
Azlan sudah di perbolehkan pulang. Tapi dia harus istirahat dan di larang melakukan aktivitas berat terlebih dahulu. Hal itu membuat Ariel ekstra merawat Azlan. Karena jika suaminya itu tidak kunjung sembuh, maka tidak ada yang bisa dia mintai sesuatu. Sepertinya Ariel sudah mempunyai daftar keinginan yang harus dilakukan Azlan jika dia sembuh nanti.
"Kakak istirahat dulu ya, jika Kakak membutuhkan sesuatu, panggil saja aku." seru Ariel.
"Terimakasih By."
Ariel tersenyum dan keluar dari kamar. Dia membiarkan Azlan untuk istirahat. Sementara itu, Azlan merasa sangat beruntung mempunyai istri sebaik Ariel. Tidak hanya perhatian, Ariel juga telaten saat merawat nya. Tapi Azlan tidak sadar jika Ariel melakukan hal itu agar Azlan cepat sembuh. Sehingga dia bisa memberikan daftar keinginan nya.
Ariel pergi ke dapur. Dia melihat koki yang sedang memasak. "Apa yang kau masak?" tanya Ariel.
Kedatangan Ariel yang tiba-tiba membuat para Koki sedikit terkejut. Mereka mulai waspada takut nyonya muda mereka menginginkan hal yang aneh lagi. Apalagi Tuan mereka sedang sakit dan mereka tidak ingin menjadi korban baru menggantikan Azlan.
"Ka_kami memasak makanan seperti biasa Nona."
"Oh..!!" Ariel pergi begitu saja dan membuat para koki bernafas lega. Mereka selamat sekarang. Tapi entah nanti.
Ariel memilih bersantai di ruang keluarga. Dia menikmati camilan sambil menonton televisi. Tapi samar-samar dia mendengar Nino dan yang lainnya masuk. Ariel segera mematikan televisi dan menghampiri mereka.
"Kalian dari mana?" Ariel menghalangi langkah ketiga anak buah Azlan. Siapa lagi jika bukan Nino, Lani dan Baron.
Mendapat sambutan dari nyonya muda membuat mereka was-was. Nino bahkan sampai bersembunyi di belakang Lani. Begitu juga dengan Baron.
Melihat hal itu, Ariel merasa bingung. Ada apa dengan kedua pria berbadan kekar itu? Kenapa bersembunyi di belakang seorang wanita?
Melihat nyonya mudanya yang hanya diam saja, membuat Lani memberanikan diri bertanya. "Ada apa Nyonya Muda?"
__ADS_1
"Kalian dari mana?" tanya Ariel.
"Ka_kami dari latihan."
"Latihan?"
Lani, Nino dan Baron mengangguk bersamaan. Tapi sejenak mereka tertegun kala melihat seringai di wajah Ariel. Mereka yakin jika nyonya muda mereka tengah merencanakan sesuatu. Ini gawat. Mereka harus pergi dari sini. "Ka_kami permisi nyonya." Lani pamit undur diri, tapi sayangnya belum sempat mereka melangkah pergi, Ariel menghentikan langkah mereka.
"Tunggu!!!" seru Ariel
Glek
Ketiga ksatria Pramudya itu menelan ludah mereka kasar. Sepertinya sebentar lagi giliran mereka menjadi korban nyonya muda mereka.
"A_ada apa nyonya?"
Lani, Nino dan Baron saling pandang. Bukankah Ariel ahli dalam penggunaan senjata? Lalu kenapa dia ingin mereka mengajarinya?
*****
"Nyonya, tolong ampuni aku!! Aku belum menikah dan mencetak generasi penerus ku, nyonya." rengekan Nino terdengar menggelikan. Tapi membuat semua orang yang melihatnya menatap iba kearah Nino.
Bagaimana tidak, Nino di jadikan target oleh Ariel. Tidak!! Bukan Nino, tapi apel yang diletakkan di atas kepala Nino yang menjadi target tembak Ariel.
"Jangan bergerak Kak!! Nanti aku bisa meleset. Walaupun aku ahli menembak, tapi terkadang bisa salah sasaran juga."
__ADS_1
Glek
Nino menelan saliva nya kasar. Ahli tapi bisa meleset? Apa ini akhir dari hidup nya? Lani menatap iba Nino. Baru saja mereka berencana untuk mengatakan pada Azlan tentang hubungan mereka, tapi kini semua tinggal rencana saja. Seperti nya dia akan menjadi janda sebelum menikah.
Azlan yang mendengar keributan di halaman belakang, mencoba untuk melihat dari balkon. Dan betapa terkejutnya Azlan saat tahu Nino menjadi objek tembakan Ariel.
"Gawat!!!" Azlan segera keluar untuk menghentikan Ariel. Bisa gawat jika sampai wanita itu salah sasaran. Bisa-bisa dia kehilangan orang kepercayaannya.
"Nyonya, tolong lepaskan aku!! Aku belum menikah. Ah tidak. Maksud ku sebentar lagi Aku akan menikah. Jadi tolong, biarkan aku hidup lebih lama." rengek Nino memelas.
"Kak Nino mau menikah? Dengan siapa?" Ariel yang tadinya bersemangat ingin menembak, mengurungkan niatnya karena penasaran dengan calon istri Nino.
"I_itu.... " Nino menatap Lani yang menggelengkan kepalanya.
"Katakan kak!! Atau aku akan menembakmu!!"
Nino terlihat frustasi. Jika dia tidak mengatakannya, dia akan menjadi sasaran tembakan Ariel. Tapi jika dia mengatakannya, bagaimana dengan nasibnya nanti? Dia seperti di tengah-tengah ambang kehancuran.
"Cepat katakan!!" Ariel sudah siap dengan senjatanya yang diarahkan ke kepala Nino. Semua orang berteriak ketakutan. Niat untuk berlatih karena keinginan Baby kini menjadi rasa penasaran sang calon ibu pada orang kepercayaan suaminya itu. Siapa yang akan Nino nikahi?
Nino menghela nafas dan menunduk. "Maafkan Aku, Lani."
Lani menggelengkan kepalanya. Dia belum siap semua orang tahu hubungan mereka. Baron yang berdiri di samping Lani tidak bisa berbuat apa-apa. Dia sendiri juga sedang berencana untuk melamar pujaan hatinya. Tapi melihat adegan menegangkan di depannya membuatnya mengurungkan niatnya untuk sementara waktu.
"By..!!" Azlan datang dan mencoba menghentikan Ariel.
__ADS_1
"Jangan ikut campur Kak, Aku sedang menguji kesetiaan orang kepercayaan mu itu." seru Ariel menunjuk Nino dengan dagunya.
"Ba_baiklah.. Aku akan mengatakan nya. Sebenarnya.....