Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Harta Berharga


__ADS_3

Waktu terus berlalu.Tak terasa sudah dua Minggu tragedi itu terjadi.Kini semua sudah kembali seperti sedia kala.Para Pelayan Pramudya sudah kembali bekerja seperti biasa.


Ya.. Sebelum tragedi itu terjadi,Pak Tino memberikan liburan gratis kepada semua pelayan selama dua Minggu.Dan anak buah Pak Tino mengganti tugas mereka dengan menyamar sebagai pelayan..


Tentu saja semua merasa senang karena baru kali ini mereka diberi libur selama itu.Dan semua fasilitas dan biaya ditanggung oleh Tuan Muda Pramudya.


Tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi selama mereka berlibur.Karena setelah mereka kembali semua masih sama seperti tidak pernah terjadi apa-apa..


Dan kini semua tengah berkumpul santai di ruang keluarga.Tak terkecuali Alex, Leonard, Jessica dan Baron.Para pelayan menyajikan minuman dan cemilan untuk mereka.


Semua sudah memaafkan kesalahan mereka Terbukti saat ini Jessica begitu akrab bercerita dengan Ariel.Begitu juga dengan Alex dan Leonard.Sedang Baron memilih berdiri dibelakang mereka layak nya seorang pengawal dan hanya mendengar kan mereka berbicara.


Kadang Mereka bersenda gurau dan kadang terlihat serius membahas soal bisnis.


Obrolan mereka terhenti saat Pak Tino menghampiri mereka.


"Maaf mengganggu Tuan.Ada yang ingin saya sampaikan."


Melihat raut wajah Pak Tino yang serius membuat semua mata tertuju pada nya.


"Katakan...!!!"


"Sesuai dengan wasiat alm Tuan Besar,, Saya ingin menunjukkan ruang tempat penyimpanan harta keluarga Pramudya kepada Anda selaku pewaris tunggal Pramudya."


Semua tercengang mendengar ucapan Pak Tino.Terutama Rendy, Alex dan Baron.Bukan kah kemarin Pak Tino mengatakan tidak mengetahui tentang tempat itu.Tapi kenapa sekarang Dia berkata lain.


Sedang Azlan hanya diam mendengar kan.


"Benarkah..??Aku kira Dewa hanya membual soal harta itu.."seru Azlan


Pak Tino menanggapi dengan senyuman."Soal itu saya tidak berhak untuk berbicara.Tapi Alm Tuan Besar pernah memberitahu saya harta berharga keluarga Pramudya.Dan itu Tuan Besar siapkan untuk Tuan Muda.."


Walau bingung dengan apa yang diucapkan Pak Tino, Azlan dan yang lainnya tetap mengikuti Pak Tino yang ingin menunjukkan tempat itu berada.


Disini, Diruang kerja mendiang Rendra,,Pak Tino dan yang lainnya berada.


Pak Tino membuka lemari kaca tempat penyimpanan dokumen-dokumen penting tentang kerjasama dengan perusahaan lain dan data-data penting perusahaan Pramudya.Juga terdapat buku-buku tentang bisnis dan buku lainnya.


Pak Tino mengambil beberapa buku yang tersusun rapi, tapi ada satu buku yang masih berdiri walau buku-buku yang mengapitnya sudah di ambil.


Pak Tino menarik buku tersebut seperti menarik tuas sehingga terdengar dinding yang berada di ruangan itu bergeser.


Semua kaget melihat dinding tersebut dan mengikuti Pak Tino yang berjalan mendekati dinding itu.

__ADS_1


Terdapat sebuah pintu besi yang tertutup rapat.Pak Tino meminta Azlan untuk menekan tombol disana karena pintu itu hanya bisa dibuka dengan sidik jari nya.


"Silahkan Tuan Muda menekan tombol ini.. Karena pintu itu hanya bisa dibuka dengan sidik jari Tuan Muda.."


Azlan menekan tombol tersebut dan pintu besi itu terbuka..


Terdapat sebuah ruangan disana.Azlan masuk perlahan kedalam karena keadaan ruangan yang gelap diikuti yang lainnya.


Jessica merapat kan diri pada Alex dan tanpa sadar dia memegang erat lengan Pria itu.


Pak Tino menekan saklar lampu membuat ruangan itu menjadi terang benderang.


Karena lampu yang tiba-tiba menyala membuat semua silau dan menghalanginya mata mereka dengan lengan mereka.


Dan saat mereka bisa menyesuaikan penglihatan mereka,Semua mata tersentak dengan apa yang mereka lihat.Terutama Azlan.


Dia tidak bisa berkata apa-apa.. Antara sedih dan bahagia Dia menatap benda yang terjejer rapi di sana.


Foto kenangan keluarga Pramudya tertata rapi di dinding.Ada Foto Ayah dan Bunda Azlan saat masih muda,, saat mereka menikah dan berlibur .Bahkan foto Azlan kecil saat bersama kedua orang tuanya pun ada.


Pak Tino memutar sebuah video dan terlihat di layar lebar yang ada di dinding.


Video itu menunjukkan saat Ayah dan Bunda bermain bersama Azlan kecil.Mereka bermain bercanda bersama.Tertawa bahagia.


Semua menatap haru video itu.


Ariel dan Danu saling menguatkan mengingat kebersamaan mereka dengan alm Ayah Hendra.


Begitu juga dengan Alex dan Jessica.. Mereka merasa kehilangan dan merindukan keluarga mereka.Tapi mereka lebih mereka bersalah karena bagaimanapun keluarga mereka yang menyebabkan Azlan kehilangan kebahagiaan nya.


Azlan bergeming.Dia menatap video kedua orang tuanya dengan mata yang berkaca-kaca.


Hingga di akhir video itu Kakek Rendra mengatakan sesuatu pada Azlan.


"*Alan cucu ku.Maafkan Kakek yang sudah merenggut kebahagiaan mu.Semua ini salah Kakek."


"Diusia mu yang masih muda kau harus kehilangan kedua orang tua mu..."


"Hanya karena rasa kasihan,, Kakek memungut bajingan yang telah membuat kita kehilangan orang-orang yang kita kasihi. "


"Harusnya Kakek lebih hati-hati dan menyadari lebih awal jika rasa iri, dendam dan keserakahan telah merasuki bajingan itu..Dan bisa menghentikan nya sebelum terlambat.."


"Tapi Kakek tidak bisa.."

__ADS_1


"Setiap hari Kakek selalu menyalahkan diri Kakek sendiri karena menyebabkan kekacauan ini.."


"Maafkan Kakek Alan..


"Kakek tau kau hanya berpura-pura tegar dihadapan Kakek.Kakek tau tiap malam kau menangis merindukan Ayah Bunda mu.."


"Maafkan Kakek Alan..Maaf.."


"Kakek sudah berusaha membalas perbuatan mereka dan mencari bajingan itu Tapi semua malah menjadi semakin kacau..Bahkan keluarga sahabat Kakek ikut menjadi korban.. Kakek benar-benar menyesal.."


"Tapi Kakek terlalu lelah melihat nyawa orang yang tidak bersalah menjadi korban . Orang-orang yang kakek sayangi,, Orang kepercayaan Kakek satu persatu pergi meninggalkan Kakek.."


"Kakek lelah Lan..Maaf Kakek juga harus meninggalkan mu."


"Tapi kamu tidak sendiri cucu ku.Kakek sudah menempatkan orang kepercayaan Kakek.Anak asuh Kakek.. Mereka akan membantu mu sampai Akhir.."


"Maafkan Kakek juga yang tidak memberitahu mu lebih awal.Kakek hanya tidak mau kau celaka.Karena kau belum bisa mengontrol emosi mu.."


"Kakek menyayangi mu Lan.. Selalu...Jaga diri mu baik-baik dan segera lah menikah.. Jangan sampai kau jadi bujang lapuk..Hehehe..."


"Kakek menyayangi mu*.."


Semua menunduk memberi penghormatan terakhir pada Kakek Rendra saat video berakhir.


Mereka saling menguatkan satu sama lain.Terutama Azlan yang tubuhnya luruh kelantai.


"Kakek... Terimakasih kek..Alan sayang Kakek..."Ucap Azlan ditengah tangisnya


"Harta yang paling berharga bukanlah uang melainkan keluarga.Ini lah yang disiapkan Tuan Besar sebelum beliau meninggal.Beliau selalu menatap foto Tuan dan Nyonya dan selalu menyalahkan dirinya sendiri.. Beliau begitu menyayangi anda Tuan Muda.. Saya harap Anda mau memaafkan nya.."seru pak Tino


"Terimakasih Pak Tino.Ini adalah harta berharga yang tidak akan bisa dibeli dengan uang.Keluarga adalah segala.Walau mereka sudah tiada tapi mereka akan tetap ada dihati kita.."


"Aku juga tidak tertarik dengan harta yang di maksud Dewa waktu itu.Aku hanya menganggap itu bualan saja.. Kalaupun harta itu ada Aku juga tidak perduli.."lanjut Azlan..


Pak Tino tersenyum dan membantu Azlan berdiri.."Akan ada orang yang lebih berhak memberitahu Tuan Muda tentang Harta itu.Saya hanya bertugas menyampaikan wasiat Tuan Besar tentang ruangan ini..."


Azlan mengerutkan keningnya.."Apa maksudmu..??"


"Nanti juga Tuan Muda akan tahu.."Seringai Pak Tino


"Tu_Tuan Muda..."Nino menghampiri Azlan dan yang lain sambil berlari dan mengatur Nafasnya


"Ada apa..."tanya Rendy

__ADS_1


"Di_di luar...Diluar ada .."


Semua nampak tegang menunggu Nino..


__ADS_2