Crazy Baby

Crazy Baby
Mencoba


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


..._____________________________...


...M e n c o b a...


..._____________________________...


..._____________________...


...______________...


..._______...


...___...


..._...


"Haha... Kau benar-benar lucu sayang ku." ucapnya remeh. Reva mencoba mempertahankan kesadaran, mendorong kuat tubuh Josan. Lagi-lagi Josan terkekeh. Reva gemetar—berusaha menutupi buah dadanya.


Seharusnya efek obat itu masih bekerja, hebat juga Reva mampu bertahan sampai sekarang dengan wajah menggoda. Rona merah dan keringat ada dimana-mana; Josan meremang.


Dia merentangkan kedua tangan, menggapai pinggang Reva. Disandarkannya tubuh gadis itu ke dada dengan posisi seperti menenangkan bayi diatas pangkuan, Josan merasakan deru napas berat milik Reva. Waktunya melancarkan aksi.


Jari Josan bergerak menuju area paha bagian dalam rok. Dengan senyum seringai, dia berbisik sensual didekat daun telinga Reva—


"Kau basah sayang ku~"

__ADS_1


Menjijikan.


Reva ingin muntah rasanya ketika mendengar bisikan serupa setan milik Josan. Tapi tiba-tiba Reva dikejutkan sesuatu yang menyelinap masuk kebagian paling sensitif dirinya.


.


.


.


.


.


Brugh!


Entah ini sebuah keberuntungan atau apa. Reva tersenyum miring dengan tatapan tajam, kaki gadis itu gemetar; napasnya terengah.


"Hosh... hosh..."


"Oh ayolah sayang ku~" keluh Josan terhadap kebrutalan Reva. Lelaki itu menatap datar sosok gadis yang berhasil melawan pengaruh obat yang dia berikan dengan susah payah.


"Bukankah kau tahu aku mencintai mu..." monolog Josan, entah apa konteksnya—Reva tak paham. Apa mungkin jangan-jangan kalau lelaki ini melakukan semua tindakan bejat itu karena cinta?


Hanya karena CINTA?! |


NAIF.


"Aku tidak tahu kalau kau itu bajingan MESUM! JOSAN?!" sahut Reva menantang remeh pria bodoh didepannya. Atas nama cinta kau melakukan segalanya? Itu bukan cinta tapi obsesi.


O B E S E S I - G I L A |


Bibir Josan turun, membentuk satu garis lurus tanpa celah. Dia merasa tersentil atas perkataan yang Reva ucapkan.

__ADS_1


"Jahatnya~" jawab Josan dengan nada dibuat-buat jenaka. Ada apa dengan raut mengerikan lelaki itu? Dia seperti orang lain atau jangan-jangan Josan memiliki kepribadian ganda? Makanya sekarang ini dia lagi sinting-sintingnya. Haha | Reva hanya mencoba menghibur dirinya. Ironis.


Tap...


Reva menoleh, dia melihat Josan melangkah mendekatinya lagi. Dengan tubuh gemetar Reva menjaga jarak, Josan maju—Reva mundur. Dia tak ingin berdekatan dengan lelaki beraroma busuk itu.


Namun na'as, Reva merasakan punggung belakangnya membentur sebuah dinding. Josan lihat Reva terpojok, lelaki itu mengkikis jarak mereka. Dia mengkungkungi Reva saat gadis itu kembali mencoba untuk kabur. Seringai hadir, dia menatap lucu kearah Reva sambil bertanya 'dimana keberanian mu tadi sayang ku?' didalam hati. Josan menunduk, dia tergoda mencecapi lagi leher gadis pujaannya itu.


"Ergh!" erang Reva jijik. Josan pikir Reva akan menyerah tapi yang didapat lelaki itu malah sebaliknya—


BUGH!


"Ish!" lenguh Josan. Kakinya mundur beberapa langkah. Tercipta jarak diantara keduanya. Tangan lelaki itu terangkat menuju kening, rasanya pening luar biasa.


Dasar bodoh! komentar Josan atas tindakan nekat yang dilakukan Reva.


"Kau akan membayar ini REVA!" ujar Josan, menarik kembali ekspresi horor yang Reva punya.


Glek |


...***...


...T b c......


...Jangan lupa like, vote, dan comments yah......


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti......


...Hehe......


...Bye......

__ADS_1


...:3...


__ADS_2