Crazy Baby

Crazy Baby
Pseudo


__ADS_3

...Cerita ini bersifat karangan atau fiksi belaka, jika terdapat kesamaan baik dalam bentuk apapun—mungkin karena murni ketidak sengajaan saja....


...Jangan lupa klik like, vote dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi / penghargaan terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


...______________________________...


...P s e u d o...


...______________________________...


...___________________...


..._________...


...___...


..._...


Pseudo atau semu.


Ruangan ini terbentuk ketika simbol hukuman berupa kendali pikiran ditancapkan kepada seseorang yang di anggap melanggar batas-batas tertentu didalam keluarga; seperti namanya—ruangan ini diperuntukan untuk menghukum, menyiksa atau menggali informasi seseorang secara mendalam. Pihak manapun tidak akan bisa sebarangan mengganggu atau menerobos masuk, karena kuasa tertinggi didalam ruangan tersebut dipegang penuh oleh sang pembuat simbol itu sendiri; tanpa izin atau perintahnya–bernapas pun bisa jadi lebih sulit dari apa yang bisa dibayangkan.


Berbeda dengan ruang dimensi, ruang pseudo hanya membawa jiwa lalu memerangkapkannya. Meski kadang terasa tidak nyata tapi sebenarnya raga dari jiwa yang terjebak didalam ruang pseudo akan mengalami gangguan kesehatan secara berkala, tergantung berapa lama waktu dia terjebak didalam sana.

__ADS_1


Semakin lama terperangkap maka raganya akan semakin hancur seiring waktu dan mungkin akan berakhir pada kematian itu sendiri.


Kalaupun dia berhasil keluar dari ruang pseudo dan terlepas dari simbol kendali pikiran, jiwanya juga belum tentu 'baik-baik saja'—lagi-lagi hal itu tergantung pengalaman apa yang didapatnya ketika berada didalam ruangan mengerikan itu.


Singkatnya, tetap akan berakhir kematian juga.


Haha |


"Sedang memikirkan jalan keluar Davian?" ujar sang kakek bernada tanya; berhasil menarik penuh kesadaran Davian akan kenyataan. Lelaki bermanik hazel itu kembali menaruh minat kepada sang kakek.


Terlihat Davian membuang napas panjang.


"Tidak kakek..." ucapnya memilih opsi tersebut. Kakek Davian benar-benar salut, Davian bisa menjadi setenang ini pada keadaan saat ini! Tidak seperti biasanya. Membuat kakek tua itu mencoba menahan titikan haru disudut matanya.


Apa cucunya sudah dewasa? Jika iya, dia pasti benar-benar akan bersyukur.


Hah~


Jadi?


Kakek Davian mengernyitkan kening, tangannya terangkat—tiba-tiba merasa pening. Davian hanya diam memperhatikan dengan seksama.


"Bisa jelaskan, sebenarnya ada apa Davian?" tanya lelaki tua dengan manik yang begitu mirip dengan milik pemuda didepannya. Davian mencerna setiap kata yang baru saja dilontarkan sang kakek khusus untuknya.


Sebenarnya?


Kejadian sebenarnya.

__ADS_1


"Hm," Davian berdehem sebentar sebelum memulai pembicaraan sepihaknya. Dia tahu kalau kakeknya hanya mau menjadi pendengar saja.


"Saya yakin kakek pasti bisa menebak setengahnya, saya sedang mencoba membuka ritual pemisahan ikatan dengan Reva lalu tiba-tiba sosok pembawa lentera yang saya yakini adalah perwujudan Gabriel itu muncul begitu saja. Dia mengacaukan semua ritual lalu mengambil seluruh oksigen disekitar saya, saya pikir itu akan menjadi kematian—" Davian sejenak menjeda ucapannya.


Kakek Davian benar-benar menjadi sosok pendengar yang baik dan hanya melakukan tugasnya yaitu mendengarkan, dia engga berkomentar apapun. Bibirnya bahkan menciptakan satu garis lurus tanpa celah.


"Lalu saya merasakan keberadaan wujud Reva yang menghilang begitu saja; lenyap. Semuanya berjalan cepat dan berantakan. Hal-hal gila mulai merasuki otak dan nafsu mengendalikan setiap sel didalam tubuh ini." ujarnya sambil menatap tangan yang dikepalkan.


Inti persoalannya, kakek Davian paham tapi hal janggal masih menggantung didalam pikiran lelaki tua itu.


"Memangnya apa penyebab kau ingin bercerai dengan nak Reva?"


Deg!


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote & comments......


...Terima kasih,...


...Ketemu lagi nanti....


...Bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2