Cinta Tak Pernah Salah

Cinta Tak Pernah Salah
Sang Pengkhianat 1


__ADS_3

Azlan dan yang lain nya keluar dari ruang tempat penyekapan yang dilakukan oleh Dewa.Tapi sekarang keadaan nya terbalik karena Dewa di jadikan tawanan oleh Azlan.


Dewa mengutuk dirinya karena tidak menempatkan penjaga di lantai atas.Dia mengira bisa mengatasinya sendiri selama anak buah nya melawan Rendy Dkk.


Tapi siapa sangka, Dirinya ditipu oleh Azlan yang berpura-pura buta.Jika saja Dia tidak kecolongan,, saat ini Dia yakin bisa menang melawan Azlan.


Tapi sayang Dia sudah dihajar terlebih dahulu oleh Azlan.


Kini harapan nya tinggal Baron.Orang kepercayaan nya.Dia berharap Baron datang menyelamatkan nya sehingga dia bisa melakukan rencana B.


Tanpa Dewa ketahui jika saat ini Baron memang mencari nya.Tapi bukan untuk membantu nya melainkan untuk membalas perbuatannya terhadap keluarga nya.


Saat melewati beberapa ruangan, Azlan dan yang lain melihat Rendy dan Danu tercekik oleh lengan seseorang.


"Lepaskan mereka...!!!"teriak Alex..


Dewa lega karena Baron datang tepat waktu.Sedang Azlan nampak mengerutkan keningnya.


Di depan nya Rendy dan Danu memang terlihat tercekik tapi melihat belati yang Danu pegang seharusnya Dia bisa dengan mudah mengalahkan pria itu.


Sedangkan ketiga pria yang dimaksud hanya terdiam.Kemudian Baron tersadar dengan kode mata yang dilakukan Dewa.


"Beraktinglah seolah kalian kalah melawan ku.."gumam Baron nyaris tak terdengar.


Danu dan Rendy yang mulai paham mengikuti perkataan Baron.Mereka berteriak seolah kesakitan karena lengan Baron yang melingkar di leher mereka..


"Argghh..Lan..To-long.."teriak Danu..


"Bo_bos...


"Diam.."hardik Baron.


Azlan semakin heran dengan Kedua pemuda itu.Sedang Alex mulai sadar dengan keanehan Danu."Bukan nya Danu memegang belati.Tapi kenapa tidak dia pakai untuk melawan Baron..??"batin Alex


"lepaskan mereka..!!"teriak Azlan.


"Tidak semudah itu Tuan Muda.."seru Baron.Dia melihat kode mata yang dilakukan Dewa.


"Dia ingin Aku bernegosiasi menukar Sandera.Dan setelah nya Dia akan melakukan rencana B."gumam Baron

__ADS_1


"Rencana B???Apa itu???"tanya Rendy


"Meledak kan tempat ini.."Danu dan Rendy saling pandang mendengar perkataan Baron.


"Aku beri waktu kalian Lima belas menit untuk keluar dari tempat ini sebelum Dia menekan tombol pemicu bom yang sudah dipasang di sekitar rumah ini.."gumamnya lagi


"Lepaskan Tuan D baru aku akan melepaskan kedua cunguk ini.."tawar Baron


"Kau bilang apa tadi..??"Danu melayangkan protes pada Baron yang seenak nya memanggil nya cunguk.


"Diamlah.."titah Baron pada Danu Membuat pria itu mendengus kesal.


Rendy memberi kode pada Azlan untuk melakukan apa yang diinginkan Baron.


"Baiklah.Dalam hitungan ketiga kita lepaskan bersama cunguk-cunguk ini.."seru Azlan..


Danu menggeram kesal karena Azlan juga meledak nya.Sedang Baron nampak puas menggoda polisi muda itu..


"Keluarlah lewat lift yang ada di sudut sana.Kode nya adalah 25021875."Danu dan Rendy mengangguk pelan.Dalam hati mereka tampak mengingat kode yang diberikan Baron.Karena dalam situasi saat ini sangat sulit menghafal deretan angka tersebut.


"Kau siap..??"Tanya Azlan..


Baron mengacung kan senjata nya pada Azlan sedang Dewa nampak melepaskan kan ikatan di tangannya.


"Ayo kita sekarang langsung pergi..!!"Ajak Dewa..


Setelah kepergian Dewa dan Baron,,Azlan dan yang lain nampak terdiam melihat Danu dan Rendy.


"Bisa Kalian jelas kan ??"Rendy langsung tersadar dengan pertanyaan Azlan


"Kita harus segera keluar dari tempat ini.. Ayo tidak ada waktu lagi.."ajak Rendy


"Ada apa sebenarnya Ren..???"


"Tempat ini akan segera diledakkan Lan.Kita hanya punya waktu lima belas menit untuk keluar dari tempat ini.."terang Danu


"Apa..??!!!"teriak Azlan.


"Dari mana kalian tahu. ??"

__ADS_1


"Tidak ada waktu menjelaskan nya.Ren, cepat kau hubungi Nino dan yang lain untuk mundur.Beri tahu mereka tentang Bom itu agar mereka tidak banyak bertanya.."ucap Danu


Rendy tampak menghubungi Nino untuk mundur sambil berlari.Sampai didepan lift yang di sebut kan Baron,Danu mulai menekan kode yang diberikan oleh Baron.


Sedang Dewa dan Baron yang sudah sampai di parkiran segera menaiki mobil nya keluar dari tempat itu.


Sejauh mungkin Baron mengendarai mobil nya.Selain agar terhindar dari ledakan,, Baron juga ingin memberi waktu pada Rendy dan yang lain keluar dari sana..


Setelah dirasa cukup jauh, Baron menghentikan mobilnya dan berputar arah menghadap pada rumah mewah Dewa.


"Apa Tuan yakin akan melakukan ini..??"tanya Baron


"Tentu saja.. Aku tidak perduli dengan rumah itu.Apalagi sebentar lagi aku akan mendapatkan yang lebih dari rumah itu."


"Boleh kah Saya yang melakukan nya Tuan..??"


Dewa memberikan tombol pemicu bom itu pada Baron.


"Semoga kalian sudah keluar dari sana.."


Klik


Duarr Duarr Duarr ..


Terdengar ledakan yang sangat dahsyat merobohkan rumah mewah itu.


"Dengan begini tidak ada lagi keturunan Pramudya..Hahaha.."Tawa Dewa menggelegar memekikkan telinga.


"Sekarang kita ke rumah utama Pramudya. "titah Dewa..


Mobil yang di kendaraani Baron langsung melesat menuju rumah utama Pramudya.


Sementara itu Rendy dan yang lain berada di dalam lift ternyata menghubung langsung ke ruang bawah tanah.Mereka terus berlari hingga keluar dari pintu ruang bawah tanah itu yang ternyata sudah berada di luar halaman rumah Dewa.Hingga tak berapa lama terdengar ledakan dahsyat dari rumah Dewa.sehingga membuat rumah mewah itu roboh seketika.


Sedang Nino yang baru saja dihubungi Rendy langsung memerintahkan anak buahnya untuk mundur.Sedang anak buah Dewa yang melihat lawan mereka mundur mengira lawan mereka takut dan kalah


Mereka menertawakan lawan mereka yang lari terbirit-birit keluar dari kediaman Dewa.Hingga terdengar dentuman dahsyat yang menggetarkan tanah tempat mereka berdiri.


Bangunan itu roboh seketika menimbun mereka anak buah Dewa yang masih hidup.

__ADS_1


__ADS_2