Crazy Baby

Crazy Baby
Side Story Adam 3


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...___________________________...


...S i d e - S t o r y - A d a m - 3...


...____________________________...


..._____________...


..._____...


..._...


"APA YANG KAU LAKUKAN ADAM!!!" jerit Eni histeris bukan main, tubuhnya luruh menyentuh lantai. Eni lemas dengan manik berkaca-kaca.


Langit senja diluar sana perlahan mulai menjadi gelap, tak ada cahaya lampu dimana pun hanya ada bara api dan tongkat-tongkat yang dipasak tepat di halaman rumah dangan sesuatu menggantung diatas mereka—


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar langkah kaki pelan, Eni tersentak. Wajah gadis itu menjadi horor, ragu dia menoleh mendapati raut muka ramah milik Adam yang benar-benar menyeramkan.


Laki-laki itu tidak berkata apa-apa dia hanya menyaksikan sebentar wajah sedih penuh amarah milik Eni; ribuan kristal bening berjatuhan dari pelupuk mata dengan manik kedengkian. Wajah yang menarik, komentar Adam sambil menimang-nimang ingin menyerahkan satu hadiah pada pasangan takdirnya itu.


"Eni?" panggil Adam seraya membantu gadis itu berdiri dari tanah meski dibilang membantu Eni merasa kalau Adam menyeretnya—membawa gadis yang sedang lemas itu sesuai kehendak ego-nya seorang.


"Aku memiliki sesuatu untuk mu sayang~"


Betapa kurang ajarnya lelaki itu, belum apa-apa dia sudah mengklaim Eni sebagai miliknya dengan kalimat sayang. Eni bungkam, biar Adam berpikir sesuka hatinya; lelaki itu menggapai tangan Eni lalu menyerahkan satu hadiah yang benar-benar membuat Eni hancur. Matanya bergetar, suara Eni tertahan di tenggorokan—dia menatap bergantian antara hadiah yang diberikan dengan wajah polos milik Adam.


Tes...

__ADS_1


Teganya kau Adam. |


Kepala berwajah familiar dengan darah berceceran, mengalir dari tangan Eni lalu berakhir diatas permukaan tanah. Kepala yang tak lain dalam milik dari ayah Eni seorang, betapa hinanya kau Adam!


"Tanda cinta ku pada mu Eni,"


Mata Eni membola sepenuhnya. Dia menatap tak percaya atas ucapan yang di lontarkan Adam, cinta? Cinta?


Apa itu cinta?


APANYA YANG CINTA!


CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA! CINTA!


Ini bukan cinta tapi nafsu belaka!!!


Eni bergerak agresif dia melempar sesuatu di tangannya lalu menyerang tubuh Adam, dengan linangan air mata dan mata penuh kebencian Eni benar-benar ingin memusnahkan Adam. Anak kedua dari keluarga utama yang tak lain adalah sepupu dan pasangan takdirnya.


"AKAN KU BUNUH KAU ADAM!" jeritnya nyaring menggapai kerah baju yang di kenakan Adam. Tubuh lelaki itu oleng kebelakang dengan sengaja, terdengar suara jatuh bersama pukulan dari kepalan tangan Eni yang tak seberapa.


BUGH!—bugh?!


Masih dengan air mata, Eni tepat berada diatas tubuh Adam; duduk diantara perut lelaki itu sambil memberi ratusan pukulan lemah pada dada Adam. Suara tangisan lirih dari Eni terdengar.


Gila.


Lelaki itu tak waras.


"Kenapa kau lakukan ini pada—keluarga ku Adam!" lirih Eni pada pukulan terakhirnya, gadis itu tertunduk dengan tangan menopang tepat di atas permukaan dada berbalut baju milik lelaki bernama Adam. Air mata kesedihan tanpa dibarengi kebencian jatuh, membasahi tubuh lelaki itu.


"Hiks... hiks... hiks!"


Tangan Adam yang cukup lama berdiam diri akhirnya bergerak; terangkat menuju wajah gadis yang tengah menjulangi Adam dengan berani. Lelaki bermanik hazel serupa milik Eni itu menatap lekat wajah gadis didepan sana, di ambilnya beberapa helai surai rambut yang menutupi kecantikan Eni lalu diletakan Adam tepat dibelakang daun telinga. Jemarinya kemudian menjelajah, dari daun telinga berpindah ke-garis rahang lalu berakhir diarea pipi tak jauh dengan mata—Adam seka beberapa kristal bening yang berjatuhan.


Bukannya berhenti Eni malah semakin menangis histeris.


Tak tega melihatnya Adam buka suara, bibirnya terbuka pelan dengan suara serak.


"Mereka menyangkal hubungan kita," ucap Adam lagi-lagi berhasil membuat Eni tertegun tak habis pikir.


Sejak kapan mereka memiliki hubungan?

__ADS_1


Lelaki itu berkhayal, Eni tak pernah melihat Adam sebagai lawan jenis. Lelaki itu keluarga Eni. Untuk sekedar jatuh cinta saja rasanya mustahil.


Bagaimana caranya mereka bisa memiliki hubungan?


"Aku kesal, marah, dan tak terima—padahal kita saling mencintai."


DEG!


"HAHAHA!" Eni spontan tertawa lepas dengan nada hambar. Kata-kata konyol apa itu?! Dia menampilkan wajah remeh tepat kearah Adam. Gadis itu menunduk; mendekatkan wajahnya kearah Adam seraya membisikkan satu kalimat pada lelaki itu.


"Aku tak pernah bilang mencintai mu!"


Kalimat yang Eni harap bisa menyadarkan kegilaan Adam tapi apa yang ia dapat justru sebaliknya, manik Adam menjadi sangat pekat. Sorot matanya penuh dengan amarah lelaki itu bangkit tanpa aba-aba membuat tubuh Eni jatuh terjungkal kebelakang. Kali ini bergantian, posisi Eni berada tepat dibawah Adam dengan kedua tangan besar yang menenggerkan manis di leher rapuh seorang gadis.


"ARGH! Ergh!"


Adam mencekik Eni, gadis itu terbelalak kaget. Tangan kecilnya mencengkeram kuat hingga kuku-kuku tertancap pada permukaan kulit Adam—meronta; mencoba melepaskan tangan-tangan itu tapi berakhir nihil. Adam bergeming.


"ERGH! HEPM!"


Eni merasakan perasaan sakit, dadanya sesak bukan main. Tubuh Eni menjadi lemas, tak ada pasokan udara yang masuk dan mengisi kantong paru-parunya; membuat Eni persis seperti ikan tanpa adanya air. Beberapa saliva sudah keluar dari mulut gadis itu Eni sungguh tak tahan, dia berharap Adam menghentikan aksi gilanya tapi naas sebelum semua itu terjadi kegelapan sudah mendatangi.


"...."


Eni kehilangan kesadaran dibarengi oleh Adam yang menghentikan aksinya. Lelaki ini menatap datar sosok tak sadarkan diri itu. Tanpa berucap sepatah kata pun, Adam lalu membawa Eni kedalam pelukan sambil membisikkan satu kalimat tak masuk akal miliknya.


"Aku mencintai mu."


Argh~


Pria gila ini benar-benar mengerikan. Ha-ha |


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, dan comments......


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti......

__ADS_1


...Bye...


...:3...


__ADS_2