
Sentuhan yang manis.
Akhir bahagia untuk Zim, setelah melewati masa pendekatan selama 1 bulan kabar indah akhirnya sampai ketelinga macan kumbang tersebut.
Vioner hamil anaknya.
HAHAHAHA! BENAR-BENAR BAHAGIA PASTI!
Di bulan berikutnya tepat pada tanggal muda Zim bersama Vioner melangsungkan pernikahan. Mengundang beberapa orang tertentu untuk menghadiri pernikahan mereka.
Tidak ada yang mengira umur pernikahan dari dua orang tersebut sangatlah panjang, sekarang Vioner sedang mengandung anak ketiga mereka. Mereka benar-benar menjadi sebuah keluarga harmonis dengan Zim yang selalu memperlakukan baik sosok Vioner.
Figur yang sempurna. |
Beruntung sekali Vioner tidak memiliki anak di pernikahan sebelumnya, itu karena Tulio enggan menyentuh laba-laba itu. Jadi mereka hanya melakukan hubungan tidak melebihi batas wajar.
Zim berhasil memonopoli Vioner sepenuhnya.
Sangat menyenangkan.
Sungguh.|
...***...
"Ayah?! Dulu bagaimana caranya ayah mengikat hati ibu?" Tanya si sulung. Zim terkekeh, dia melirik sebentar kearah Vioner yang terlelap diatas ranjang lalu menggiring si sulung untuk keluar kamar bersamanya. Tidak lupa dengan anak kedua yang masih dalam gendongan.
Zim mengangkat jari telunjuk kearea bibir sambil berkata—
"Pstt! Itu rahasia ayah..." bisik Zim senang dengan nada yang menggoda, berhasil mengundang rasa penasaran. Si sulung mengikuti langkah Zim, mendesak macan kumbang tersebut untuk memberitahu.
"Hei, hei, jangan ribut nanti adik mu bangun..." tegur Zim ketika si sulung yang rupanya menyerupai Zim dengan kelamin jantan itu mulai merengek. Benar saja, adik dari si sulung yang berada tepat didalam gendongan Zim mulai menangis. Macan kumbang itu memberikan botol susu, syukurlah si kecil yang berada ditengah tidak terlalu rewel. Zim memilih duduk, tak ingin patah semangat si sulung tetap pada pendirian miliknya.
"Huh~"
__ADS_1
Zim menghela napas pasrah, dia meminta Ĺuke untuk mendekat—duduk tepat disamping kursinya.
"Baiklah-baiklah... akan ayah ceritakan," ucap Zim. Manik hijau Ĺuke berkilat, dia mengangguk paham penuh semangat.
Zim mendekatkan bibir, menceritakan seluruh kisah kepada sang sulung lalu memintanya untuk—
"Rahasiakan dari ibu?"
Ĺuke mengangguk,
"Siap!" Jeritnya senang.
"Omong-omong kenapa kau bertanya Ĺuke?" Tanya Zim penasaran. Jarang-jarang anaknya ini ingin mengetahui sesuatu. Ĺuke menoleh, dia menampilkan rentetan gigi taring miliknya.
Ekspresi itu, Zim tahu betul. Sang ayah terkekeh, selain rupa dari anaknya yang mirip ternyata—kepribadian bisa mengikuti.
"Kau tertarik dengan seseorang rupanya, dasar anak nakal..." ucap Zim. Ĺuke terkekeh girang.
Macan kumbang itu menggeleng tak habis pikir.
"Tentu saja ayah?!"
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Vioner tiba-tiba, sosok berbadan dua itu baru saja keluar dari kamar. Zim bersama sang anak menggeleng, mereka sama-sama berucap—
"Tidak ada bu~"
Vioner mengangkat bahu tak peduli, dia melangkah mendekat kearah Zim sambil bertanya.
"Makan malam hari ini enaknya apa?"
Zim termenung, dia memikirkan sesuatu sebelum memilih untuk menyahuti.
"Kau ingin apa sayang?" Tanya Zim balik.
__ADS_1
"Mungkin sup labu?" Jawab laba-laba betina itu.
"Siap laksanakan!" Seru Zim girang sambil menyerahkan anak keduanya kepada Ĺuke.
"Rawat baik-baik adik mu," tegur Zim sebelum beranjak pergi menuju dapur. Mari mempersiapkan makan malam untuk keluarga kecil miliknya, tentu bersama beberapa pelayan.
Haha.
Benar akhir yang bahagia.
Dasar bermuka dua! |
...________________...
...Z i m...
...________________...
...________...
...____...
..._...
...Selesai (End)...
...Cerita bersifat fiksi dan karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...ketemu lagi nanti...
__ADS_1
...Bye...
...:3...