
"Bagaimana..???"
"Dokter bilang Dia tidak apa-apa.Hanya kekurangan cairan.Dan luka lebam nya juga tidak terlalu parah.Seperti nya Mereka menyiksa Alex agar mati kelaparan."Dusta Leonard
"Apa kau yakin Putramu tidak dicuci otak nya oleh mereka..?"
"Dia Putra ku.Aku yakin Dia tidak akan mengkhianati kita..Lebih baik kita bicarakan ini di markas saja.Biarkan Alex beristirahat dulu..Jessi tolong kau temani Alex sampai Dia sadar ya.Dan tolong kabari Aku jika terjadi sesuatu.."Jessi yang sedari tadi diam memperhatikan kedua pria paruh baya itu mengangguk pelan.
Leonard melihat Alex yang masih belum sadarkan diri sebelum pergi meninggalkan nya.
"Tidak perlu berpura-pura tidur lagi.Mereka sudah pergi.."Jessi melihat kedua pria paruh baya itu keluar dari ruang rawat Alex hingga menghilang dari lorong Rumah Sakit.
Jessi melipat kedua tangan nya di depan dada nya."Akting mu sungguh buruk Lex.."Alex membuka kedua mata nya menatap tajam Jessika.Tapi sama sekali tidak berpengaruh pada wanita itu.
"Apa si Tua itu Orang yang kalian maksud Dia waktu itu??Pria itu sungguh mengerikan.Bahkan Daddy pun tunduk pada nya.."Alex hanya diam mendengarkan ocehan Wanita itu.
"Bagaimana keadaan mu..Apa masih sakit..?"Jessi menyentuh tangan Alex tapi di tepis oleh pria itu.
"Kenapa..?Apa kau sekarang jijik dengan Jal*** ini .."
"Aku tau Lex.Kau mengetahui semua nya tentang perbuatan ku selama ini.Kau memata-mataiku kan.Tapi Aku tidak perduli.Dari dulu Aku sudah bilang pada mu kan bahwa Aku hanya seorang Jal***.Aku juga tau cintamu tidak tulus padaku."
Alex masih terdiam .Dia sama sekali penasaran dengan maksud Jessi mengatakan semua itu.
__ADS_1
"Aku juga tidak perduli seberapa hebat dirimu atau seberapa mengerikan nya Dia .Tapi Aku tidak akan tinggal diam jika kalian melukai Azlan dkk lagi."
Akex tersenyum sinis."Apa kau masih berharap Azlan akan menerima mu lagi .hem.Asal kau tau Dia sudah mempunyai calon istri.Dan kau tidak akan bisa mendapatkan Azlan lagi."
"Aku tau.Tapi apa kau tau istilah cinta tak harus memiliki..??Cinta itu di rasakan oleh hati dan pikiran.Jika hati mu berkata Bahagia melihat orang yang kau cintai tersenyum pasti pikiran mu akan melakukan apa pun agar orang itu selalu tersenyum.Tapi jika kau menggunakan pikiran mu untuk mendapat kan orang itu bagaimana pun cara nya itu nama nya terobsesi.Cinta karena nafsu ingin memiliki.Itu maka nya Aku belajar melihat orang yang aku cintai menggunakan hati ku.Walau ada sakit yang nanti nya aku rasakan karena tidak bisa memiliki nya.Tapi melihat senyum nya itu adalah obat terbaik untuk menutupi luka di hati ku.."
Alex terdiam mencerna perkataan Jessika.Selama ini dia selalu melakukan apa pun untuk bisa memiliki Ariel.Tapi apa yang dia dapat?Kebencian dan caci maki dari wanita yang dia cintai.Bahkan Dia membuat orang yang Dia cintai itu menangis.Sakit .Saat melihat airmata itu menetes dari pelupuk mata orang yang Dia cintai.Tapi rasa ingin memiliki Ariel seutuh nya telah menutup hati nya dan membuat pikiran nya untuk melakukan apa pun agar Gadis itu mau dengan nya.
"Selama ini Aku selalu memaksakan kehendak ku untuk memiliki nya .Tapi itu malah semakin membuat Dia mrmbenci ku."lirih Alex
"Apa gadis itu yang selama ini kau cintai..?Aku pernah beberapa kali melihat mu memaksa seorang gadis .Waktu di depan toilet di pusat pembelanjaan dan di dekat kampus xxx."
Alex hanya menganggung pelan dan menundukkan kepalanya.
Alex menaikkan sudut bibir nya .Dia menatap Jessika dan mengatakan siapa suster El sebenar nya.
"Suster El dan gadis yang kau lihat itu adalah orang yang sama.."Jessi nampak terkejut dengan ucapan Alex.
"Gadis itu menyamar menjadi suster El karena Dia ingin merawat calon suami nya yang buta karena menyelamatkan nya dari kecelakaan waktu itu."
"Ma-maksud mu"tanya Jessi terbata
"Gadisku adalah calon istri Azlan.Orang yang kau puja-puja itu.."Jessi membekap mulut nya tidak percaya.Bagaimana mungkin ini terjadi.Sungguh sangat rumit hubungan ini.
__ADS_1
"Bagaimana..Apa kau masih bisa terima hubungan mereka dan mencintai Azlan tanpa memiliki nya sedang kau kenal dengan calon istri nya.."tanya Alex menatap Jessi dengan tatapan menghina.
"Jadi selama ini Aku telah salah mengira..Astaga apa yang harus aku lakukan.Aku bahkan menyuruh suster El untuk meracuni calon suami nya sendiri"gumam Jessi yang masih di dengar oleh Alex.
"Apa kau merasa bersalah..?!Alex melihat raut wajah Jessika yang berubah sedih setelah mendengar ucapan nya.
"Aku melakukan kesalahan besar Lex..hiks.."
"Hei..tenangkan diri mu..Aku yakin mereka sudah tau rencana mu.Bukti nya sampai sekarang Azlan baik-baik saja.Sama seperti saat kau menyuruh pelayan untuk meracuni nya.Pasti Azlan sudah menyadari nya dari awal.."
"Iya .Kau benar Lex.Di sisa hidup ku Aku ingin menebus semua kesalahan ku pada mereka.Aku tidak perduli mereka akan memaafkan ku atau tidak.."tekad Jessi.
"Cincin ini adalah pemberian Azlan. Tapi Cincin ini adalah desain dari seseorang khusus untuk ku.."Jessi tersenyum melihat cincin yang melingkar di jari manis nya.Tapi diri nya tersentak karena di tangan nya di tarik oleh Alex.
"Cincin ini.Boleh Aku lihat sebentar.."Jessika mengangguk pelan dan melepaskan cincin nya.Alex memperhatikan dengan teliti cincin itu.
"Apa kau selalu memakai nya..?"lagi-lagi Jessi mengangguk.
"Saat bertemu Dia Kau juga memakai nya.."
"Iya kenapa memang nya.."tanya Jessi menatap Alex heran.
Alex menaikkan sudut bibir nya.."Jika Jessika selalu memakai nya dan saat bertemu Orang itu Jessi juga memakai nya berarti Azlan sudah mengetahui siapa yang Dia cari..Huh..Kau hebat juga Lan.."batin Alex
__ADS_1