Crazy Baby

Crazy Baby
Dilarang


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih....


...Selamat membaca....


...___________________________...


...D i l a r a n g...


...___________________________...


...________________...


...________...


...__...


..._...


"Pfftt?!" Davian menahan tawa sekuat tenaga, layaknya rekaman film; kejadian yang menimpa Josan muncul dalam benak lelaki hazel itu ketika bunga hitam berhasil melakukan tugasnya.


Tindakan konyol yang di lakukan Josan saat ingin memprovokasi Davian dengan membawa nama Reva sangatlah lucu. Meski sebenarnya tidak adil karena bukan Davian langsung yang menghukum bajingan itu tapi pemilik hazel ini cukup puas dengan kinerja bunga-bunga hitam; mantra mimpi buruk—incubus.

__ADS_1


Mungkin Josan akan merasakan keganjilan, sebelum fajar terbit esok hari; dia akan menyaksikan tubuh dan kepalanya terus-menerus terpenggal ditangan Davian. Seperti namanya 'itu adalah mimpi buruk' ketakutan nyata oleh rasa sakit juga kematian.


"Setidaknya aku sedikit terhibur~" gumam Davian seraya menatap sekitar. Bangunan-bangunan kota dengan gemerlap cahaya, langit sudah menghitam diluar sini. Davian yang berdiri diatas rooftop; bangunan paling tinggi menengok kebawah. Aura-aura hitam tanpa bentuk semakin banyak jumlahnya bersamaan sosok tak jelas yang mengikuti manusia kesana-kemari. Aura dengan wujud, mereka ingin melahap sepenuhnya manusia supaya bisa membuka jalan ke dunia bawah. Sungguh merepotkan. |


Tak!


Davian menjentikkan jari, sosok itu berpindah tempat seketika. Dengan hoodie polos yang dikenakan lelaki itu—dia berbaur diantara kerumunan lalu-lalang orang-orang. Manik hazelnya menatap liar sambil mengincar setiap makhluk tingkat 2; aura negatif yang mencoba mengambil wujud, Davian meniadakan mereka disetiap satu kali langkah kakinya.


Memang tidak ada aura negatif tingkat tinggi yang muncul tapi jumlah dari tingkat 1 dan 2 semakin banyak... ini benar-benar aneh, batin Davian usai meniadakan semua aura yang tertangkap oleh indra.


"Sepertinya aku harus membuat laporan ke kakek..." monolog Davian seorang diri di tengah keramaian.


...***...


Davian mendatarkan wajahnya ketika melihat sosok kakak tertua muncul di kediaman sang kakek. Gedion. Lelaki dengan manik serupa Davian itu menoleh; mendapati sosok adik bungsunya yang membuat kegaduhan beberapa waktu lalu dengan wajah sumringah.


"Bagaimana keadaan mu Davi setelah gelombang panas~ apa kakek yang melepaskan segel belenggunya?" sapa Gedion dengan bobot menggoda.


Davian membuang muka, lelaki itu berdecih menjawabi Gedion. Sang kakak yang diberikan respon tak sopan dari adiknya mendaratkan api hitam ke-kepala Davian.


Davian menatap bengis Gedion lalu meniadakan api hitam kekuatan sang kakak dari atas kepalanya.


"Aku lepas sendiri!" sahut Davian setengah kesal. Gedion terdiam, mencerna makna dari perkataan si bungsu.


"Wah~ adik ku benar-benar jenius, tak heran jika ia bermimpi mengambil kursi kepala keluarga..." tutur Gedion bernada dibuat-buat, Davian merotasi kedua bola matanya. Lelaki itu memilih beranjak—menjauhi sang kakak tapi Gedion malah mengiringi langkah kaki milik Davian.

__ADS_1


"Apa urusan mu?!" risih Davian. Melihat kakaknya yang memilki sifat narsis mengikuti dirinya, rasanya mengerikan. Gedion melirik sebentar sebelum terkekeh renyah. Lelaki itu mengangkat tangan kemudian meletakkannya diatas pucuk kepala Davian.


Puk~


Dielusnya pelan.


"Kau penasaran?~ "


Davian tersentak, ditatapnya horor Gedion.


"Enyahkan tangan mu atau—?!" desis Davian siap mengeluarkan kekuatan miliknya namun sayang perkataan pemilik hazel itu terpotong oleh suara sang kakek.


"Dilarang melakukan pertengkaran antar saudara."


...***...


...T b c ......


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments......


...Terima kasih....


...Ketemu lagi nanti ......


...Bye......

__ADS_1


...:3...


__ADS_2