
Sudah seminggu sejak kejadian penyiraman di cafe oleh lelaki yang sama sekali tak kukenal. Dan aku masih belum melupakannya,tatapan kebenciannya begitu terlihat jelas di matanya.
Siapa dia sebenarnya? aku benar-benar tidak habis pikir dia mirip sekali dengan ayah. Atau jangan-jangan dia anak ayah?Tapi setahuku ayah masih single saat menikah dengan ibu. Arrgggghhh....ini benar-benar membingungkan.
Ini sudah jam 10 malam tapi aku masih belum bisa tidur,entah kenapa aku begitu gelisah.
Akupun pergi kedapur mengambil segelas air lalu aku kembali ke kamar.
Aku kembali berbaring suasana hening hanya sesekali terdengar suara hewan di malam hari yaps itu suara jangkrik.
prangg.....
aku kaget itu suara piring jatuh di dapur. Aku langsung bangun dan menuju ke dapur tapi sampai di dapur aku tidak menemukan siapapun . Aku berjalan ke arah kamar ibu dan adikku lyra dan tidak ada apapun hanya terdengar suara dengkuran halus dari mereka.
Lalu bagaimana bisa piring ini pecah?apa ayah,ibu dan lyra tidak mendengar nya?
Tiba-tiba aku merasa bulu kudukku berdiri, oh Tuhan situasi macam apa ini?
Aku berusaha tenang dan kembali ke kamarku.
Seketika aku terkejut di dalam kamarku aku melihat seorang pria duduk dengan memainkan sebuah pisau.
__ADS_1
"ka..kau..kau siapa?apa yang kau lakukan di kamarku?dan bagaimana bisa kau masuk?" kataku gemetaran.
"hahahahaha...kenapa?apa kau takut padaku anne?apa kau sudah lupa padaku?kemarilah perhatikan wajahku baik-baik" katanya dengan suara penuh intimidasi.
Aku tidak tahu harus bagaimana rasanya kakiku tak mampu melangkah,aku masih gemetaran pandangan ku terfokus pada pisau yang ada di tangannya. Ingin rasanya berteriak memanggil ayah dan ibu tapi aku tidak bisa mengeluarkan suaraku. Situasi ini benar-benar membuat ku seperti patung.
"anne....kemarilah" katanya lembut.
"ak..aku..aku tidak mau,kau siapa kenapa kau bisa ada di sini?" kataku gugup.
"kau sungguh melupakanku sayang,aku adalah pria yang menyirammu di cafe hahahhahahah", katanya.
"kau pantas mendapatkannya anne,kau pantas!!!ingatlah aku akan selalu ada untuk membuatmu menderita hahhahahahha aku sangat menyukai mu saat kau ketakutan bahkan saat kau menangis", ucapnya lantang.
Aku hanya diam air mata menetes deras di pipiku. Ada apa sebenarnya?dan siapa pria itu kenapa dia sangat membenciku,apa salahku padanya kenapa aku menanggung sesuatu yang aku tidak tahu dimana letak permasalahannya.
Aku menangis sekencang-kencangnya,aku berteriak hingga tanpa sadar teriakanku membangunkanku.
Aku kaget dan tersadar bahwa aku hanya bermimpi tapi aku benar-benar menangis aku masih bisa merasakan air mata membasahi pipiku. Oh Tuhan semuanya terasa sangat nyata,siapa sebenarnya pria itu kenapa dia begitu membenciku.
Aku turun dari tempat tidur dan bergegas untuk mandi aku ingin segera melupakan mimpi semalam. Aku tidak mau terpengaruh ya anggap saja itu hanya mimpi buruk semata.
__ADS_1
"Tenang anne semua akan baik-baik saja kau tidak perlu takut", gumamku.
Aku menuju dapur kulihat ibu dan lyra sudah duduk di meja makan, tapi kemana ayah?tidak biasanya dia melewatkan sarapannya?
" bu,kemana ayah?kenapa dia tidak ikut sarapan?",kataku.
"ayahmu sudah pergi nak pagi-pagi sekali,katanya dia ada proyek di luar kota", kata ibu.
Aku hanya diam aku sedang berpikir tidak biasanya ayah dapat proyek luar kota apalagi dia hanya seorang kuli bangunan, atau kah ayah sudah naik jabatan jadi mandor?tapi ayah tidak pernah cerita. Huh sudahlah mending aku makan saja yah mungkin saja ini awal yang baik untuk kehidupan kami,siapa tahu sepulang ayah dari luar kota dia membawa kabar baik.
Selesai sarapan aku pamit pada ibu dan bergegas ke kampus. Semangat anne semoga hari ini berjalan baik dan menyenangkan.
happy reading guys.....
.
.
.
.
__ADS_1