Crazy Baby

Crazy Baby
Makan Malam


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan semata, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun; mungkin karena ketidak sengajaan saja....


...Silakan klik vote, like dan comments diakhir cerita, sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._______________________________________...


...M a k a n — M a l a m...


..._______________________________________...


...____________________________...


...___________________...


...___________...


...____...


...__...


..._...


Baru saja melangkah keluar dari pintu rumah, bayangan Davian muncul; dengan lipatan silang kedua tangan didada. Dia menatap jengah Reva. Kabar bahwa Reva mau berhadir pada undangan makan malam keluarga lelaki itu rupanya sudah tersebar luas. Seperti terseret angin begitu saja.


Mobil mewah terparkir tak jauh dari teras rumah Reva. Davian bilang mereka harus datang layaknya orang pada umumnya; bukan seperti hantu yang selalu berpindah dimensi. Meski Reva berpikir lebih efisien jika sang pemilik hazel ini menggunakan kekuatannya. Apa boleh buat.


"Reva~" Gadis itu menoleh. Wanita aneh yang satu marga dengan Davian terlihat—Eni; melambai bersamaan terbukanya kaca mobil bagian penumpang. Wajah wanita itu pucat. Reva memberi anggukan kecil sebagai jawaban.


Teringat akan penuturan Davian, 'jangan terbawa arus' Eni jika tidak ingin terjebak. Reva juga baru-baru ini menyadari kalau Eni bukan manusia. Tidak heran kalau Davian selalu mengucapkan kata busuk; indra penciuman Reva mulai merasakan aroma mayat dari tubuh wanita itu.


Haha... rasanya mengerikan.


"Bisakah kau enyah Eni?!" Sengut Davian sambil menutup hidungnya.

__ADS_1


Eni terkekeh. Tubuhnya tiba-tiba menghilang bagai debu. Akhirnya Davian bisa bernapas segar. Pemilik hazel itu menoleh.


"Cepat masuk!" Pintanya pada Reva. Reva bergegas membuka pintu belakang, masuk mendahului Davian. Gadis itu melihat lelaki paruh baya sebagai supir didepannya—disusul Davian yang duduk tepat disamping Reva.


"Rumah utama" ucap Davian datar. Tanpa perlu basa-basi lagi; sang supir melajukan benda beroda empat itu. Membawanya menyusuri jalan beraspal kota kecil ini.


Ah~


Sunyi sekali~


?


...***...


Sekarang Reva mengerti alasan kenapa Davian menjemput dirinya ketika matahari masih timbul padahal sub judulnya adalah acara makan malam.


Tempatnya terlalu jauh, keluh Reva dalam hati. Pemandangan kota sudah lenyap; tersisa hutan-hutan rimbun dengan sedikit celah ruang yang menghadirkan matahari sore. Empat jam rasanya mereka berada didalam mobil yang bergerak konstan ini. Reva bisa mati kebosanan.


Dia melirik Davian. Lelaki itu sudah teler dengan penutup mata miliknya. Dua jam Davian hanya tertidur nyaman tanpa beban diatas benda bergerak alias mobil.


Haruskah Reva ikut tidur?


Pilihan bagus sepertinya~


.


.


.


.


.


Argh...


Reva melenguh pelan. Perlahan mengerjapkan kedua matanya. Pemandangan langit-langit ruangan terlihat—bergoyang-goyang. Eh?

__ADS_1


Gadis itu mencoba memfokuskan pandangan. Tidak salah lagi, langit-langit itu bergoyang; lalu ada apa dengan posisi dirinya?


"Jika kau sudah benar-benar sadar, bisa tolong berjalan sendiri? Kau berat." Suara familiar terdengar ditelinga Reva. Pemilik kelam lantas menoleh.


Blush~


Pipi-pipi Reva memerah. Davian tengah menggendong ala tuan putri terhadap tubuhnya.


Hah?


Apa yang terjadi?!


Kenapa dia malah digendong Davian?!


Digendong lelaki angkuh ini!


"Menyahutlah Reva, sebelum aku memilih mengempaskan tubuh mu kelantai." Ungkapan bernada dingin menarik seluruh kesadaran Reva.


"Hm..." Reva berdehem kecil—menjawab. Tenggorokkannya serat. Tangan-tangan mungil mengalung dibahu Davian; sang hazel spontan menunduk. Kaki-kaki berbalut sepatu balet itu akhirnya menyentuh lantai.


Reva baru menyadari; ternyata dia sudah sampai dikediaman utama keluarga Davian. Lelaki yang tanpa sadar sudah terikat dengan dirinya.


Pasangannya?


Sedikit terdengar menggelikan yah~


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa Vote, Like & comments......


...Terima kasih,...


...Bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2