Crazy Baby

Crazy Baby
Perasaan


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa vote, like dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._________________________________________...


...P e r a s a a n...


..._________________________________________...


...____________________________...


..._____________________...


...______________...


..._______...


...___...


..._...


Davian menjentikan jari, berpindah ruang tanpa peduli tatapan Reva. Lelaki itu meninggalkan Reva seorang diri. Beberapa detik setelah itu Davian sudah sampai dikediamannya; sebuah Apartement dengan tampilan modern berwarna monokrom.


Pemilik manik hazel itu tiba-tiba oleng, tangannya terangkat ke dinding untuk mempertahankan posisi.


Sial! Dia terlalu memaksakan diri, berpindah ruang setelah kekacauan mengerikan itu—yang menguras hampir seluruh inti kehidupannya.

__ADS_1


Sosok Eni muncul, tubuhnya melayang dengan kaki transparan. Memeluk belakang badan Davian—wanita itu menyandarkan pipi dibahu jenjang Davian.


"Jarang sekali~" ucapnya sambil terkekeh tanpa suara. Mengomentari lelaki berstatus sepupunya. Davian berdecih, kehabisan tenaga untuk mengusir Eni—wanita beraroma mayat itu.


"Apa alasan mu menyerang manusia?" Tanya Eni, menunjukan topik utama pembahasan yang membuat hantu itu penasaran. Persis seperti Davian biasa—memilih abai akan ucapan Eni.


"Apa karena Reva? Gadis itu benar-benar manis rupanya~"


"Bugh!" Davian bereaksi kesal. Tanpa sadar menghantam dinding yang menumpunya, alhasil tubuh Davian merosot jatuh. Eni terlihat cekikikan, merasa senang terhadap respon Davian yang lucu.


Pandangan tajam milik Davian muncul, manik hazelnya menjadi pekat sempurna—menatap nyalang kearah Eni. Wanita itu mencoba menyudahi tawanya, dia tidak ingin mendapat masalah karena terlalu berlebihan menggoda sepupunya.


Contohnya dimurnikan? Huh! Membayangkannya saja membuat Eni merinding.


"Enyah kau!" Davian bersuara datar.


Deg!


Eni merasakan perintah mutlak itu hanya bisa menurut, sosoknya perlahan menghilang—samar dengan keadaan; meninggalkan tubuh Davian yang terkulai lemas, menyandar di dinding ruangan.


"Sebenarnya apa yang ku lakukan?" Gumam Davian bernada tanya pada udara kosong disekitarnya.


Davian mengingat kembali kejadian saat menyelamatkan Reva, ikatan mereka sekarang setebal tali. Bukan berarti Davian menyesal tapi ini adalah tindakan benar—jika tidak mereka berdua akan tertelan kehampaan. Alasan kenapa pernikahan dilingkungan para pemburu adalah hal yang merepotkan.


Terlebih bagi Davian.


"Huh~"


Davian menghela napas panjang. Hal lain kembali terpikirkan dibenak. Tepatnya adalah ketika dia kalap menyerang lelaki bernama Josan.


Pemilik hazel itu membuka matanya, menatap telapak tangan yang membuat tubuh Josan menjadi abu.

__ADS_1


"Jika terlambat sedetik saja—" gumam lelaki itu menggantung sambil mengepalkan tangan.


Josan akan benar-benar mati ditangannya |


Davian sungguh-sungguh ingin membunuh Josan kala itu. Entahlah—dia tidak tahu apa alasan pastinya; Davian hanya merasa kesal melihat pergelangan tangan Reva membiru. Munafik dia membenci perilaku laki-laki yang kasar terhadap perempuan—Davian bahkan pernah menampar Reva ketika pertarungan beberapa waktu lalu karena gadis itu mengganggu pekerjaannya.


Sebenarnya apa yang dia lakukan? Kembali, pertanyaan yang sama menggelayut manja dibenak Davian. Semakin dipikir semakin aneh.


Tring~


Hal mengejutkan tiba-tiba muncul. Davian menoleh begitu mendengar suara lonceng yang terdengar familiar, kilat mata Davian menjadi tajam. Bayangan dari sosok pembawa lentera muncul dipikiran Davian; sayang dia tidak menemukan apapun sejauh pandangannya.


Apa hanya perasaan Davian saja?


Begitukah?


Lagi-lagi—


Tanda tanya yang lainnya hadir, mengisi seluruh jalan cerita ini |


Membawa kita kedalam kebingungan.


Hihi~


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote & comments......


...Terima kasih,...

__ADS_1


...Bye...


...:3...


__ADS_2