
"hosh..hosh..hosh...Kemana larinya baji**** itu?? Cepat sekali Dia menghilang??"Alex yang tadi sempat melihat Dewa mulai mengejar nya tapi seperti nya Dia kehilangan jejak nya.
Alex memijat pangkal hidung nya.Dia merasa bingung dengan tempat itu.
"Astaga..Ada dimana aku sekarang??? Seperti nya Aku membutuhkan peta jika ingin berkeliling dirumah ini.."Alex yang merasa pusing tiba-tiba merasa waspada.Dia merasa ada yang mendekati nya.
Dengan sigap Alex mengacung kan senjata api nya pada orang itu.
"Ck... Ternyata Kau...Apa yang kau lakukan disini,,???"Alex menyimpan kembali senjata nya saat tau jika orang itu adalah Baron.
Baru saja Baron akan menjawab, Rendy tiba-tiba datang.
"Apa yang kau lakukan disini Lex...?"tanyanya curiga
"Rendy..??!Aku tadi melihat baji**** itu berlari ke arah sini tapi aku kehilangan jejak nya.."
"Disini begitu banyak ruangan membuatku bingung dan kehilangan dia.Aku sudah memeriksa setiap ruangan tapi tidak menemukan nya ."lanjut Alex
"Apa mungkin Dia mencari ruang tempat penyimpanan harta berharga Keluarga ini..???"tanya Baron
"Bisa jadi.. Andai kita tahu dimana letak nya, pasti sekarang kita bisa menemukan Dewa dengan mudah.."seru Pak Tino
"Apa guru tidak tahu letak nya?? bukan kah guru yang tadinya ingin memberi tahu Dewa ruangan itu??"tanya Rendy dengan hati-hati.
"Sayang nya aku tidak tahu dimana.Tadinya Aku ingin menjebaknya.Tapi semua tidak sesuai rencana "ucapnya sambil melirik Baron.
Baron yang merasa diperhatikan hanya mengidik bahunya acuh.
"Tidak ada cara lain.Kita harus berpencar mencari nya.."
"Ide yang bagus.."seru Rendy.Mereka segera membagi tugas untuk mencari keberadaan Dewa.
*
*
*
*
*
Sementara itu Orang yang mereka cari saat ini tengah kebingungan karena tak kunjung menemukan tempat penyimpanan harta Pramudya.Dia begitu kesal karena begitu banyak tempat yang ada di sana.
"Sial...."umpat nya
"Dimana sebenarnya si tua Bangka itu menyimpan harta nya..??! Apa aku sedang ditipu oleh pengkhianat itu???"ucap Dewa bermonolog sendiri.
"Tidak..!! Aku yakin tempat itu memang ada.Aku dulu sempat mendengar sendiri Tua Bangka itu berbicara dengan Alfa tentang tempat penyimpanan itu.Tapi dimana???!!Apa aku melewatkan sesuatu???"
Dewa mengingat kembali pembicaraan Rendra dengan alfa tentang harta berharga Keluarga Pramudya.Walau tidak bisa mendengar dengan jelas tapi Dia yakin jika harta itu disimpan di dalam rumah itu.
"Waktu itu tidak begitu jelas tapi sepertinya mereka mengatakan belakang..Apa tempat itu ada di belakang rumah ini?? Tapi disana hanya ada lapangan tempat biasa anak buah nya melakukan latihan.. Atau ada ruang sembunyi yang tidak aku ketahui.."Lagi dan lagi Dewa bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Aku akan kebelakang rumah ini.Pasti disana ada sesuatu yang tersembunyi.Ya Aku harus mencari nya.."Dewa memperhatikan sekelilingnya kemudian berlari kehalaman belakang rumah itu.
Yang saat ini Dia lihat hanya lapangan luas yang hijau.Dia ingat dulu Dia dan Rendra suka bermain golf di tempat itu.Dan terkadang tempat itu dijadikan arena latihan diri nya dan orang-orang kepercayaan Rendra untuk berlatih menembak, menggunakan senjata tajam,,memanah dan bela diri.
"Tidak ada waktu untuk mengenang masa lalu Dewa.Sekarang kau harus mencari sesuatu yang bisa merubah hidup mu.."ucapnya pada diri nya sendiri.
Dia mulai mengetuk-ngetuk dinding mencari jika saja ada pintu rahasia di sana.Dia bahkan mengetuk-ngetuk lantai yang ada di sana.Tapi nihil.Dia tidak menemukan apa-apa.
Dewa semakin frustasi.Dia menjambak rambutnya dan mulai berfikir keras.
"Aku terlihat seperti orang bodoh mengetuk dinding dan lantai.Tapi dimana tempat itu sebenarnya nya.."
__ADS_1
"Aaarrggg.... Dasar Rendra brengsek..!!"Dewa memukul dinding hingga retak.
Jika dirasa.Tidak mungkin Rendra menyembunyikan nya di tempat yang sering orang lewati.Tapi Dewa juga sudah mencari di ruang yang dulu dipakai oleh Tua Bangka itu.Tapi tetap saja dia tidak menemukan nya.
"Seperti nya aku benar-benar melupakan sesuatu.Jika bukan belakang rumah ini.Lalu dibelakang mana???"
Saat Dewa tengah berfikir , tiba-tiba ada yang memukul nya dari belakang.Membuat tubuh nya tersungkur ke lantai..
"Brengsek..!!"umpat nya.Dewa bangun dan melihat siapa yang berani memukul nya itu.
"Oh... Ternyata Kau pengkhianat..Apa kau berniat menyerang ku secara sembunyi-sembunyi..???Cih..dasar pengecut.."
"Aku belajar menjadi pengecut dari diri mu Tuan Dewa.."Pengkhianat yang saat ini ada di depan Dewa adalah Baron.Dia akan menghabisi Dewa demi membalas dendam atas kematian keluarga nya.
"Cih..Apa kau pikir kau bisa mengalahkan ku dengan mudah hmm...??"
"Kita tidak akan tahu jika tidak mencoba.Yang pasti kali ini aku tidak akan membiarkan mu menghirup udara bebas lagi"
Dewa mengepalkan tangannya.."Jangan banyak bicara kau pengkhianat Ayo lawan aku...!!!!"
Dewa menyerang Baron dengan sekuat tenaga.Tidak ada yang mengira jika pria paruh baya itu mempunyai tenaga yang cukup kuat.
Bahkan Baron pun di buat kualahan melawan nya.
Beberapa pukulan Baron dengan mudah di tangkis oleh Dewa , bahkan Baron berkali-kali terkena pukulan Dewa.
Baron yang memang tenaga nya sudah terkuras untuk melawan anak buah Dewa tadi tidak bisa berbuat apa-apa saat lengan Dewa melingkar di leher nya.
"Matilah kau pengkhianat...!!!!"Dewa semakin mengencang kan lengan nya membuat Baron kehabisan nafas.Dan
Bugh..
Dewa tersungkur ke samping saat Alex yang baru saja datang menendang kepala Dewa.
"Kau tidak apa-apa kawan...???"Alex membantu Baron berdiri . Nafasnya tersendat-sendat menghirup udara.Leharnya sakit karena cengkraman kuat lengan Dewa.
Dewa berdiri dan menyeka darah yang keluar dari pelipisnya.."Wah wah.. Datang lagi pengkhianat kecil."
"Diam kau bajingan.Aku bukan pengkhianat seperti yang kau katakan.Ayahku juga tidak akan jadi penjahat keji seperti mu jika saja mulutmu itu tidak menghasutnya."geram Alex.
"Kau menyalahkan aku atas apa yang dilakukan oleh ayah mu???Heh...Itu bukan salah ku anak muda.Ayahmu saja yang serakah.."
"Diam kau brengsek,,!!!"Alex menyerang Dewa dengan sekuat tenaga.Pukulan nya tepat mengenai sasaran tapi tidak membuat Dewa bergeming.
"Tenaga mu lumayan juga.."ucap Dewa.
Alex mengepalkan tangannya dan kembali menyerang Dewa.Tapi pukulan nya bisa di tangkis nya bahkan berkali-kali Alex terkena pukulan Dewa dan membuat pemuda itu tersungkur ke tanah.
"Kau tidak apa-apa..??"Baron membantu Alex berdiri dan mereka mulai menyerang Dewa bersama-sama.
Walau kekuatan mereka bergabung tapi tetap saja dengan mudah di kalahkan oleh Dewa.
"Sudah aku katakan kalian tidak akan bisa mengalahkan ku.."Dewa kembali menyerang Baron dan Alex tapi serangan nya bisa di hentikan oleh Rendy.
Rendy menangkis pukulan Dewa dan menendang perut Dewa .
Dewa memegang perutnya dan menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Tiger...!!!"
"Kau masih ingat aku Tuan..???"
Dewa mengepalkan tangannya dan mulai menyerang Rendy.Tapi dengan mudah ditangkis oleh nya.Tidak seperti saat bersama Danu,Kali ini Rendy melawan Dewa dengan wajah yang tenang.
Pukulan-pukulan mereka saling beradu.Dewa memukul perut Rendy tapi dengan mudah dicekal oleh Rendy.
__ADS_1
Tangan Dewa dipelintir kebelakang sampai terdengar suara tulang tangan Dewa yang patah
kreetak...
Aaarrggg..
Rendy menendang kaki Dewa dari belakang membuat Dewa berlutut dan kemudian dia memukul leher Dewa.
Bugh...
Dewa jatuh ke tanah lapang..Dia merangkak menjauh dari Rendy.. Tubuhnya terasa remuk tapi dia masih bisa berdiri..
"Akan ku bunuh kau Tiger...!!!!"teriak nya
Lagi-lagi Dewa memukul Rendy dengan membabi buta.Tapi dihadapi dengan tenang oleh Rendy.
Rendy memukul wajah Dewa berkali-kali hingga hidung nya mengeluarkan darah.
Dewa mencoba bangkit tapi Baron langsung menyerangnya membabi-buta.
Bugh bugh bugh
"Ini untuk Ayah dan ibu ku..."
bugh bugh bugh
"Ini untuk kedua adik ku..."Baron terus memukul tubuh Dewa.Tak terasa air mata nya jatuh mengingat kenangan bersama keluarganya.
Bruukkhh...
Tubuh Dewa roboh diatas tanah lapang itu.
Rendy melangkah mendekati tubuh Dewa yang sudah tidak berdaya.Tapi Pak Tino menghentikan nya.
"Apa Tuan ingat.. Disini pertama kali kita bertemu dan melakukan latihan bersama.."Pak Tino diam melihat Dewa yang hanya bisa menatap dirinya.
"Dan disini pula terakhir kali kita akan bertemu "Pak Tino mengeluarkan senjata api nya dan mengarahkan pada Dewa.
"Kau tahu kan,aku bukan orang yang suka menyiksa musuhku.Aku lebih suka langsung membunuh mereka..
Setelah mengatakan itu pak Tino menembak kedua kaki Dewa..
"Ini untuk Tuan Alfa dan istrinya.."
Dor... dor..
Aaarrrrgggg....
"Dan ini untuk adik ku dan orang-orang yang tidak bersalah yang telah kau bunuh.."
Dor...dor..dor..dor..
Pak Tino menembak kedua tangan dan perut Dewa..
Arrgggh...
"Dan ini untuk Tuan Besar.."
Dor.....
Bruk kkh...
Tembakan pak Tino tepat di jantung Dewa membuat nya tewas seketika.
Alex dan Baron merasa puas dengan kematian pria Tua itu.
__ADS_1
"Kau beruntung karena mati ditangan kami.Jika Kau sampai jatuh ke tangan Tuan Muda.. Aku yakin Kau akan memohon untuk segera dibunuh oleh nya.."Ucap Rendy yang kemudian meninggalkan mayat dewa tergeletak di sana.
Kejadian itu tidak luput dari Azlan.Dia hanya diam dan kemudian pergi setelah melihat sendiri kematian Orang yang telah merenggut kebahagiaan nya.