
...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa klik like, vote dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...selamat membaca....
...____________________________...
...M u s i m - S e m i...
..._____________________________...
...____________________...
...____________...
..._____...
..._...
"Ehm~ Lumayan... " ucap Josan menilai masakan Reva. Lelaki itu meletakan telapak tangannya diatas pucuk kepala sang kekasih.
"Ternyata memasak itu menyebalkan," keluh Reva. Melepas celemek yang dia kenakan lalu menggantung benda itu ketempat gantungan khusus di area dapur.
Josan terkekeh. Sudah 1 tahun mereka menjadi pasangan kekasih, banyak yang menilai kalau Josan dan Reva itu serasi. Mereka saling melengkapi satu sama lain, bahkan ibu Reva sudah mendeklarasikan bahwa Josan adalah menantunya. Luar biasa.
"Itu makanya kau perlu belajar sayang ku... aku tak ingin kau selalu makan-makanan cepat saji..." sahut Josan, ikut melepaskan celemek yang dia kenakan. Menggantung banda itu tak jauh dari tempat Reva meletakan miliknya.
__ADS_1
Reva memanyunkan bibir tak suka. Gadis itu duduk di meja dapur; menatap malas Josan.
"Kau saja yang memasak untuk ku setiap hari Josan, makanan ku akan terjaga..." ujar Reva. Josan melayangkan tatapan tajam, mereka sebentar lagi akan lulus sekolah menengah atas—tepatnya kurang dari 5 bulan lagi.
"Dan kau yang bekerja manis ku, biar aku jadi bapak rumah tangga..." ledek Josan. Mendengar itu Reva terkikik geli, membayangkan situasi yang di sebutkan Josan.
"Layak untuk di coba..." seru Reva. Josan merotasi kedua bola matanya seraya mendekati tubuh Reva. Lelaki itu berdiri disela kaki gadis berstatus sang kekasih; Reva—yang seenak jidat duduk diatas meja dapur.
"Jangan membuat ku seperti lelaki tak pantas... aku punya kewajiban Reva..."
Ciuh!
Cibir Reva dengan wajah meledek. Josan menyelipkan tangan di area pinggang gadis itu, direngkuhnya hangat Reva.
"Menggelikan!"
"Menikah mu..."
Blush~
Rona merah naik di kedua pipi Reva. Jawaban berbobot gombalan apa itu? Tangan Reva terangkat, menjauhkan wajah Josan yang tiba-tiba sudah sedekat ini. Lelaki yang terlihat seperti ingin melahap leher Reva terdorong menjauh.
Wajah malu-malu Reva mengundang kekehan renyah dari Josan. Lelaki itu mencoba memangkas habis jarak antara dirinya dengan sang kekasih.
"Aku berharap kita bersama selamanya~" bisik Josan sensual. Reva merasakan hidung milik lelaki itu mendusel gemas telapak tangannya.
"Aku mencintai mu."
...***...
__ADS_1
"Josan? Bukannya ini kekasih mu?" ucap seseorang. Sang pemilik nama menoleh kearah teman sekelasnya. Dia menunjukan sebuah foto pada Josan, awalnya lelaki itu tidak ingin menanggapi serius tapi apa yang dia lihat berhasil membolakan kedua mata.
Josan merampas kasar handphone milik temannya. Memperhatikan lekat-lekat foto yang ada didalam benda itu.
"Aku jadi ingat, beberapa hari ini ada rumor yang bilang—"
Josan menggerakkan pandangan pelan. Sorot matanya begitu tajam. Sambil meremas kuat benda pipih di tangannya, dia menajamkan pendengaran; menanti kata-kata apa yang akan di ucapkan temannya itu.
"Kekasih mu itu menggoda pria lain..."
DEG!
Josan mendengus kecil. Mengembalikan handphone itu ke pemilik aslinya. Josan membuka bibirnya pelan, dengan manik berkedut tak percaya.
"Benarkah?" tantangnya.
...***...
...Tbc......
...Jangan lupa like, vote, & comments......
...Terima kasih....
...Ketemu lagi nanti......
...Bye......
...:3...
__ADS_1