Crazy Baby

Crazy Baby
Perkelahian


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa untuk klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


...____________________________________...


...P e r k e l a h i a n...


...____________________________________...


...________________________...


...___________...


..._____...


..._...


"SIAL!" Maki Eni nyaring. Sambungan komunikasi dirinya dengan Reva terputus. Tubuhnya langsung mundur beberapa langkah saat lubang hitam hadir tepat dihadapannya secara tiba-tiba.


Davian keluar dari sana, wajah beringasnya kembali menyapa Eni.


"Haha." Tawa hambar Eni terdengar. Keringat dingin muncul di tengkuk juga keningnya, was-was wanita itu memperhatikan Davian sambil menjaga jarak antara mereka.


Nyala mata Davian begitu mengerikan, maniknya lekat menatap Eni hingga rasanya mampu menembus relung jiwa wanita itu. Bibir Davian terbuka pelan, ingin menyerukan sesuatu.


"JanGan! Sentuh—MILIK KU!" ucapnya geram sambil melepaskan aura kebencian.


Sumpah demi apapun, Eni hanya mengobrol dengan Reva—kenapa Davian jadi se-sensitif ini?! Ah! Lupakkan!? Memikirkannya hanya membuang-buang waktu!


Tangan Davian terangkat, benda hitam yang bisanya dikeluarkan untuk memerangkap aura negatif muncul. Eni menjauh—memperlebar jarak, benda-benda menyerupai tentakel gurita itu mengejar.

__ADS_1


"Sial!" Gerutu Eni, merasa tidak senang.


Eni mengubah kakinya menjadi transparan, lalu melayang di udara. Dia harus pergi dari ini atau Davian akan menimbulkan kekacauan yang lebih parah di kediamannya, tapi hal mengejutkan muncul.


Selubung hitam hadir, memenjarakan mereka. Mata Eni terbelalak, dia terkejut. Apa yang terjadi! Ujarnya dalam hati. Tentakel hitam muncul dari segala arah, menggapai tubuh Eni dan menjeratnya.


"Argh!"


Dada Eni turun naik, napasnya tersengal. Tenggorokannya seperti tercekak. Sial! Salah satu tentakel melilit lehernya.


PANAS!


Teriak dewi batin Eni, benda-benda itu berubah menjadi panas—lalu membakar permukaan kulit Eni. Dibawah rasa panik Eni membuka suaranya.


"LEPAS DAVIAN!" Teriak Eni susah payah. Tentakel hitam yang berada di lehernya malah menguat, semakin mencekik keras Eni.


Tidak!


Eni benar-benar panik, dia menggeleng kuat. Sudut mata sudah berkaca-kaca. Lehernya benar-benar merasa panas dan kulitnya seperti menjerit sakit. Apakah Davian mencoba memurnikan jiwanya? Dengan memusnahkan wujud Eni?!


Huh |


Tentakel yang menjerat tubuh Eni membesar, menyelubungi tubuh Eni bagai kepompong. Hal gila merasuki pikiran Eni.


Dia harus lolos dari sini!


"DAVIAN AKU TIDAK AKAN MENYENTUH REVA LAGI!" Ucapnya memilih opsi aneh untuk Davian, walau ragu akan berhasil.


"DIA MILIK MU!" Tambah Eni. Meski diluar dugaan ternyata pergerakan benda-benda yang dikendalikan Davian berhenti sejenak. Eni melihat wajah linglung Davian, lelaki itu bergumam 'benar, dia milik ku'—gila, tanpa membuang kesempatan Eni mencoba lepaskan diri.


Wanita itu mengeluarkan kemampuannya merubah wujud menjadi udara. Eni lolos tapi sayang dalam lima detik wujudnya kembali; meski tidak terjerat lagi tapi dirinya masih berada tak jauh dari posisi semula.


Wajah Eni memucat, dia sebenarnya dilarang menggunakan kekuatan karena akan mengganggu jiwanya tapi Eni tidak punya pilihan lain, dari pada Davian—sepupunya itu melenyapkan dirinya dari dunia ini.


Lebih baik Eni mengambil opsi itu.

__ADS_1


"Hosh..." Eni menghela napas berat. Dia menatap lelah wajah Davian, keringat dingin kian banyak bercucuran.


Apakah dia akan selamat?


BADUM!


Davian tiba-tiba mendongak, manik mata mereka bertabrakan. Wajah ketakutan Eni muncul saat dia melihat Davian dalam hitungan detik berpindah tempat menjadi dihadapannya.


"Bugh~"


Kaki Eni lemas, tubuhnya terhuyung jatuh. Davian kini berdiri menjulanginya. Wajah mengerikan itu kembali hadir, tangan Davian terulur menuju leher Eni.


ARGHH!


Eni frustrasi. Sebenarnya apa penyebab Davian bisa menjadi segila ini!


Semakin dipikir semakin buntu.


Titik air mata jatuh dari pelupuk Eni, sebelum Davian meletakan tangannya di leher Eni dan mencekik wanita itu lagi. Eni membuka mulutnya; gemetaran.


"KAKEK!"


"KRAK!"


Teriak wanita itu sebelum seseorang menerobos masuk dari luar—menghancurkan dinding hitam yang menyelubungi mereka sedari tadi.


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa vote, like & comments......


...Terima kasih,...


...Ketemu lagi nanti......

__ADS_1


...Bye...


...:3...


__ADS_2