
...Cerita bersifat fiksi/karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...Selamat membaca....
...________________________________...
...U c a p a n...
...________________________________...
..._____________________...
...______________...
..._______...
...___...
..._...
Cring~
"Hm?" Davian menoleh cepat, penasaran dengan pendengaran miliknya. Apa itu tadi? Tanya Davian dalam hati tat kala telinganya menangkap suatu suara mirip sebuah lonceng dari kejauhan.
Ruang gelap; pekat tanpa pijakan, Davian berada tepat ditengah area sana. Seperti mengambang—ia mengedar pandang kesana-kemari tapi sama sekali tidak menemukan jawaban dari rasa penasarannya.
Apa pemicu suara tadi? Tanya Davian lagi. Terasa cukup familiar; pikirnya—meski berakhir nihil. Davian sama sekali tidak menemukan sesuatu atau seseorang selain dirinya dengan manik hazel itu.
Cring~
__ADS_1
Tiba-tiba bunyi lonceng itu kembali terdengar saat Davian hampir menyerah untuk mencari tahu. Dia berbalik, menatap sekitar dengan bola mata yang begitu liar. Mencari-cari kesetiap jengkal ruangan yang mampu ditangkap oleh penglihatan matanya.
Kosong.
Kosong!
KOSONG!!!
Tidak ada apapun disini?!
Jeritnya dalam hati sebelum sesuatu yang bercahaya hadir.
"Argh!" Penerangannya begitu menyilaukan hingga Davian terpejam. Lentera besar dengan sang pembawa berdiri tepat dihadapan Davian yang sekarang mulai mencoba beradaptasi dengan terangnya lentera.
"Tch!"
Pemilik hazel itu mengucek kecil kedua kelopak mata sebelum berhasil membukanya dan melihat keadaan sekitar.
Dia bukan laki-laki bukan juga perempuan. Davian agaknya bisa menebak siapa itu dan dari mana asal sumber bunyi lonceng yang ia dengar beberapa saat lalu.
"G a b r i e l ." desis lelaki itu saat berhasil melihat dengan jelas. Ditatap tajam oleh Davian sosok didepan wajahnya. Gabriel tersenyum, dibalik tudung muka; sosok itu terlihat sedikit sumringah.
Jadi kau takdir anak ku?
DEG!
Davian membeku, dia menatap horor sang Gabriel saat gendang telinga itu mendengar sesuatu; sedang sosok didepannya bahkan sama sekali tidak menggerakan seincipun bibir.
Telepati 'kah?
Terka Davian. Tidak terlalu fokus pada maksud ucapan Gabriel. Otaknya berkelana panjang—memikirkan sesuatu seperti buku sejarah keluarga atau kisah-kisah lama; tidak ada satu pun yang menjelaskan bahwa makhluk dihadapan Davian ini bisa berbicara!
Sungguh mengejutkan.|
__ADS_1
Hm... setengah Demon? Apa dewi cinta sedang main-main dengan ku? Meski dilihat lumayan tampan juga ternyata.
Lagi-lagi Davian tersentak kaget, Gabriel kembali berucap sesuatu. Sosok pembawa lentera itu mendekatkan wajah kearah Davian, seolah-olah tengah menelaah habis-habisan pria dihadapannya.
Davian spontan menahan napas, kakinya mundur beberapa langkah. Sedekat ini dengan Gabriel adalah sebuah mimpi semu disiang bolong untuk keturunan generasi bawah seperti Davian.
Baik-baiklah dengan anak ku bocah, perbaikan sikap temperamental mu itu!
Ucap Gabriel lagi, kali ini untaian kalimat yang dikatakan sosok itu mampu menembus gendang telinga dan dicerna baik-baik oleh otak Davian. Kening lelaki itu berkerut bingung, dia menatap dungu sang Gabriel yang masih mengocehkan sesuatu.
"Apa yang kau bicarakan?" sanggah Davian bernada tanya. Gabriel terdiam—dia menutup rapat sejenak bibirnya seraya melirik kecil wajah pemilik hazel itu.
Sepertinya Davian tidak mengerti maksud ucapannya, pikir Gabriel yang merupakan sebuah fakta nyata. Ujung jari tangan Gabriel yang bebas terangkat menuju dagu, dengan pose berpikir; sosok itu mencari-cari kalimat yang pas untuk diutarakannya pada Davian.
Davian memperhatikan dalam diam, sampai suara sosok itu terdengar lagi—tapi kali ini ucapan Gabriel seperti bom atom yang sengaja diledakkan untuk menyabut Davian.
Kau menantu ku? Suami anak ku, Reva?
Kaki Davian lemas seketika. Apa maksud ucapan makhluk itu?! |
...***...
...Tbc......
...Jangan lupa like, vote, & comments......
...Terima kasih,...
...Ketemu lagi nanti......
...Bye...
...:3...
__ADS_1