Crazy Baby

Crazy Baby
Hitam


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa vote, like dan comments diakhir cerita; sebagai wujud apresiasi karya orang lain....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


...__________________________________________...


...H i t a m...


...__________________________________________...


..._______________________________...


..._______________________...


...________________...


...__________...


..._____...


...__...


..._...


Huh?


Reva terkejut, benda-benda hitam melahap tubuhnya. Pemandangan terakhir yang dilihat gadis itu adalah wajah kaget Josan. Sekarang semua menjadi gelap.


Reva tidak bisa melihat apapun, meski sekedar jari-jari tangan pada tubuhnya. Gadis pemilik kelam itu menghela napas.


Apa yang dia lakukan? Batin gadis itu.


Aura negatif yang tanpa sadar tercipta. Menelan dirinya dan berhasil mendapatkan wujud sehingga Josan dapat melihatnya juga. Davian akan marah.


Reva terduduk. Tidak tahu pada apa, hanya seperti permukaan lantai. Dingin.

__ADS_1


"Cring~"


Terdengar suara. Mirip lonceng. Bergema. Apa itu? Pikiran Reva teralihkan. Dia mendongak, meneliti baik-baik ruangan gelap tanpa pencahayaan sedikitpun.


"Cring~" kembali terdengar, kuat. Reva menoleh. Sebuah tangan menyentuh pelan bahunya. Mata Reva terbelalak. Sosok dengan lentera tiba-tiba muncul dibelakangnya.


Seringai terlihat, mata dan hidung ditutupi kain tebal.


Sosok yang bukan wanita ataupun pria itu membuka mulutnya. Suara terdengar. Tapi Reva tidak bisa mendengar apapun, meski mulut yang berucap hanya sejengkal dari daun telinga Reva.


Apa? Apa yang coba dia sampaikan?


Reva tidak mengerti.


KRAK!!!!


Suara nyaring muncul. Reva terkejut, sosok tadi hilang bagai abu tertiup angin—bertepatan retakan besar yang muncul dilantai.


"Hah?"


Reva terjatuh. Terperosok didalam retakan. Tertarik menuju dasar yang tidak terlihat.


Argh...


"—KAU SIAPA?"


"Reva?!"


Berisik! Reva berkomentar. Kepalanya pusing bukan main. Suara-suara ramai terdengar. Gadis itu membuka mata pelan. Pemandangan pertama yang terlihat adalah sosok Josan mencengkeram kerah baju—Davian?


DAVIAN?!


Mata Reva membola. Dia melihat Josan seakan ingin memukul Davian. Gendang telinga Reva juga mendengar kata-kata tidak pantas lelaki itu sampai pada kalimat.


"BERANINYA KAU! MENYENTUH TUNANGAN KU!"


Lagi, terdengar dari mulut Josan. Davian yang terkenal aneh hanya menatap datar. Membiarkan kerahnya diacak-acak. Reva tahu, jika seandainya Davian ingin serius; lelaki bajingan bernama Josan itu tidak akan selamat.


Reva berdiri. Entah bagaimana caranya dia bisa tertidur diatas lantai marmer bersuhu dingin itu. Pemilik kelam ini mengangkat tangannya, Davian maupun Josan menoleh. Reva menyentuh tangan Josan—ingin menjauhkan.

__ADS_1


"Kau! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Reva lantang.


Josan nyeka kasar; mengempaskan tubuh Davian. Pemilik hazel itu terhuyung kebelakang.


"Huh!" Davian mendengus sambil membenarkan kerah bajunya. Reva ingin menghampiri Davian; sayang pergelangan tangannya ditahan Josan.


Reva tersentak. Dia menoleh. Menatap tangannya yang dicengkeram kuat.


"Lepaskan!" Geram Reva. Josan tidak menyahut. Cengkeram tanganya terlihat menguat.


"Lepas JOSAN!!"


Davian diam menyaksikan. Otaknya bertanya-tanya; ada apa dengan pria ini? Sampai tiba-tiba terdengar ringisan. Manik hazel itu menyala. Pandangannya turun perlahan. Dia menatap tangan Josan yang hinggap dipergelangan Reva.


Membiru?


Kembali, Davian melarikan pandangan kearah Reva; bergantian kearah Josan yang sibuk berperang dengan kata-kata.


"Tch!"


Urat leher Davian muncul. Sudut bibir lelaki itu naik. Kekehan hambar terdengar—dari pelan hingga menjadi kuat. Reva menoleh. Gadis itu menatap Davian. Manik hazel Davian menjadi pekat.


Perasaan Reva tidak enak. Lelaki itu berjalan. Tangannya terangkat; seolah menggapai? JOSAN.


TUNGGU?!


Reva tepat melihat, Josan menoleh kearah Davian. Davian menampilkan senyum datar dengan tangan terangkat—menggapai bahu Josan; lalu?


Tubuh Josan menjadi abu.


...***...


...Jangan lupa vote, like & comments......


...Terima kasih,...


...Ketemu lagi...


...Bye......

__ADS_1


...:3...


__ADS_2