
"Aku ikut senang kau masih hidup Tino.Dengan begitu Aku bisa membunuh mu untuk kedua kalinya."Tino hanya tersenyum sinis mendengar ucapan Dewa.
"Kau benar-benar mempunyai kepercayaan diri yang tinggi Dewa.Apa Kau pikir Aku tidak mempunyai persiapan apapun untuk melawan mu.."
"Hahaha.Memang nya apa yang bisa Kau lakukan Tino..Lihat .!!Kau sekarang sedang berada di tengah-tengah singa yang lapar.."
ceklek krek krek
Ucapan Dewa terhenti melihat pergerakan pelayan yang menjadi sandera nya.
Mereka tiba-tiba berdiri dan menodongkan senjata api ke arah anak buah nya..
"Wah wah wah.. Ternyata selama ini kau telah menyiapkan para jal*** ini untuk melawan ku ya.."terdengar nada mengejek dari ucapan Dewa.
Tino masih terlihat tenang.Dia tahu Dewa hanya ingin memancing emosi nya saja.
"Kau jangan pernah meremehkan wanita-wanita ini Dewa.Karena jika kau membuat mereka marah, Mereka akan terlihat lebih menyeramkan dari pada singa yang lapar.."
Tiba-tiba
Duar...
Ariel melepaskan tembakan ke arah Dewa.Tapi Pria itu bisa menghindar.
Anak buah Dewa dan Anak buah Tino mulai saling menyerang.Begitu juga Tino dan Baron.Mereka bersembunyi menghindari tembakan yang diarahkan pada mereka.
*
*
*
*
*
*
Di waktu yang sama.Di ruang bawah tanah Azlan dan yang lainnya bersiap untuk menyerang Dewa dari dalam.Dia sudah meminta anak Buah nya yang berjaga di luar agar bersiap melakukan penyerangan.
Sedang Nino dan Rendy terlihat mengotak atik komputer mencari celah untuk melakukan penyerangan.
Hingga Nino memusatkan pandangan nya pada seseorang yang terlihat menyandarkan punggungnya di dinding sambil menghisap cerutu nya.
"Bos...Coba kau lihat ini.."Panggil nya pada Rendy
Rendy mendekati Nino dan memperhatikan layar komputer yang ditujukan oleh anak buah nya itu.
"Siapa Dia,,,?Aku merasa tidak asing dengan nya.."tanya nya pada Nino
"Saya juga merasa begitu Bos.Tapi Saya lupa di mana saya pernah melihat nya.."
Danu ikut mendekati Nino.Dia menyipitkan matanya melihat orang yang ada di layar komputer.
"Coba kau perbesar bagian wajah nya.."ucap nya pada Nino.
__ADS_1
Nino melakukan apa yang diminta oleh Danu.Sekarang dapat Mereka lihat dengan jelas wajah pria itu.
"Sebastian.."gumam Danu
"Kau mengenal nya..???"tanya Rendy
"Ya..Dia adalah anggota militer yang sangat berprestasi.Tapi Dia di berhentikan secara tidak terhormat karena melanggar aturan hukum dan melakukan penyergapan yang menewaskan beberapa warga sipil hanya untuk menangkap seorang penjahat."
"Apa dia berbahaya???"pertanyaan yang kini meluncur dari Alex membuat semua menatap nya.
"Sangat.Aku saran kan kalian hati-hati jika berhadapan dengan nya.."Azlan sedari tadi hanya mendengar kan pembicaraan mereka.
Matanya yang tajam kini melihat Sebastian yang melambaikan tangan nya ke arah Cctv seolah Dia tahu jika ada yang memperhatikan nya sekarang.
Hingga terdengar suara tembakan dari rumah utama..
Azlan dan yang lain memusatkan perhatian pada Cctv yang terhubung pada ruang tamu dimana Ariel berada.
Terjadi adu tembak disana.Sepertinya peperangan sudah di mulai.
Azlan memerintahkan anak buahnya yang ada di luar untuk segera menyerang.Sedang mereka yang berada di ruang bawah tanah mulai bergerak melalui jalan rahasia yang terhubung ke kamar Kakek nya..
Duar.. duar...
Suara tembakan yang saling bersahutan terdengar memekikkan telinga.
Azlan dan yang lain mulai bergabung menyerang anak buah Dewa.
Sedang Ariel hanya memusatkan Dewa sebagai sasaran nya.Walau tidak sedikit anak buah Dewa yang dia beri tembakan timah panas itu.
Semua bersembunyi menghindari tembakan dari musuhnya.Begitu juga dengan Ariel.Sebenarnya dia belum begitu ahli dalam menggunakan senjata api.Apalagi jika dalam situasi seperti ini.Walau Dia menembak tepat sasaran tapi dia masih terlihat bergetar memegang senjata itu.
Melihat Dewa yang berlari ke arah taman , Ariel segera melempar vas bunga kearah nya dan tepat mengenai kepala Dewa.
Prang..
Akhhh..
Dewa memegang belakang kepala nya yang mengeluarkan darah.
Ariel segera mengejar nya tapi langkah nya terhenti karena di hadang oleh anak buah Dewa.
"Hai jal*** kecil.Sekarang menyerahlah .Atau nyawa mu akan melayang .."Ancam nya mengarah kan senjata pada Ariel.
Dewa tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk pergi dari situ saat melihat anak buah nya menghadang Ariel.
Ariel yang melihat Dewa kembali berlari hanya menghela nafasnya kasar..Dia mencari celah untuk bisa mengalahkan pria di depan nya itu.
Baron yang masih menembaki Anak buah Dewa melihat Ariel yang terpojok,Baron diam-diam menembakkan senjatanya pada anak buah Dewa yang menghadang Ariel.Tapi sayang meleset dan hanya mengenai pilar di samping pria itu.
Hal itu tidak disia-siakan oleh Ariel.Dia berlari menendang senjata api itu disaat pria didepan nya terkejut karena tembakan Baron.
Senjata itu terpelanting jauh dari mereka.Ariel juga memukul wajah pria itu dan menendang perut nya hingga pria itu mundur beberapa langkah.
Pria itu menyeka darah yang ada di sudut bibirnya.
__ADS_1
"Kau hebat juga jal*** kecil Kali ini Aku tidak akan segan lagi untuk menghabisi mu.."
"Kau terlalu banyak bicara pria jelek.Harusnya kau menghabisi ku sedari tadi.Tapi kau malah memberi celah musuhmu untuk menyerangmu. Huh dasar bodoh.."ejek Ariel
"Apa kau bilang..???!!!Dasar jal*** sialan.."Pria itu menyerang Ariel.Berbagai pukulan dia layangkan tapi berhasil ditangkis oleh Ariel..Hingga Ariel harus terkena tendangan berputar dari pria itu.
Baron yang melihat Ariel terluka mencoba untuk membantu nya Tapi sedari tadi dia terus ditembaki oleh anak buah Dewa.
Ariel tidak mau kalah.Dia menyerang balik pria itu.Tapi lagi-lagi Ariel mendapat pukulan di wajah dan perut nya.
"Sekali Jal*** tetaplah jal***.Kau tidak akan menang melawan ku jal*** kecil.Bahkan di tempat tidur pun kau akan meminta ampun padaku.Ha ha ha..."
"Kau terlalu percaya diri pria jelek"Ariel kembali menyerang pria itu.Tapi karena kondisi nya yang terluka membuat dia lagi-lagi mendapat pukulan.
"Menyerahlah jal*** kecil.Kau tidak akan menang melawan ku.Pulanglah dan ikut ibumu yang sedang menjal***..Atau kau ingin aku memuaskan mu hemmm..''
"Kau bilang apa tadi..??"tanya nya pada pria itu.
"Kau mengatakan sesuatu tentang Ibu ku,,??"tanya nya lagi
"Iya.Ibumu jal*** dan kau juga jal***. Apa kau mendengar dengan jelas..??"
Ariel mengepalkan tangannya.."Cepat minta maaf.!!!"ucap nya dengan nada yang mengintimidasi.
"Kalau Aku tidak mau.Kau mau apa??"tantang pria itu
"Aku bilang cepat minta maaf..!!!"teriak Ariel
Belum sempat pria itu menjawab, Ariel sudah terlebih dahulu menyerang pria itu dengan membabi buta.Kekuatanya meningkat karena kemarahannya saat pria itu menghina Ibu nya.
Pria itu menangkis serangan Ariel hingga dirinya terus mundur terpojok.
Gadis itu terlihat menyeramkan.Bagaikan malaikat maut yang akan mencabut nyawa nya.
Tidak mu kalah, pria itu membalas serang an Ariel.Saat akan menendang perut gadis itu, Ariel menangkap kaki pria itu dan memukul nya membabi-buta..Pria itu berteriak kesakitan.
Jurus andalan nya ia keluarkan . Ariel menendang masa depan pria itu sekuat tenaga.
Bugh..
Akhhhh...
Teriak pria itu yang terduduk memegangi masa depan nya.
Baron yang tadinya ingin membantu Ariel, menghentikan langkahnya.Dia meringis melihat lawan Ariel yang kesakitan.
"Ternyata benar.Wanita akan terlihat lebih menyeramkan dari pada singa jika sedang marah.."gumam Baron yang melihat Ariel yang tidak jauh dari nya.
"Itu hukum an untuk mu yang telah menghina Ibu ku.."
Bugh..
Ariel memegang kepala pria itu kemudian menendang dagu pria itu menggunakan lutut nya.
Brugh..
__ADS_1
Pria itu jatuh tidak sadar kan diri.
"Temui ibuku dan cepat minta maaf pada nya.."Setelah mengatakan itu Ariel segera mencari keberadaan Dewa.