Crazy Baby

Crazy Baby
Dalam Mimpi Mu


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi/karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


..._______________________________...


...D a l a m - M i m p i - M u...


..._______________________________...


..._____________________...


..._____________...


..._______...


...___...

__ADS_1


..._...


"Tch!" Reva berdecih kesal, entah sudah berapa kali matanya bolak-balik melihat angka di layar handphone. Kemana makhluk itu?! keluhnya dalam batin; menatap lalu-lalang manusia yang melewati pintu cafe—mencari sosok bernama Josan tapi nihil. Batang hidungnya tidak kelihatan, lelaki itu sudah terlambat sekitar 1 jam lebih.


Hah... Lenguhan lesu terdengar dari sela bibir gadis itu. Dengan wajah letih Reva menyandarkan punggungnya di sandaran kursi cafe, untunglah dia memilih tempat paling ujung ruangan yang tidak terlalu ramai. Reva menoleh, pemandangan luar cafe terlihat dari balik pembatas kaca.


Kios-kios antik, cafe hingga restoran cepat saji berjejer rapi diseberang jalan. Reva meneliti setiap detail bangunan-bangunan itu karena bosan sampai dia melihat sesuatu di celah antar bangunan. Tidak terpapar jelas sinar matahari. Reva memicingkan kedua matanya; berharap bisa melihat sesuatu itu, seperti gumpalan hitam? Apa itu? gumam Reva dalam hati. Aura negatif 'kah? terkanya kira-kira.


Brakk!


DEG!


"Ah!"


Puk~


"Reva?"


"HA!" Reva terkejut bukan main ketika seseorang menepuk pundaknya. Saat menyadari siapa pelaku tersebut, Reva membuang napas gusar; melemaskan pundaknya. Wajah kebingungan Josan terlihat bersama beberapa orang yang menatap penasaran, mereka bertanya-tanya 'apa yang terjadi? Kenapa wanita itu berteriak tiba-tiba'—Reva memijit keningnya seraya duduk kembali, di ikuti Josan yang duduk diseberang meja.


"Kau baik-baik saja manis ku?" tanya Josan. Reva membalas dengan decihan, gadis itu melirik lagi kearah jendela pembatas kaca. Sosok hitam dengan wujud menyedihkan menyerupai sosok wanita masih berada disana, hah~ Reva nyaris lupa; dia terlalu terbiasa melihat aura negatif tanpa tubuh yang selalu mengambang di udara layaknya oksigen sampai Reva mengabaikan fakta kalau mereka bisa memperoleh wujud. Menyeramkan, seperti melihat hantu—atau memang hantu? Bedanya mereka berbahan dasar aura hitam; tercipta dari 'cerminan jelek' nafsu manusia.

__ADS_1


"Reva?" panggil Josan lagi. Lelaki itu tak kunjung mendapat respon, gadis yang merasa dipanggil menurunkan tangannya dari wajah lalu melayangkan tatapan tajam kearah lelaki bajingan itu.


"Kau terlambat hampir 2 jam," ucap Reva setengah menggeram. Berbeda pembawaannya, jika bersama Davian Reva merasa tenang tapi jika bertatap wajah dengan Josan Reva merasa mual.


Kekehan renyah khas Josan terdengar, lelaki itu menyela.


"Maafkan aku manis, aku punya pembicaraan penting tadi—dengan ibu mertua..." Reva tahu kalau Josan tengah menggodanya dengan kata-kata menggelikan, tapi entah kenapa bukannya merasa senang. Reva malah ingin sekali menjahit mulut Josan rapat‐rapat, agar lelaki itu tidak bisa berbicara dan mengumbarkan seluruh kata penuh tipu muslihat yang berada dalam otak liciknya.


"Dalam mimpi mu Josan," sahut Reva mencemooh.


"Dengar, aku sudah menegaskan pada mu... kita tak akan pernah MENIKAH." kecam gadis bermanik kelam pada lelaki didepannya.


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, & comments......


...Terima kasih....


...Ketemu lagi nanti......

__ADS_1


...Bye......


...:3...


__ADS_2