Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Bahagia Hingga Akhir


__ADS_3

Ketiga kakak beradik Mahendra saling berhadapan


dengan pandangan terharu, mereka tidak menyangka mereka akan mengalami moment


pernikahan yang di satukan. Ginara memeluk abangnya erat dan kembali menangis


di sana.


“Hei, ini hari bahagia lho, harusnya kita tertawa


bukan menangis…” Kata Genta sambil tertawa, di tepuknya punggung adik tirinya


itu dengan lembut dan sayang.


“Terima kasih Abang sudah bimbing dan sayang sama Gi


selama ini” Ucap Ginara.


“Abang selalu sayang sama kamu” Peluk erat Genta.


Setelah itu Ginara beralih memeluk Davin, pemuda itu juga memeluk erat


kakaknya.


“Hmmmm…kakak aku dah jadi istri sekarang, baik-baik


ya…” Godanya di sela pelukannya. Ginara memukul punggung Davin.


“Emang kau bukan suami sekarang” Ledeknya. Davin


tertawa, “Aku hanya tidak percaya saja bisa menikah di usia muda, bahkan belum


lulus kuliah lho” Katanya.


“Kau harus bertanggung jawab sebagai suami, jangan


slenge’an lagi, kau pria dewasa sekarang” Nasehat Ginara sambil melepas


pelukannya. Davin membuat gerakan menghormat.


“Siap komandan!” Mereka yang berada di sekitar


kakak beradik itu tertawa ramai.


Dina, Ginara dan Mahira saling berpelukan erat


seperti Teletubbis, mereka tertawa bahagia, dan selamanya mereka akan terus


bahagia.


“Selamat Gi, akhirnya kau benar-benar menikah”


“Ceh…doa apaan itu” Cemberut Ginara di sambut tawa


kedua gadis di hadapannya.


“By the way, selamat juga kalian, selamat bergabung


dalam keluarga besar Mahendra, aku bahagia kalian menjadi saudaraku” Sambung


Ginara dengan tersenyum. Ketiga gadis itu kembali berpelukan.


“Terima kasih Kak Gi, Mbak Dina, Hira juga bahagia


menjadi bagian keluarga Mahendra, ke depan kita akan saling mendukung” Kata


Mahira akhirnya.


“Pastinya…” Seru Dina ceria.


“Nyonya Muda Dhanurendra…” Panggil seseorang


tiba-tiba yang langsung membuat Ginara menoleh, matanya berbinar cerah


mendapati laki-laki muda yang kini menjadi suaminya. Di ulurkannya tangan


kanannya menyambut suaminya. Laki-laki itu menggenggam jemari Ginara seraya


tersenyum.


“Sudah selesai pelukable nya?” Ginara memukul


lengan Aldy gemas.


“Ish…”


“Aku tidak sabar ingin membawamu pergi dari sini…”


Katanya dengan menatap wajah wanitanya.


“Jangan mulai Al…” Kata Ginara jengah.


“Masak masih saja Al?” Protes Aldy cemberut, gadis


itu terkekeh.


“Jangan niru anak remaja ah…pake panggilan


kesayangan juga, malu tahu”


“Aku kan memang masih anak remaja…” Rajuknya.


“Iya, anak remaja yang berani dan nekat menikahi wanita


tua” Desis Ginara pelan dengan mata yang menatap lucu. Aldy membelalak tak


suka.


“Siapa yang wanita tua hah?” Marahnya, “Siapa juga


yang nekat?” Sambungnya masih dengan pose marah. Ginara menutup mulut Aldy


dengan cepat seraya menoleh ke sekitarnya. Untung semua sudah pada menyebar


untuk menikmati hidangan.


“Ish..iya, iya…laki-laki dewasa yang penyayang yang


sangat menyayangi istrinya, puas” Rajuknya. Aldy langsung tersenyum lebar.


“Ehmm, manisnya…istri siapa sih ini?” Godanya

__ADS_1


seraya menoel hidung mancung Ginara membuat gadis itu semakin memerah wajahnya.


Dia bermaksud berbalik menghindari Aldy untuk menghampiri semua keluarga dan


teman-temannya yang lain. Tapi sebuah tangan langsung menariknya cepat sehingga


ia tidak sempat menghindar, alhasil, dia jatuh ke pelukan suaminya dengan


sempurna.


“Sekarang, kemanapun kamu melangkah, aku akan


selalu berada di sisimu, sweety” Katanya pelan kemudian mencium lembut bibir


ranum istrinya. Sejenak Ginara terpaku mendapat perlakuan lembut itu, ia lupa ia


berada di mana, secara ini adalah pengalaman pertama di cium seorang lelaki.


Namun sedetik kemudian ia menunduk malu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher


suaminya. Ya, tinggi mereka hanya beda 10 cm, jadi adegan pelukan mereka pun


sejajar tidak ada yang menunduk ataupun mendongak.


Aldy melingkarkan tangan kanannya di pinggang


istrinya, mengajaknya untuk menghampiri keluarganya yang lain. Tidak ada lagi


yang mau duduk di koade masing-masing, tapi mereka semua berbaur menjadi satu


di arena tengah, sehingga para tamu undangan tidak perlu naik ke satu persatu


koade untuk memberi selamat kepada mereka.


“Akung…” Ginara menghambur ke pelukan kakekknya


tanpa sungkan dengan sekitarnya, ia ingin kembali bermanja dengan kakekknya


itu. Sena menyambut pelukan Ginara sayang, di ciumnya kening cucunya lembut.


“Gadis kecilku….” Ucap Sena bahagia di tengah


matanya yang berkaca-kaca.


“Dan gadis kecil itu istriku Akung” Sambut Aldy


tersenyum. Sena tertawa renyah, ia merangkul cucu menantunya itu hangat.


“Aku sudah yakin kamu bakal jadi cucuku ketika


pertama kali kita bertemu” Kata Sena menatap Aldy. Laki-laki itu membelalak tak


percaya.


“Oh ya Akung…? Keyakinan anda 100 persen telah


terbukti” Bangganya seraya mengerling manja ke arah Ginara. Gadis itu hanya


mendengus ringan. Ia lebih memilih memeluk neneknya daripada menanggapi rayuan


suaminya.


“Uti…” Hana memeluk cucunya erat, isakan muncul di


lembut.


“Uti, ini hari bahagia aku lho, kok malah nangis, aku


aja dah gak nangis…” Ginara mencoba tegar di hadapan wanita tua yang dulu


pernah membencinya itu, bohong kalau ia gak ingin menangis. Wanita tua itu


tersenyum menyaksikan cucunya menghapus air matanya.


“Jadilah cucuku yang selalu tersenyum seperti ini


terus ke depannya….” Katanya tersenyum di balas senyuman juga oleh Ginara.


“Pasti Uti, Tante Win” Pelukan Ginara beralih ke


Winda, wanita baya itu memeluk erat, ia lebih bisa menguasai diri daripada


ibunya.


“Berbahagialah, kamu pantas mendapatkannya, tante


bahagia untukmu sayang” Kata Winda. Ginara mengangguk dan tersenyum kemudian


tanpa di suruh si kembar langsung menerombol mamanya padahal papinya belum


diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat, terlalu lama bagi mereka kalau


harus menunggu antrian untuk memberi selamat kepada sepupu mereka.


“Kak Gi…” Seru mereka bersamaan dan memeluk


bersamaan juga dari kanan dan kiri Ginara. Gadis itu tertawa senang.


“Kalian itu ya, bukannya nunggu giliran juga” Marah


Ginara. Keduanya cemberut, sementara Rendi papinya hanya mendengus seraya


menggeleng pasrah dengan kelakuan putra kembarnya.


“Habisnya terlalu lama Kak menunggu adegan yang


tua-tua…auh sakit Mi” Daffa mengelus bahunya yang dipukul oleh Winda. Ginara


hanya tertawa diiringi yang lain.


“Kalian itu ya, tunggu giliran apa susahnya sih…”


Tegur Winda sewot, apalagi mendengar mereka di katai golongan tua-tua. Daffa


dan Raffa mengacungkan dua jari telunjuk dan jari tengah membentuk huruf V.


“Peace Mami, kalau nunggu mereka…sampai akhir gak


bakalan kami dapat jatah pelukan dari Kakak” Cemberut Raffa sambil menunjuk


antrian panjang di belakangnya.

__ADS_1


“Hehe, selamat ya Kak, jangan lupakan kita lho Kak,


aku masih belum puas bermanja sama kakak perempuanku” Ucap Daffa manja sambil


memeluk Ginara sayang. Tapi pelukan itu langsung di tarik oleh saudara


kembarnya membuat laki-laki muda itu cemberut.


“Aku juga belum puas kali Bang, dah minggir,


giliranku ini…”, Raffa menggeser posisi abangnya ke samping dan langsung


memeluk erat Ginara. Gadis itu tertawa seraya membalas pelukan adik sepupunya


itu.


“Kakak masih punya janji yang belum ditepati untuk


main sama kita ya” Tegas Raffa.


“Iya, aku masih ingat kok” Ginara tersenyum menatap


si kembar yang seumuran dengan Davin, tapi kadang masih kekanakan sifatnya,


“Kakak akan sempatkan main bareng sama kalian” Sambungnya seraya mengacak kedua


rambut mereka bersamaan, membuat dua pemuda itu kembali memeluknya senang.


Acara resepsi terus berlanjut sampai malam dan


hanya tinggal kalangan keluarga saja yang tinggal di ballroom itu. Setelah


menunggu semuanya berpamitan pulang, keluarga besar pengantin juga meninggalkan


tempat acara menuju rumah masing-masing, menyisakan ketiga pasangan pengantin


yang memang telah di siapkan kamar president suite room untuk melengkapi malam


pertama mereka.


Tampak mereka berjalan beriringan menuju lift


khusus dan bersenda gurau, bahkan saling melempar ejekan dan godaan yang


membuat para gadis jengah dan memerah wajahnya bak kepiting rebus. Sampailah


mereka di lantai teratas hotel itu yang kebetulan sekali memang hanya


menyediakan tiga kamar khusus president suite room di hotel mereka. Mereka


berdiri di depan kamar masing-masing.


“Hei, abang berdua…jangan teriak keras-keras yah


nanti” Seru Davin kocak yang langsung di sambut cubitan di pingganya.


“Aduh yang…yang mesra kek cubitnya, yuk kita lanjut


di dalam…” Dasar Davin, slenge’an tetep aja slenge’an.


“Palingan kamu yang teriak-teriak…” Balas Aldy


mengejek.


“Wah…teriak apaan?”


“Nambah dong yang…” Balas Aldy tak kalah kocak.


“Wesss…kita semua itu hahaha…aduh..aduh iya yang,


iya ini masuk…” Davin mengelus pinggangnya yang kali ini bener-bener pedih


rasanya.


Tidak ada lagi candaan karena mereka telah masuk ke


dalam kamar masing-masing untuk melaksanakan hajatan mereka setelah menunggu


seharian penuh. Moment yang selalu di tunggu oleh semua pengantin adalah ketika


malam pertama. Dan bagaimana malam pertama mereka? Hanya mereka yang tahu,


karena itu privasi mereka dongggg. Ya nggak, ya nggak, ya iyalah masak nggak.


Kalian yang dah pada nikah pasti juga ngalamin dan nggak mau bagi ke temen


kalian. Ya kan, PRIVASI kata kalian. Begitu juga Author yang baik hati


ini…tidak mau membeberkan malam pertama mereka ya, cukup mereka yang merasakan


sendiri bagaimana pengalaman malam pertama mereka. Kita mah…cuma berharap malam


pertama mereka berhasil dengan lancar, cemerlang, dan tanpa hambatan. Hehehehe,


emang jalan tol.


Ya udahlah, segini aja dulu ya…dah tamat nih novel,


aku suka buat novel tuh LUBER eh kayak pemilu aja thor…iya sih hehe. Tahu gak


sih? LUBER itu Lancar, Urut, Bahagia, Episode singkat, dan R untuk Resapi baca


novel aku…..hahaha


Alhamdulillah, akhirnya novel pertama aku bisa


berakhir dengan lancar, semoga aku bisa menuliskan kembali karya aku yang


laiiinnn yaaaa…..


Terima kasih banyak-banyak yang telah mau mampir


dan membaca novelku, dan alangkah lebih berterima kasih lagi kalau novelku juga


ada yang nge-like, koment, vote, hadiah, komentar membangun…hmmmm pokoknya


lope-lope deh sama reader semuanya….


Salam Readers yang tersayang….


Muah…muah…

__ADS_1


Wassalamu’alikum


__ADS_2