nanti sudah goal dan cepet bawa kabar gembira..."seru Rendy
"Jangan sampai gagal lagi.."kekeh Aditya
"Gak akan..Kali ini pasti Goal.."seru Azlan antusias.
"Ngomong-ngomong di mana para ibu negara...??"tanya Aditya
"Tadi pamitnya ke toilet Dok.."sahut Rendy.
"Itu mereka..''
"Maaf Kak lama..''seru Ariel
"Gak papa..Udah siap..???"
"Emm.."
"Ya sudah..Kita berangkat dulu.."pamit Azlan
"Hati-hati Lan.."
"Hati-hati Bos.."
"Baik-baik di sana Ya Ari-Ari... Cepet jadiin keponakan buat gue.."seru Luna
"Apaan sih Lun ..."Ariel tersipu malu.
"Udah gak usah malu..Kali ini gue yakin pasti Goal..''Goda Mia..
"Ish..Kalian ini.."
"Kak Azlan...Ntar main nya jangan kasar-kasar ya.. Kasihan ini anak perawan...eh tapi bentar lagi udah gak perawan deng.."goda Luna
"Luna ..!!!"pekik Ariel
"Sudah sayang jangan di goda terus.Lihat tu udah pada kayak kepiting rebus muka mereka.."kekeh Aditya
"Awas ya kalian..Tunggu pembalasan gue ntar kalo kalian nikah.Jangan harap bisa Goal ."ancam Ariel
"Yah ... Jangan gitu dong Riel..."
"Sudah-sudah..Udah waktunya mereka berangkat.."ucap Rendy menengahi
"Kita pergi dulu..Ayo sayang..!!'Ajak Azlan.
"Dah semuanya..Jangan kangen sama gue.."teriak Ariel..
__ADS_1
"Jangan lupa oleh-oleh nya..."Teriak Mia yang di acungi jempol oleh Ariel dan Azlan .Tak berapa lama mereka lepas landas menuju tempat mereka berbulan madu mengistirahatkan tubuh mereka tanpa di ganggu oleh siapapun.