
Dua hari berlalu sejak ray mengajakku kencan, kemarin aku sudah menghubunginya untuk membahas rencana kami. Tapi sampai saat ini belum ada respon darinya,bahkan telpon ku juga tidak diangkatnya. Mungkin dia benar-benar sibuk. Aku berusaha untuk berpikir positif toh dia adalah pacarku dan orang yang membantuku menemukan adikku.
Hari ini aku hanya di rumah saja, seperti biasa dosen di kampusku berhalangan hadir. Entahlah ada apa dengan para dosen saat ini, ada saja yang berhalangan setiap minggu. Aku agak bosan di rumah apalagi ibu sedang tidak ada pesanan kue. Biasanya kalau ada aku pasti akan membantu ibu. Aku sendirian di rumah karna ina dan ibu sedang pergi mengunjungi orang tua ina sedangkan ayah sedang bekerja. Saat seperti ini aku jadi merindukan ray dan sasya.
Aku menghubungi sasya dan menceritakan kebosananku tapi sayang dia tidak bisa menemaniku karna dia sibuk membantu ibunya. Dan soal ray dia masih belum ada kabar. Huh andai saja aku tahu dimana letak kantornya aku pasti akan mengunjunginya dan memberinya kejutan. Aku yakin dia pasti akan sangat senang.
Tiba-tiba aku pun teringat akan fotoku dan ray di pasar malam, aku lalu mengirimkannya pada sasya. Ya kalian tahu kan sasya penasaran seperti apa pacarku itu. Semoga saja dia tidak terkejut.
sasya pov
Hpku bergetar dan kulihat itu pesan dari anne aku membukanya dan terkejut. Ternyata itu foto anne dan pacarnya. Ternyata pacarnya itu sangat tampan dan sepertinya wajahnya tidak asing. Aku merasa pernah bertemu dengannya tapi entah dimana. Mungkinkah dia salah satu kolega bisnis ku tapi entahlah kali ini aku lebih fokus memikirkan kerjaan ku yang begitu menumpuk.
__ADS_1
sasya pov end.
Aku benar-benar bosan dan sangat lapar. Aku ke dapur tapi tidak ada satupun makanan di meja. Tidak biasanya ibu meninggalkan ku tanpa makanan. Aku pun membuka kulkas dan mencari bahan makanan untuk ku masak. Kulihat hanya ada kangkung dan beberapa potong daging ayam yang sudah di ungkep dengan bumbu. Aku pun menumis pedas sayur kangkung dan menggoreng 2 potong paha ayam. Sungguh makanan yang nikmat.
Selesai makan aku memutuskan untuk menonton tv tapi saat lewat depan kamar ayah dan ibu aku jadi teringat tentang foto wanita yang selalu ayah lihat. Aku pun berencana mencari foto itu, siapa tahu aku menemukan banyak petunjuk. Perlahan-lahan aku masuk kamar ayah, aku sangat gugup. Semoga saja tidak ada kamera tersembunyi.
Aku mulai membuka lemari dan mencari foto yang kumaksud tapi tidak ada. Kemudian ku buka laci meja tapi tetap tidak menemukan foto itu. Dimana sebenarnya foto itu, apa ayah selalu membawanya kemana-mana. Aku benar-benar penasaran, aku terus mencari di seluruh kamar itu sampai tidak sengaja aku menemukan sebuah buku tabungan.
Aku memotret buku tabungan itu dan menyimpannya ke tempat semula. Aku takut ibu atau ayah tiba-tiba datang. Aku tidak mau mereka tahu apa yang sudah aku lakukan. Aku berusaha menenangkan diriku,sungguh sulit percaya dengan apa yang kulihat. Aku semakin curiga pada ibu. Semoga saja bukan ibu yang merencanakan penculikan lyra.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
#happy reading
__ADS_1