
Setelah pertemuan nya dengan kedua sahabatnya, Ariel kembali ke apartemen nya dengan perasaan sedikit lega.
Yang di katakan kedua sahabatnya memang benar.Dia harus meraih kebahagiaan nya sendiri.Dan itu hanya dengan Azlan.Pria yang sangat dia cintai.
Walau terkesan mendadak tapi dia mengerti dan menerima keputusan kekasihnya itu untuk segera melangsungkan pernikahan mereka.
Ariel meminta pada Azlan agar pesta pernikahan mereka diadakan secara sederhana.Dia tau jika kekasihnya itu bisa saja menggelar pesta pernikahan yang sangat megah.Tapi dia bukanlah gadis yang gila akan kekayaan dan kemewahan.
Dia juga tidak ingin menyelenggarakan resepsi.Bagi nya yang terpenting adalah pernikahan mereka sah.Karena baginya ini adalah acara yang sakral.Janji suci yang nantinya mereka ucapkan akan menyatukan mereka.Tidak hanya dua hati.Tapi dua keluarga bersatu.
Maka dari itu.Setelah dia menyetujui tanggal pernikahan yang di tentukan oleh Azlan, Ariel langsung mengabari Kakak nya.
Walau terkejut dengan kabar itu tapi Danu merestui pernikahan mereka dan akan datang besok bersama dengan Helen dan putra kecil nya.
Dan kini gadis yang sebentar lagi menyandang gelar nyonya Pramudya itu tengah berdiri di balkon kamar apartemen nya.
Ariel menatap langit gelap bertabur bintang dengan air mata yang mengalir di kedua pipi nya.
"Ayah... Ibu,. Kakek...!!!!Apa kabar..???"
"Apa kalian bisa melihat ku dari sana..??Lihat lah..!!! Gadis kecil kalian sebentar lagi akan menikah..Dan apa kalian tahu..???Aku akan menikah dengan pria pilihan Kakek..."
Bibir Ariel tersenyum tapi air matanya terus mengalir.
"Apa Kakek senang sekarang..??? Dulu Aku selalu menangis jika kakek lebih memperhatikan Kak Danu.Dan Kakek akan selalu menuruti Semua kemauan ku agar Aku berhenti menangis.Tapi belum sempat Aku berbakti pada Kakek, Kakek sudah....."
"Kakek..!!!Aku sudah mewujudkan keinginan Kakek dengan menikah dengan pria pilihan Kakek.Apa Kakek senang sekarang..??Maaf karena hanya ini yang bisa Aku lakukan untuk Kakek.Memenuhi permintaan terakhir Kakek"
"Tapi Kakek tenang saja..Aku mencintai nya.Kami saling mencintai.Dia begitu menjaga ku selama ini.."
"Terima kasih Kakek.."
''Ibu...!!!!"Ariel menutup mulutnya agar tidak menangis kencang.
Perlahan memori kenangan itu berputar bagaikan sebuah rekaman dari kebersamaan mereka canda tawa bahkan saat ibunya meninggal kan nya pun muncul di ingatan nya.
Tangis Ariel semakin menjadi..
"Ka_kata A_ayah Ibu adalah orang yang pa_paling antusias dengan perjodohan ini..Ga_Gaby ..."Ariel tidak bisa melanjutkan ucapannya.Dia menangis terisak.
''Ibu tidak perlu khawatir.Dia pria yang baik.Firasat seorang ibu tidak akan meleset.Dia benar-benar baik Ibu .."
"Gaby mencintai nya Bu.. Gadis kecil Ibu mencintai nya...Dia berjanji akan menjaga Gaby Dan selalu membahagiakan Gaby..hiks hiks..Ibu bisa tenang sekarang"
Ariel menghela nafasnya dan menghapus air matanya.
__ADS_1
"Ayah...!!!Apa kabar Yah...??? Ayah di mana Sekarang..??? Kenapa tidak pernah menjenguk Gaby seperti Ibu dan Kakek...???"
"Apa Ayah tahu..Gaby sangat merindukan Ayah.. Sampai sekarang Gaby masih belum percaya kalau Ayah pergi meninggalkan Gaby.Gaby yakin Ayah masih hidup.Dan sekarang entah ada dimana.."
"Awalnya Gaby putus asa tapi melihat Om Alfa,Gaby semakin yakin kalau Ayah masih hidup.Kita hanya terpisah jarak saja.."Lagi-lagi Air mata Ariel membasahi kedua pipinya.
"Tiga hari lagi ..!!! Tiga hari lagi Putri Ayah akan menikah..Gaby sangat Ingin Ayah menggenggam tangan Gaby menuju altar pernikahan Gaby Yah...hiks hiks hiks..."
Tubuh Ariel merosot ke bawah.Dia memukul dadanya yang terasa sesak..
"Ayah dimana..? hiks hiks hiks..Ayah...!!!Ayah...!!!"
⭐⭐⭐⭐⭐
Sementara itu di kediaman Pramudya.Semua orang tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahan dadakan Tuan Muda Pramudya.
Setelah Ariel menyetujui pernikahan mereka, Azlan langsung memberitahu Ayahnya.Dan meminta Rendy mencari Wedding organizer terkenal di kota A.
Walau terkejut dengan penuturan Putra nya,Alfa menyetujui rencana pernikahan mereka dan langsung menghubungi orang-orang nya untuk membantu menyiapkan keperluan yang di butuhkan.
Karena Ariel menginginkan pernikahan yang sederhana, Azlan memutuskan untuk menggelar pesta pernikahan mereka di kediaman Pramudya.
Tapi Azlan tetaplah Azlan.
Sederhana menurut Ariel tidak sama dengan yang dipikirkan pria itu.
Selain menggunakan jasa WO terkenal,Azlan juga mengundang MUA terkenal di kota A.Dia juga mengundang beberapa media untuk meliput pernikahan nya nanti.
Dia hanya ingin semua orang tahu jika Ariel adalah milik nya.Untuk itu Dia menyiapkan semua ini.
Karena acara sakral seumur hidup sekali ini diadakan tiga hari lagi,Semua orang dibuat sibuk.Bahkan Rendy di minta menginap untuk membantu menyiapkan semuanya.
"Maaf ,mas tidak pulang.Jadi untuk sementara kamu tinggal di sini dulu ya..."ucap Rendy yang mengantar Mia ke rumah orang tua Mia.
"Iya tidak apa-apa mas.Sebenarnya Aku juga tidak keberatan tinggal di apartemen.."sahut Mia
"Tidak...!!!Mas tidak ingin terjadi sesuatu padamu.Kalau kau di sini mas akan tenang.Mas di sana sampai hari H.Nanti mas akan menjemput mu ke acara Boa si Alan itu.."umpat Rendy yang kesal karena bos nya yang seenaknya memisahkan pengantin baru itu.
"Jangan gitu mas..Gak baik..!!!"Mia mengelus perutnya yang sedikit membuncit itu..
"Amit-amit..!!! Jangan tiru kelakuan Daddy ya Nak.."
Rendy mengelus perut Mia "Maafkan Daddy sayang karena beberapa hari kedepan tidak bisa menjenguk mu.."
"Mas...!!!"pekik Mia.Sedang Rendy terkekeh melihat Mia yang kesal.
__ADS_1
"Dasar mesum..!!!"Sungut Mia
Rendy menitipkan Mia pada mertuanya Sebelum pergi.Walau berat tapi ini juga demi kebebasan nya.Karena setelah acara ini selesai,Rendy akan mengambil cuti untuk berbulan madu dengan istrinya.Dan Azlan menjanjikan akan membayar semua fasilitas yang dia gunakan untuk berbulan madu nanti nya.
Jika Rendy berat berpisah dengan istri nya,Si calon pengantin justru uring-uringan lantaran sang Ayah tidak mengijinkan nya bertemu dengan kekasih nya sampai hari H.
"Ayah..!!!"rengek Azlan.
"Apa..???Tidak usah kau perlihatkan tampang jelek mu itu,Ayah tidak akan luluh..''jawab Alfa
Azlan mendengus kesal.
"Salah mu sendiri memutuskan nya tanpa melibatkan Ayah untung saja hari yang kau pilih adalah hari yang bagus menurut perhitungan keluarga kita."
"Aku kan memang sudah memperhitungkan nya dari awal.."desis Azlan.
"Bagus jika kau sudah paham.."seru Alfa
"Tapi aku belum ..."
"Kau bisa menghubungi nya .Kau punya ponsel kan???"potong Alfa.
"Ini adalah tradisi.Kalian di larang bertemu sampai hari H itu juga ada maksud nya.Kau sudah dewasa.Harus nya kau tahu.Dan berhenti merengek seperti anak kecil.."lanjut Alfa
Azlan menghentak kan kakinya layaknya anak kecil.
"Hai sudah Ayah bilang.Jangan seperti anak kecil..!! Lebih baik kau istirahat jaga kondisi tubuh mu agar fit nanti saat hari H.Kau tidak usah memikirkan perusahaan.Biar itu jadi urusan Ayah.Kau cukup memikirkan diri mu sendiri.Persiapkan mentalmu untuk mengucap kan janji suci nantinya.."Alfa menepuk bahu Putra nya dan keluar dari kamar Azlan.
Azlan mengusap kasar wajah nya.Hati nya terlihat gusar karena Ariel tidak juga mengangkat telepon nya.Apa gadis itu baik-baik saja.??Apa dia sudah tidur...??? pikirnya.
Hingga pandangan nya tertuju pada foto yang ada di dinding kamar nya.
Dia mendekati foto itu.Foto yang sama dengan foto yang ada di ruang keluarga.Dia memandang foto itu dengan mata yang mulai berembun.
"Hei Pak Tua..!!!Apa kau senang sekarang karena cucu kesayangan mu akan menikah dengan gadis pilihan mu..???"
"Tapi kenapa kau jahat sekali padaku..???Kau meninggalkanku begitu saja dengan beban yang begitu berat.Bahkan Kau menyembunyikan keberadaan Ayah selama ini..Tapi Aku juga berterima kasih pada mu karena menempatkan orang-orang yang begitu setia di samping ku.. Terima kasih Kek... Terimakasih...!!!"
"Alan merindukan Kakek.. Kakek bisa tenang sekarang.Alan sudah baik-baik saja. Terimakasih.."
"Bunda...!!!"
"Ayah jahat sekali Bunda..!!!Dia melarang Alan bertemu Gaby sampai hari pernikahan nanti.Padahal Alan tidak bisa jauh dari Gaby..."Adu Azlan
"Seandainya Bunda masih hidup.Bunda pasti akan membela Alan..Iya kan Bunda..???!!!"Azlan memejamkan matanya.Dia menghapus air matanya yang tiba-tiba membasahi kedua pipinya.
__ADS_1
"Terimakasih Bunda menyayangi kami sampai akhir.Terimakasih Bunda.."
"Alan sayang kalian..."