Crazy Baby

Crazy Baby
Cerita 3


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


...___________________________________...


...C e r i t a 3...


...___________________________________...


...__________________________...


...________________...


..._________...


...____...


..._...


Padahal Reva hanya menerka-nerka, siapa kira kalau tebakan gadis itu tepat sasaran. Lelaki tua didepannya ini manusia yang meminjam kekuatan Demon atau sederhananya setengah Demon. Tidak mengherankan karena semua wajah dalam keluarga Davian mengerikan, dalam artian lain—seperti setan-setan tampan dan cantik? Atau apapun itu.


Meski kakek Davian menjelaskan bahwa tujuan mereka tidak lagi menjadi pelayan makhluk bernama Gabriel, tapi mereka masih menjaga tanggung jawab dalam menjaga keseimbangan. Ya? Walau begitu mereka juga bisa sewaktu-waktu melenceng dari tanggung jawab tidak tertulis itu.

__ADS_1


Mereka seperti koin yang memiliki 2 sisi berlawanan, tergantung siapa yang melempar dan menangkap; hasil akhirnya tidak ada yang tahu.


Reva termenung, sekilas pemikiran melintas diotaknya lagi tanpa rasa lelah. Jika demikian Davian dan keluarganya? Mereka berpihak pada siapa?


"Kami hanya melakukan apa yang kami anggap benar..." ucap kakek Davian menjawab pemikiran Reva, seolah lelaki tua itu memiliki kemampuan membaca pikiran.


"Haha... garis besarnya kalian bisa jadi pisau bermata dua 'kan?" sarkas Reva tanpa sadar. Kakek Davian mengangkat bahunya acuh, tidak mencoba menyangkal kebenaran itu.


Baiklah... baiklah...


Anggaplah Reva sudah memahami itu semua. Dia harus melanjutkan kegiatan bertanyanya pada kakek Davian, demi sebuah kebenaran.


Meski Reva tidak terlalu yakin juga.


"Lalu, siapa sebenarnya Gabriel itu? Kenapa diawal pertemuan dengan saya, kalian mengaitkan darah yang mengalir ditubuh ini adalah bagian dari makhluk itu?" tanya Reva. Perasaannya sedikit menggebu-gebu.


Kakek Davian yang melihat itu membuka bibirnya, memutuskan untuk bicara kepada Reva.


Kakek Davian sedikit menjeda perkataannya.


"Lalu soal keterkaitan darah ditubuh mu dengan sang Gabriel, itu sebenarnya hanya penilaian kami karena melihat seberapa putihnya berkah didalam tubuh mu... tapi ku dengar kalau kau pernah tercemar yah nak?" Lirikan mata itu kembali menatap Reva.


"Aku tidak terlalu yakin sekarang, tapi seperti sosok Gabriel itu sendiri yang merupakan sebuah misteri... dia juga menyimpan banyak rahasia lain yang tidak diketahui siapa pun, hanya sampai situ aku bisa berkomentar nak..." ucap kakek Davian dibarengi kalimat penutup. Sepertinya mereka harus mengganti topik perbincangan.


"Hah~" Reva membuang napasnya panjang.


Okay, baiklah.

__ADS_1


Sekarang Reva harus bertanya apa. Isi kepalanya terasa sakit; campur aduk. Pertanyaan yang sudah Reva susun dan urutkan menghilang begitu saja karena ketidak jelasan ini semua.


Sungguh, ini gila |


"Soal ikatan pernikahan atau apapun itu sebutannya... bisa tolong jelaskan?" tanya Reva, kehilangan nada sopannya. Persetan.


"Owh... soal itu..." komentar kakek Davian menggantung.


"Setiap makhluk memiliki pasangannya 'kan?"


Reva mengangguk.


"Mungkin karena kami menggunakan kegelapan, kami jadi memiliki sedikit kemampun bangsa Demon yang mampu melihat pasangan yang ditakdirkan—"


"Tunggu?! Takdir Davian adalah saya?" potong Reva tiba-tiba. Tangan kakek Davian terangkat, dia mencubit hidung gadis belia dihadapannya ini.


"Pada khasus kalian itu berbeda... tanda ikatan tidak akan muncul begitu saja seperti jerat yang memerangkapkan ikan didalam air... pasangan yang ditakdirkan akan memiliki kesadaran serta cinta, sampai seiring waktu ikatan itu tumbuh dengan sendirinya. Keistimewaannya hanya mampu menyadari satu sama lain, itu saja..." tutur pria tua itu usai mencubit Reva. Mata Reva terlihat berkaca-kaca dengan hidung kemerahan.


"Lalu kenapa kami bisa terikat?" kembali pertanyaan yang sama terulang lagi.


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote & comments......


...Terima kasih,...

__ADS_1


...Bye...


...:3...


__ADS_2