Crazy Baby

Crazy Baby
Tidak Seimbang


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...________________________...


...T i d a k - S e i m b a n g...


...________________________...


...______________...


...______...


..._...


Sebastian, biarkan saja makhluk dari bangsa Mächam kelas menengah itu. Sepertinya dia bersekutu dengan keturunan mata Tâbi hingga berani menyerang istana, cari tahu motif mereka yang sebenarnya. Mungkin saja ini berkaitan dengan manusia yang di bawa oleh Ratu.


Baik baginda.


Sebastian mengangguk kecil, dia memahami maksud dari perintah sang Raja lalu membiarkan Zim pergi begitu mudah. Pasti macan kumbang itu tengah berpikir kalau Sebastian lengah karena merasa terpana atas wujud sang Raja padahal tidak, dia hanya menjalan perintah mutlak dari makhluk mengerikan yang menguasai seluruh daratan di dunia bawah tersebut.


"Kemana isi pikiran mu mengarah?"


BUGHM!


Tch?!


Elliot mendesis kesal, maniknya menyala terang. Jujur sekarang ini dia benar-benar marah, keturunan mata Tâbi selalu berhasil membuatnya jengkel bahkan ketika mereka tidak melakukan apapun. Mungkin dikarenakan faktor sejarah makanya kedua makhluk tersebut tak akan pernah bisa akur meski dalam khayalan sekalipun. Apa lagi jika bertemu.


"Mati kau."


Degh!


Baru saja beberapa detik yang lalu Davian melayangkan puing-puing bangunan istana keatas kepala Elliot dengan kekuatannya tapi lihat sekarang? Situasi malah berbalik 180° dari sebelumnya, Davian terkekeh. Sepertinya dia terlalu memprovokasi makhluk besar itu.


Ish~


Davian terjebak didalam genggaman 4 tangan besar Raja Demon setelah sesaat lalu melakukan pertarungan ringan dengannya. Davian harap Zim cepat melakukan tugas miliknya, sebelum lelaki itu meregang nyawa tentunya. Haha, ini menyedihkan.


Sungguh.

__ADS_1


Rasanya Davian jadi tak berdaya, sosok ia begitu lemah saat ini—yang hanya mampu Davian tampilkan adalah kesombongan. Kata-kata yang bersifat mengulur waktu, Elliot makhluk berakal—setidaknya dia pasti ingin mencari tahu motif atau niat terselubung dari penyerangan yang Davian lalukan; meski itu hanya dugaan tapi Davian benar. Pertarungan berat sebelah ini tidak seberutal itu.


"Apa yang kau tawakan?" Desis Elliot nyalang pada Davian ketika melihat sosok lelaki itu malah terkikik geli disituasi genting seperti ini. Tidak 'kah dia berpikir kalau saat ini dia berada tepat diambang kematianya? Hidup lelaki itu ada tepat diatas tangan Elliot.


Tapi dia malah tertawa, sungguh aneh manusia satu ini.


"Perhatian sekali kau..." sahut Davian spontan dengan nada mengejek, bermaksud menanggapi ucapan penuh pertimbangan Elliot yang sempat-sempatnya bertanya pada Davian saat itu. Aturan pertama dalam pertarungan; jangan pernah menaruh simpati atau ketertarikan pada musuh. Hal itu bisa jadi bumerang untuk kita jika musuh mendapatkan sekecil apapun celah kelemahan yang bisa dimanfaatkan. Sifat jelek Davian kembali muncul. Lelaki itu tidak bermaksud apa-apa tapi lagi-lagi berhasil membuat Elliot gemas hingga ingin meremukkan tulang-tulang miliknya sampai hancur.


"Agrh!"


Davian merasakan organ dalamnya seperti ingin pecah karena mendapat tekanan kuat dari jemari raksasa. Sial, pikirkan sesuatu! Teriak Davian menyadarkan diri, tak mungkin lelaki itu bisa bertahan jika terus begini. Di tambah kekuatan miliknya melemah saat berdekatan dengan sang raja dari para Demon tanpa alasan yang jelas. Ya meski jawaban dari masalah itu masih bisa diterka-terka.


Kekuatan yang mengalir pada tubuh Davian 80% bersumber dari dunia bawah itu sendiri, jadi wajar saja jika kekuatan tersebut kembali ke pemilik aslinya.


Bukan berarti Davian memilih berdiam diri, setidaknya 20% energi kehidupan miliknya berasal dari kekuatan suci. Ingat silsilah keturunan mata Tâbi? Mereka dulunya adalah pelayan setia dari sosok gila bernama Gabriel; sebelum perang suci dimulai ratusan tahun silam karena pengkhianat kejam makhluk tersebut tentunya.


"EGH!"


Elliot tiba-tiba melempar tubuh Davian, dia merasakan rasa sakit seperti terbakar setelah mendengar lontaran kalimat Davian. Permukaan kulit sekeras baja Elliot terkelupas hingga menampilkan koyakkan daging yang mengerikan. Makhluk itu tertegun, lain cerita dengan Davian yang sekarang ini meringis kesakitan karena merasakan beberapa tulang rusuknya patah. Elliot melemparnya keras ke sisi lain tembok hingga benda itu hancur, bahkan Davian sempat muntah darah.


Penglihatan Davian jadi berkunang-kunang, sedikit darah menutupi retina matanya. Dia harus mempertahankan kesadaran atau dia akan benar-benar mati di—


Aku menemukannya?!


Lengkingan nyaring milik Zim mengembalikan fokus Davian. Seolah bersikap biasa saja Davian mencoba bangkit sambil tersenyum.


Ternyata berhasil.


Davian harap Zim cepat memberi isyarat untuk kabur setelah ia berhasil membawa Eva pergi. Davian sungguh berada diambang batas—


Kemana makhluk satunya lagi?


Deg!


ZIM! BERHATI-HATI! Teriak Davian kencang melalui telepati sebelum suara keras dari runtuhnya bangunan istana kembali terdengar.


BOOOM!


Manik Davian bergetar, dia membeku seketika.


Jangan-jangan sosok Zim sudah tia—tidak! Berhenti memikirkan hal aneh dan fokuslah pada tugas mu Davi—?!


"Kemana kau melihat?"


Bugh!

__ADS_1


Hoak!


Begitu cepat sampai-sampai Davian tak sempat menghindar, sebuah kepalan tinju mendarat tepat diarea perut hingga memaksa Davian memuntahkan lagi darah dari dalam tubuhnya.


Itu untuk balasan yang tadi karena sudah mengejek ku, batin Elliot. Sambungan telepati terdengar, Sebastian sempat menanyakan kondisi sang Raja—meski mendapatkan luka bakar parah tapi Elliot baik-baik saja. Sebastian bersyukur mendengarnya.


Apa yang kau temukan sebas? Tanya Elliot.


Sepertinya dugaan baginda soal kedatangan mereka adalah manusia itu benar, sahut Sebastian. Dari kejauhan dia memperhatikan sosok yang berhadapan dengan Vioner demi memperebutkan Eva.


Haruskah hamba kesana?


Elliot menggeleng, makhluk itu tengah memikirkan sesuatu.


Jika sudah mengancam keselamatan Ratu, bunuh saja. Ucapnya pada pelayan setia yang ia milik, dengan gamblangnya Sebastian mengangguk.


Di lain sisi mata Elliot menangkap pergerakkan dari sosok Davian, seharusnya serangan-serangan fisik tadi cukup membuat luka fatal pada manusia tapi kenapa anehnya Davian selalu berhasil bangkit, bahkan dengan tampang yang seolah bicara 'aku baik-baik saja' serangan itu tidak ada apa-apanya. Benar-benar meremehkan.


"Apa tujuan penyerangan mu adalah manusia itu?" Tanya Elliot tiba-tiba berhasil membuat Davian tersentak kaku.


Apa? Apa yang baru saja ia dengar? Kenapa makhluk itu bertanya?


"Kalau iya kenapa?"


Ah~ turunkan dagu mu atau aku akan benar-benar membunuh mu, dasar makhluk rendahan.


Glek!


Davian menelan saliva kasar, tubuhnya bergetar. Hah! Davian ketakutan. Dia tahu kalau sedari tadi raja dari para Demon itu tak pernah bertarung serius menghadapinya tapi lihat 'lah saat ini! Sepertinya Davian sudah menyentil kecil ego dari makhluk kejam itu.


Sial, Elliot benar-benar murka. Kekuatan yang sama persis seperti Davian muncul dengan tekanan besar berkali lipat dari milik lelaki itu.


Tamat 'lah sudah riwayat mu, Davian. Haha |


...***...


...Tbc...


...Jangan lupa like, vote, dan comments...


...Terima kasih...


...Ketemu lagi nanti...


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2