
Dan....inilah akhir kisah Ginara-Aldy....
Spesial ephisode, semoga berkenan ....
Dan tamatlah novel pertamaku....
Doakan novel keduaku ya, ini masih proses menyusun, doakan lancar....
Selamat membaca readers sayang....
Aldy masuk ke dalam kamar sambil membawa sarapan
yang sudah di antar oleh pelayan hotel. Sebagai makanan pembuka ia membawakan
Ginara jus buah dan sandwich yang berisi sayuran dan telur. Karena Ginara belum
bangun juga, maka Aldy membawa sarapan itu ke kamar, ia yakin pasti istrinya
itu masih sangat kelelahan.
Benar saja.
Pandangannya menangkap Ginara yang sedang
menggeliat di tempat tidur, malas-malasan, dengan masih memejamkan matanya.
Bajunya sudah berganti dengan gaun yang tadi pagi sekali di antarkan oleh
Yudha.
Lucunya….
“Kau sudah bangun Sweety, kenapa tidak keluar
kamar?”
“Eh…” Ginara terkejut kemudian membuka matanya yang
langsung menatap Aldy dengan nampan di tangannya. Wanita itu duduk dengan malas
mendapati Aldy yang membawakan sarapan untuknya. Duh…lagi-lagi dia yang
melayaniku….manisnya…
“Aku tidak punya tenaga untuk bergerak kau tahu,
Aku mau tidur saja sepanjang hari, aku tidak mau bangun, badanku sakit semua”
Teriak Ginara….tentunya hanya dalam hati. Hehe…mana berani dia…
“Kok malah diam? Masih mengantuk ya? Atau kamu
kesakitan Sweety?” Cemas Aldy membuat mata Ginara membelalak.
“Ah…tidak..tidak..aku hanya…” Aldy mengecup pipi
Ginara sayang setelah meletakkan nampan di meja. Dia ikut naik ke ranjang.
Eh..kenapa malah naik?
Aldy mengelus pinggangnya lembut kemudian memberi
tekanan lembut pada punggungnya. Ginara memejamkan mata merasakan pijatan
lembut itu. Nyaman sekali…
“Maaf ya”, Aldy merasa bersalah melihat istrinya
yang kelelahan dan kesakitan, melihat istrinya masih tergolek lemah tadi
membuat ia langsung berinisiatif memijatnya.
“Masih sakit ya? Badanmu lemas sekali, bagian mana
yang sakit?” Tangan Aldy sudah mau berpindah ke arah yang sensitif namun
langsung ditahan oleh Ginara dengan wajah yang memerah.
“Al…sudah, jangan teruskan, aku baik-baik saja kok,
aku hanya sedikit lelah saja” Aldy menempelkan mulutnya di bahu Ginara kemudian
menciumya berulang-ulang, berharap lelah istrinya akan berkurang.
__ADS_1
“Beneran gak papa?’ Ginara mengangguk tersenyum.
“Terima kasih, karena kau sudah merelakan tubuhmu
untukku…” Bisik Aldy manja yang membuat mata Ginara terbelalak malu. Di
pukulnya dada Aldy pelan.
“Ish…malu tahu…napa jelas banget sih…” Cemberutnya.
Cup
Aldy bangun kemudian mengecup bibir istrinya gemas,
bahkan di lu..atnya bibir yang masih sedikit bengkak itu. Ginara kembali
terbelalak kaget dengan berusaha bernapas.
“Ah…kebiasaan..” Ginara menunduk malu.
“Kan sudah aku bilang, sekali cemberut hukumannya
cium…”
“Ish…”, Ginara beringsut bangun,
“Kemana?” Tanya Aldy menahan tangan Ginara, “Aku
lapar, aku mau sarapan, kamu juga belum sarapan kan?” Tanya Ginara, Aldy mengangguk,
dia bangun dengan bergas kemudian mengangkat tubuh Ginara untuk duduk di
pinggir ranjang kemudian mengambilkan sandwich yang diterima Ginara dengan
senang hati. Aldy kembali mengambil sandwich untuk dirinya.
Akhirnya makanan dan jus buah yang tersedia sudah
habis tak bersisa. Aldy memindahkan piring yang kosong ke atas meja di dekat
tempat tidur.
“Kalau mau makan besar kita keluar kamar ya, sudah
“Nanti saja, aku sudah kenyang…”
“Ya sudah, istirahan lagi aja” Kata Aldy seraya
naik ke tempat tidur.
“Eh…bukannya kita harus ceck out ya Al…” Kata
Ginara heran, maksudnya menghindar untuk tidur berdua lagi….hehe…
“Santai aja kali, tiap hari begini aja juga sah-sah
aja kan” Aldy menarik lengan Ginara sehingga gadis itu terjerembab jatuh ke
atas tubuh Aldy, laki-laki muda itu tertawa senang.
“Katanya lelah, kok sepertinya mau lagi sih…”
“Gak begitu ya…” Elak Ginara malu seraya bangkit
dari tubuh Aldy, tapi sayangnya laki-laki itu tetap menahan posisi Ginara
dengan memeluk pinggangnya erat.
“Diamlah…aku tidak ingin membuatmu kelelahan lagi,
jadi istirahatlah, jangan membantah lagi, apa kau mau aku menyerangmu lagi…?” Aldy
memejamkan matanya, sementara Ginara masih gelisah dengan posisi intimnya.
“Ah…tidak…tidak…,baiklah aku akan istirahat,
selamat istirahat.” Ucap Ginara seraya menenggelamkan wajahnya di pelukan Aldy
dengan tetap berada di atas tubuh Aldy.
Aldy mengecup pucuk kepala Ginara sebagai pengantar
tidur untuknya seraya menepuk punggungnya dengan lembut.
__ADS_1
“Ternyata menikah semenyenangkan ini ya, ada orang
yang menemanimu, ada orang yang bisa kau peluk, kau cium, ada wangi baru yang
selalu menjadi candumu. Aku bahagia Sweety dengan keberadaanmu di sini,
istriku…” Kata Aldy seraya menghujani wajah Ginara dengan ciuman. Setelah itu
ia lebih menangkupkan wajah istrinya di atas dadanya, berbarengan dengan suara
tarikan nafas yang berhembus pelan.
“Aku mencintaimu Al, sangat…bahkan melebihi cintamu
padaku, jadi tetaplah di sisiku suamiku.” Ginara tersenyum mendongak menatap
wajah Aldy. Gadis itu tersenyum.
“Hah, sudah tidur rupanya, pantas tangannya diam,
kau rupanya lelah juga ya…” Perlahan dia mengangkat tangan Aldy dari tubuhnya,
lalu beringsut agak duduk, bertumpu pada
lengannya, memandang wajah tampan dan tenang suaminya.
Dia suamiku, hehe.
Suami brondongku…uuhhh.
Menusuk pipi kanan, yang paling tampan dan
menggemaskan. Menusuk pipi lagi, terus begitu, sampai Ginara memilih menurunkan
tubuhnya lagi, memindahkan tangan Aldy ke bahunya. Merapatkan tubuh ke dadanya.
Baru dalam hitungan jam dia menikah, dia sudah kecanduan aroma tubuh suaminya.
Hehe, dia kan suamiku, jadi cuma aku yang boleh
memeluknya. Hehe.
Di dekapnya tubuh gagah itu dengan erat seakan-akan
takut hilang dari dekapannya ketika dia bangun nantinya. Dalam sekejap dua
insan itu kembali tenang dalam dekapan satu sama lain.
Teruslah seperti itu Aldy dan Ginara…kebahagiaan
akan selalu menyertai kalian berdua, selamanya…selama-lamanya…..
Dan…. begitulah akhir dari kisah Ginara dan Aldy….
Semoga kebahagiaan selalu menyertai kehidupan
mereka tanpa ada lagi peristiwa yang menyebabkan air mata Ginara jatuh kembali.
Yeeeee……prok..prok..prok…
Alhamdulillah, akhirnya readers…novel pertamaku dah
tamat….
Gak papalah ya…gak sampai terus punya anak, tapi
akhir bahagia telah di alami oleh Ginara dan ke depan tidak ada lagi peristiwa
yang membuatnya terpuruk, malah kehidupan Ginara-Aldi akan selalu di liputi
oleh kebahagiaan.
Sekarang aku sedang mulai merintis novel aku yang
kedua, doain lancar ya readers.
Salam jumpa kembali readers di novel kedua ku
nanti…
Assalamu’alaikum….
Bye…bye…
__ADS_1