
Sesampainya di Rumah Sakit,Nino mendapat penanganan langsung dari Adit.Tadi nya Dokter muda itu ingin meminta penjelasan pada Azlan dan Rendy tapi mengingat Anak buah Azlan yang membutuhkan diri nya,,Adit mengurungkan niat nya dan hanya bisa berharap semoga semua baik-baik saja.
Azlan meminta Lani untuk menemani Nino.Sedang diri nya dan Rendy bergegas ke rumah dinas Danu.Mereka akan merancang rencana penyelamatan Ariel yang tengah di culik seseorang.
Untung nya Ariel memakai kalung liontin pemberian Azlan.Jadi mereka tau di mana lokasi Ariel sekarang.
Ya..Azlan sengaja meminta Rendy merancang kalung dan memasangkan alat pelacak di kalung tersebut.Karena dia takut musuh mengintai kelemahan Azlan yaitu gadis itu.
Azlan dan Rendy tiba di Rumah Dinas Danu.Si empu nya mempersilahkan mereka masuk dan menatap tajam ke dua nya.
"Aku tidak akan minta penjelasan dari kalian karena secara garis besar Aku lebih tau apa yang terjadi dari pada kalian.Jadi apa yang akan kita lakukan..??"Danu membuka pembicaraan di antara mereka dengan suara yang lantang dan tegas.
Rendy memberitahukan pada Danu tentang pelacak yang dia pasang pada kalung yang di pakai Ariel.Pria itu pun segera melacak keberadaan Ariel yang berada di pinggir kota A..
Danu sedikit lega karena sudah tau letak di mana adik nya di culik.Sekarang tinggal langkah selanjut nya yang akan mereka lakukan.
"Suruh anak buah loe kesana dan selidiki seberapa besar pertahanan nya.Menurut gue yang melakukan penculikan hanyalah sampah kecil yang tidak seberapa.."ucap Azlan
__ADS_1
Danu mengangkat kedua alis nya.."Sampah kecil kau bilang??Sampah kecil itu sudah membuat anak buah mu nyaris meregang nyawa kau bilang hanya sampah kecil??"emosi Danu memuncak melihat Azlan yang terlalu meremehkan lawan nya.
"Seperti yang di kata kan Nino..Penculikan ini sudah di rencanakan dengan matang.Karena mereka tau ada berapa pengawal yang gue kirim untuk mengikuti Gaby.Dan kesalahan nya adalah Dia menggunakan teman nya untuk meminta Gaby datang ke tempat itu.Sedang anak buah mereka menghadang Nino agar mereka mudah membawa Gaby.Gue yakin Mereka membius Gaby karena tau kehebatan gadis itu."terang Azlan
"Rencana yang begitu matang tapi sangat mudah untuk di tebak..Mereka memang bodoh.."gumam Azlan
"Dari situ bisa di simpul kan mereka hanya menginginkan Gaby.Dan Gue yakin pria itu orang nya.."Azlan mengepalkan kedua tangan nya geram.
Danu membulat kan mata nya seakan tidak percaya dengan analisis pria di depan nya itu.Pandangan nya beralih pada Rendy seolah meminta penjelasan.Rendy hanya mengangkat kedua bahu nya acuh.
"Jadi..Apa yang harus kita lakukan..??"tanya Danu
"Kita buat kelompok.Kelompok Pertama menyerang pertahanan depan.Gue percayakan itu sama Loe.Sedang Rendy dan yang lain selamatkan temen Gaby.Gue yakin dia di manfaatkan oleh pria itu dan nyawa nya sekarang juga terancam .Dan untuk Gaby ,,gue sendiri yang akan menyelamatkan nya.."
Danu menautkan kedua alis nya.."Ini misi tidak cocok untuk mu Lan..Udah.kamu percaya kan semua pada ku.Anak buahku akan menyerang bagian depan dan aku sendiri yang akan menyelamatkan Adik ku.Kau..terima kasih sudah begitu banyak berkorban untuk adik ku.Tapi kali ini aku tidak akan membiarkan Adiku merasa bersalah untuk kesekian kali nya.."ucap Danu dengan penuh keyakinan.
Azlan hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikit pun mendengar penjelasan Danu.Dia juga sadar akan diri nya yang sekarang.Tapi dia tidak mungkin tinggal diam begitu saja jika itu menyangkut orang yang di sayangi nya.
__ADS_1
Setelah selesai merancang misi penyelamatan untuk Ariel,Mereka bergegas masuk kedalam mobil masing-masing menuju tempat di mana Ariel berada.Dan semoga sesampainya di sana mereka belum terlambat.
***
Di sebuah kamar yang sederhana, Ariel mengerjapkan mata nya.Dia menelisik setiap sudut kamar tersebut .
"Gue ada di mana..??"ucap nya seraya memegang kepala nya yang masih pusing.Kemudian dia mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi..
"Mia..??Dimana mia ??Kenapa gue bisa ada di sini..??Dan siapa yang tadi membius gue..?"Ariel menyibakkan selimut nya dan berlari ke arah pintu.Tapi pintu terkunci.Dia berteriak memanggil siapa pun yang ada di luar untuk membukakan pintu itu..
"Buka..!!!Woi. Siapapun yang ada di luar tolong bukain..!!Mia..!!"Teriak Ariel.Tapi tidak ada seorang pun yang menjawab nya.
"Baik kalau begitu..Gue dobrak aja nie pintu.."Ariel mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu tersebut tapi belum sempat dia melakukan nya tiba-tiba pintu itu terbuka.
"Hai sayang..Kau sudah sadar rupa nya.."seringai pria itu..
"KAU...!!???"teriak Ariel
__ADS_1