Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Spesial Episode (Hari Pertama Setelah Menikah)


__ADS_3

Dan....inilah akhir kisah Ginara-Aldy....


Spesial ephisode, semoga berkenan ....


Dan tamatlah novel pertamaku....


Doakan novel keduaku ya, ini masih proses menyusun, doakan lancar....


Selamat membaca readers sayang....


Aldy masuk ke dalam kamar sambil membawa sarapan


yang sudah di antar oleh pelayan hotel. Sebagai makanan pembuka ia membawakan


Ginara jus buah dan sandwich yang berisi sayuran dan telur. Karena Ginara belum


bangun juga, maka Aldy membawa sarapan itu ke kamar, ia yakin pasti istrinya


itu masih sangat kelelahan.


Benar saja.


Pandangannya menangkap Ginara yang sedang


menggeliat di tempat tidur, malas-malasan, dengan masih memejamkan matanya.


Bajunya sudah berganti dengan gaun yang tadi pagi sekali di antarkan oleh


Yudha.


Lucunya….


“Kau sudah bangun Sweety, kenapa tidak keluar


kamar?”


“Eh…” Ginara terkejut kemudian membuka matanya yang


langsung menatap Aldy dengan nampan di tangannya. Wanita itu duduk dengan malas


mendapati Aldy yang membawakan sarapan untuknya. Duh…lagi-lagi dia yang


melayaniku….manisnya…


“Aku tidak punya tenaga untuk bergerak kau tahu,


Aku mau tidur saja sepanjang hari, aku tidak mau bangun, badanku sakit semua”


Teriak Ginara….tentunya hanya dalam hati. Hehe…mana berani dia…


“Kok malah diam? Masih mengantuk ya? Atau kamu


kesakitan Sweety?” Cemas Aldy membuat mata Ginara membelalak.


“Ah…tidak..tidak..aku hanya…” Aldy mengecup pipi


Ginara sayang setelah meletakkan nampan di meja. Dia ikut naik ke ranjang.


Eh..kenapa malah naik?


Aldy mengelus pinggangnya lembut kemudian memberi


tekanan lembut pada punggungnya. Ginara memejamkan mata merasakan pijatan


lembut itu. Nyaman sekali…


“Maaf ya”, Aldy merasa bersalah melihat istrinya


yang kelelahan dan kesakitan, melihat istrinya masih tergolek lemah tadi


membuat ia langsung berinisiatif memijatnya.


“Masih sakit ya? Badanmu lemas sekali, bagian mana


yang sakit?” Tangan Aldy sudah mau berpindah ke arah yang sensitif namun


langsung ditahan oleh Ginara dengan wajah yang memerah.


“Al…sudah, jangan teruskan, aku baik-baik saja kok,


aku hanya sedikit lelah saja” Aldy menempelkan mulutnya di bahu Ginara kemudian


menciumya berulang-ulang, berharap lelah istrinya akan berkurang.

__ADS_1


“Beneran gak papa?’ Ginara mengangguk tersenyum.


“Terima kasih, karena kau sudah merelakan tubuhmu


untukku…” Bisik Aldy manja yang membuat mata Ginara terbelalak malu. Di


pukulnya dada Aldy pelan.


“Ish…malu tahu…napa jelas banget sih…” Cemberutnya.


Cup


Aldy bangun kemudian mengecup bibir istrinya gemas,


bahkan di lu..atnya bibir yang masih sedikit bengkak itu. Ginara kembali


terbelalak kaget dengan berusaha bernapas.


“Ah…kebiasaan..” Ginara menunduk malu.


“Kan sudah aku bilang, sekali cemberut hukumannya


cium…”


“Ish…”, Ginara beringsut bangun,


“Kemana?” Tanya Aldy menahan tangan Ginara, “Aku


lapar, aku mau sarapan, kamu juga belum sarapan kan?” Tanya Ginara, Aldy mengangguk,


dia bangun dengan bergas kemudian mengangkat tubuh Ginara untuk duduk di


pinggir ranjang kemudian mengambilkan sandwich yang diterima Ginara dengan


senang hati. Aldy kembali mengambil sandwich untuk dirinya.


Akhirnya makanan dan jus buah yang tersedia sudah


habis tak bersisa. Aldy memindahkan piring yang kosong ke atas meja di dekat


tempat tidur.


“Kalau mau makan besar kita keluar kamar ya, sudah


“Nanti saja, aku sudah kenyang…”


“Ya sudah, istirahan lagi aja” Kata Aldy seraya


naik ke tempat tidur.


“Eh…bukannya kita harus ceck out ya Al…” Kata


Ginara heran, maksudnya menghindar untuk tidur berdua lagi….hehe…


“Santai aja kali, tiap hari begini aja juga sah-sah


aja kan” Aldy menarik lengan Ginara sehingga gadis itu terjerembab jatuh ke


atas tubuh Aldy, laki-laki muda itu tertawa senang.


“Katanya lelah, kok sepertinya mau lagi sih…”


“Gak begitu ya…” Elak Ginara malu seraya bangkit


dari tubuh Aldy, tapi sayangnya laki-laki itu tetap menahan posisi Ginara


dengan memeluk pinggangnya erat.


“Diamlah…aku tidak ingin membuatmu kelelahan lagi,


jadi istirahatlah, jangan membantah lagi, apa kau mau aku menyerangmu lagi…?” Aldy


memejamkan matanya, sementara Ginara masih gelisah dengan posisi intimnya.


“Ah…tidak…tidak…,baiklah aku akan istirahat,


selamat istirahat.” Ucap Ginara seraya menenggelamkan wajahnya di pelukan Aldy


dengan tetap berada di atas tubuh Aldy.


Aldy mengecup pucuk kepala Ginara sebagai pengantar


tidur untuknya seraya menepuk punggungnya dengan lembut.

__ADS_1


“Ternyata menikah semenyenangkan ini ya, ada orang


yang menemanimu, ada orang yang bisa kau peluk, kau cium, ada wangi baru yang


selalu menjadi candumu. Aku bahagia Sweety dengan keberadaanmu di sini,


istriku…” Kata Aldy seraya menghujani wajah Ginara dengan ciuman. Setelah itu


ia lebih menangkupkan wajah istrinya di atas dadanya, berbarengan dengan suara


tarikan nafas yang berhembus pelan.


“Aku mencintaimu Al, sangat…bahkan melebihi cintamu


padaku, jadi tetaplah di sisiku suamiku.” Ginara tersenyum mendongak menatap


wajah Aldy. Gadis itu tersenyum.


“Hah, sudah tidur rupanya, pantas tangannya diam,


kau rupanya lelah juga ya…” Perlahan dia mengangkat tangan Aldy dari tubuhnya,


lalu beringsut agak duduk, bertumpu  pada


lengannya, memandang wajah tampan dan tenang suaminya.


Dia suamiku, hehe.


Suami brondongku…uuhhh.


Menusuk pipi kanan, yang paling tampan dan


menggemaskan. Menusuk pipi lagi, terus begitu, sampai Ginara memilih menurunkan


tubuhnya lagi, memindahkan tangan Aldy ke bahunya. Merapatkan tubuh ke dadanya.


Baru dalam hitungan jam dia menikah, dia sudah kecanduan aroma tubuh suaminya.


Hehe, dia kan suamiku, jadi cuma aku yang boleh


memeluknya. Hehe.


Di dekapnya tubuh gagah itu dengan erat seakan-akan


takut hilang dari dekapannya ketika dia bangun nantinya. Dalam sekejap dua


insan itu kembali tenang dalam dekapan satu sama lain.


Teruslah seperti itu Aldy dan Ginara…kebahagiaan


akan selalu menyertai kalian berdua, selamanya…selama-lamanya…..


Dan…. begitulah akhir dari kisah Ginara dan Aldy….


Semoga kebahagiaan selalu menyertai kehidupan


mereka tanpa ada lagi peristiwa yang menyebabkan air mata Ginara jatuh kembali.


Yeeeee……prok..prok..prok…


Alhamdulillah, akhirnya readers…novel pertamaku dah


tamat….


Gak papalah ya…gak sampai terus punya anak, tapi


akhir bahagia telah di alami oleh Ginara dan ke depan tidak ada lagi peristiwa


yang membuatnya terpuruk, malah kehidupan Ginara-Aldi akan selalu di liputi


oleh kebahagiaan.


Sekarang aku sedang mulai merintis novel aku yang


kedua, doain lancar ya readers.


Salam jumpa kembali readers di novel kedua ku


nanti…


Assalamu’alaikum….


Bye…bye…

__ADS_1


__ADS_2