
Azlan dan yang lain masih menembaki Anak buah Dewa yang tidak ada habisnya.
Sesekali Azlan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Ariel.Tapi gadis itu tidak terlihat sama sekali.
Begitu juga dengan Danu.Dia begitu mengkhawatirkan keadaan Adiknya.
Rendy terus berada di samping Azlan untuk melindungi pria itu.Karena Dia tau jika Tuan Muda nya itu sedang mencari keberadaan Ariel.
Azlan berlari kearah berlawanan dan tanpa sengaja Dia melihat Dewa yang berlari menghindari peperangan.
Azlan tidak tinggal diam.Dia mengejar Dewa sekaligus menghindari tembakan dari anak buah Dewa.
Dia terus mengejar sampai di sebuah lorong menuju ke arah gudang.
Dengan hati-hati Azlan melangkah, Dia begitu waspada karena tempat ini terasa sepi.. Hingga seseorang menghalanginya jalan nya.
"Hola. Tuan Muda.."Sapa pria itu
"Sebastian.."gumamnya.
*
*
*
*
*
*
"Kenapa ini tidak ada habisnya..??Apa Adit dan anak buah nya belum juga sampai..??"tanya Danu pada Rendy . Mereka tengah bersembunyi di balik meja dan saling membelakangi.sesekali mereka mengintip musuh dan membidik mereka.
"Entah lah Aku juga tidak tau . Apa yang harus kita lakukan sekarang Bos..??"Hening.Tidak ada jawaban.
"Bos...!!"panggil Rendy.
Secara bersamaan Rendy dan Danu menoleh."Astaga..kemana perginya Si Bos..??"Mereka baru tersadar jika sedari tadi Azlan sudah tidak ada di samping mereka.
"Alan pasti mencari Ariel.Sudahlah biarkan saja.Dia sudah dewasa dan bisa menentukan apa yang harus dia lakukan.."ucap Danu yang sedikit kesal.
"Lebih baik sekarang Kau hubungi Adit untuk segera datang kesini.."
Rendy merogoh ponselnya dan menelpon Adit.Danu masih terus menembaki musuh.Dan tanpa di sadari oleh Rendy,,Danu berlari mencari tempat bersembunyi yang lebih aman di saat ada kesempatan.
"Halo Dok..Kami butuh bantuan segera.!!"
"........"
"Baiklah.."
Tut Tut Tut
"Dokter Adit sedang dalam perjalanan.Sebentar lagi mereka sampai.."ucap nya.Tapi tidak ada sahutan dari sahabat nya itu.
Saat Rendy menengok ke samping nya Danu sudah menghilang.
"Astaga.. kenapa mereka suka sekali menghilang.."gerutu Rendy.
Rendy juga pergi dari balik meja yang sudah tidak bisa digunakan untuk bersembunyi itu.Dia terus berlari menghindari tembakan dari musuhnya.
Tapi langkah nya terhenti saat melihat pria berbadan besar seperti raksasa menghadang jalan nya.
Rendy mencoba membidik nya tapi peluru nya sudah habis.
"Kenapa bocah ?? Peluru mu sudah habis ya ."ledek Pria itu.
__ADS_1
Rendy berdecak dan membuang senjata nya."Untuk menghadapi mu aku tidak butuh senjata"ucap nya dengan sombongnya.
Pria besar itu menantang Rendy untuk maju.
"Hiyaaa...."Rendy menyerang pria itu dengan memukul perut nya bertubi-tubi.Tapi pria itu hanya diam seperti tidak merasa kan apa pun
"Hentikan..!! Itu sangat menggelikan.."ucap nya mencela pukulan Rendy.
Rendy terus memukul nya hingga akhirnya Rendy tersungkur karena dorongan dari pria itu.
"Kenapa kau bisa terjatuh padahal aku hanya mendorong mu..Bahkan aku belum mengeluarkan sedikit pun kekuatan ku ."Lagi-lagi pria besar itu menghina kelemahan Rendy.
Danu yang melihat Rendy dalam masalah mencoba untuk membantu nya.
Dia berlari sambil menembaki musuhnya,,Dia juga melempar dua belati sekaligus dan tepat mengenai sasaran.
Danu berlari menghindari serangan musuh dengan bersalto ria dan mencabut belati nya yang menancap di tubuh musuh yang menghalanginya.
Dia kembali melempar belati nya pada pria yang menyerang Rendy.Tapi dengan mudah di tangkis pria itu hanya dengan tangan kosong.
"Kau tidak apa-apa Ren??"Danu membantu Rendy berdiri.
"Seperti yang kau lihat,,Aku tidak baik-baik saja.."ucap nya dengan Nafas yang tersengal.
"Aku rasa dia bukan manusia.Lihatlah tidak ada satu pun pukul an ku yang bisa melukai nya bahkan belati mu pun tak berguna."
"Mungkin Dia Hulk versi dalam negeri"lanjut Rendy
"Maksudmu..??"tanya Danu bingung
"Bukankah Hulk luar negeri itu lumutan.Sedang dia terlihat seperti arang.Hitam legam.. Atau jangan-jangan Dia itu titisan genderuwo.."
"Tapi menurut ku dia terlihat seperti kingkong.Pukulanmu tidak ada yang bisa melukai nya kan??Pasti tubuh nya keras seperti kingkong."Seru Danu
"Iya kau benar.Dia memang seperti kingkong.Tapi dia suka tertawa seperti jin laut di sinetron Jin Jun Jun.."
Pria besar itu terabaikan hingga perdebatan mereka terhenti saat mendengar suara menggelegar yang memekikkan telinga.
"Bisakah kalian Berdua diam..??"teriak pria itu
"Tidak.."jawab mereka serempak
"Apa yang sedang kalian perdebatkan..??"
"Tentu saja dirimu.Siapa lagi.."lagi-lagi mereka menjawab bersamaan.Mereka masih belum sadar dengan siapa mereka bicara.
"Aku..?? Kalian memperebutkan ku begitu..??"
"Ihh siapa juga yang memperebutkan mu.Aku ini normal.Dan aku sudah menikah.."seru Danu
"Maaf Tuan, tapi aku juga normal.."Rendy sedikit menunduk kan tubuh meminta maaf.Hingga mereka tersadar saat pria itu memukul dinding hingga retak.
"Apa kalian pikir aku tidak normal..??"Danu dan Rendy merutuki kebodohan nya.Mereka sudah membangun kan singa gila di depannya.
"Inilah yang tidak aku suka jika berada di dekat mu.Kita selalu memperdebatkan sesuatu yang tidak penting.."ucap Danu
"Apa kau pikir aku senang begitu?? sudah lah tidak ada waktu untuk berdebat lagi.Sekarang kita harus melawan pria raksasa itu bersama-sama.."
Rendy dan Danu mulai menyerang pria itu.Tapi pria itu bergeming.
Berbagai pukulan dan tendangan yang mereka layangkan tidak satu pun yang membuat pria itu bergerak sedikit pun.
"Sudah cukup bermain-main nya.."Pria itu memukul dan Danu bersamaan membuat mereka tersungkur jauh .
"uhuk uhuk...Kau tidak apa-apa Ren.."
"A-aku tidak apa-apa..kita serang bersama-sama sekali lagi.."Rendy dan Danu kembali menyerang pria itu tapi lagi-lagi mereka terjatuh ke lantai dan memuntahkan darah..
__ADS_1
Pria itu melangkah maju mendekati mereka.tapi tiba-tiba tubuh besar itu terhuyung maju karena Serang dari belakang yang dilakukan oleh Baron.
Pria itu membalikkan tubuhnya dan menyeringai.."Aku harap kau tidak mengecewakan seperti mereka berdua.."ucap pria itu.
Baron berlari menyerang pria besar itu dan berhasil melukai wajah pria itu dengan tendangan nya.Tapi Baron tersungkur saat pria itu juga menendang nya.
"Kau tidak apa-apa Baron??"tanya Rendy
"Aku tidak apa-apa.Bagaimana dengan kalian..??"
"Kami tidak apa-apa.Sebenarnya terbuat dari apa pria itu?? kenapa tubuh nya sama sekali tidak bisa dilukai.."
"Aku juga tidak tahu.Aku juga baru tau jika Dewa mempunyai anak buah seperti monster.."ucap Baron
"Kita harus bekerjasama.Kita serang bersama-sama.."Danu dan Baron mengangguk setuju ucapan Rendy.
Mereka mulai menyerang bersama-sama tapi dengan mudah mereka dikalahkan oleh pria itu.Lagi dan lagi mereka tersungkur jatuh..
"Jika seperti ini terus kita bisa mati.."seru Danu
"Tidak.. Aku tidak mau mati sekarang.Aku belum menikah.."
pletak
Sebuah jitakan mendarat mulus di kepala Rendy.
"Auw.. sakit Dan.."
"Siapa suruh disaat seperti ini Kau malah memikirkan status mu.."Baron hanya menggelengkan kepalanya melihat perdebatan mereka.Hingga dia terbayang jurus yang baru saja dia pelajari.
"Kita coba serang sekali lagi.Kau serang dia bagian atas.."tunjuk nya pada Rendy.
"Dan kau serang dia terlebih dahulu untuk mengalihkan perhatian agar tidak menyadari pergerakan Rendy.Dan aku akan menyerang bagian bawah..""seru Baron
"Baiklah..Kita serang dia sekali lagi.Kali ini kita harus menang.."Danu melayangkan pukulan nya pada perut pria itu tapi dengan mudah di tangkis nya.Bahkan tangan Danu saat ini berada di genggaman nya.
Rendy menyerang dari belakang dan naik keatas bahu nya.Dia mencolok kedua mata pria itu dengan menggunakan jari-jarinya.
Arrgggh....
Pria itu melepaskan tangan Danu dan mencoba menurunkan Rendy yang berada diatas bahunya..
Baron memasang kuda-kuda bersiap menyerang pria itu.Dan
Bugh. bugh. bugh.
Aaarrggg... Aaarrggg...
pria itu berteriak dan terduduk dilantai.Danu mengambil kesempatan dengan melompat keatas tubuh pria itu dan
Jleb...
Belati nya menancap sempurna tepat di jantung pria itu.
Bruk..
Pria itu tewas seketika..
Danu , Rendy dan Baron mengatur nafas mereka saat berhasil membunuh pria raksasa itu..
"Bagaimana kau bisa berpikir melakukan itu..??"tanya Danu pada Baron.
"Entah lah..Aku hanya teringat pada gadis yang juga melakukan itu untuk melawan musuhnya.Dan ternyata itu berhasil.."ucapnya dengan bangga..
Danu dan Rendy hanya bergidik ngeri..
"Itu adalah Jurus andalan Adikku.Dia menamai nya Jurus penghancur masa depan.. Entah sudah berapa pria yang kehilangan masa depan nya karena Ariel.."
__ADS_1
Kaki ini giliran Baron yang bergidik ngeri bercampur ngilu..