Crazy Baby

Crazy Baby
Membunuh


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...______________________________...


...M e m b u n u h...


...______________________________...


...____________________...


...__________...


...___...


..._...


Benda hitam layaknya debu memasuki celah ventilasi sebuah ruangan. Seakan mereka memiliki indra penglihatan, benda-benda itu meneliti setiap celah; dari sudut ke sudut—mencari sosok tujuan yang diperintahkan.


"Fush~"

__ADS_1


Josan menyesap sebatang rokok di balkon tempat tinggalnya, langit sore terlihat indah; memanjakan kedua mata. Lelaki itu baru selesai melakukan pekerjaan kantornya, dia pikir berleha-leha sejenak tak masalah tapi tiba-tiba sesuatu hadir.


"Ap—?!" Gerombolan benda hitam muncul dari arah belakang tubuhnya, mencekik Josan seraya menyeret sosok lelaki itu kedalam ruangan.


Blam!


Pintu balkon, jendela dan tirai tertutup tiba-tiba, lampu juga mati seketika. Wajah Josan menjadi pucat dengan tangan yang berupaya melepaskan benda aneh dilehernya. Demi apapun, dia hampir kehabisan napas jika saja benda hitam itu tidak melepaskannya di detik bersamaan saat tubuh Josan menghantam dinding.


"Uhuk! UHUK!" lelaki itu terbatuk-batuk, beberapa saliva keluar dari mulutnya. Dia menatap ngeri benda yang bergerak sendiri didepan mata, membentuk sebuah bunga—lalu mekar; menaburkan serbuk mengkilat yang tanpa sadar terhirup oleh hidung Josan.


Ilusi sosok Davian hadir. Josan tersentak kaget ketika matanya menjumpai lelaki yang sama saat dia berada dirumah Reva. Lelaki dengan kekuatan mistis atau apalah itu!


Telihat Davian membuka matanya, meski ilusi itu hanya menampilkan wujud kasar Davian dengan warna hitam. Hazel yakin Josan dapat mengenalinya. Lelaki yang terduduk diatas lantai itu mendongak; membalas tatapan dingin dan dalam milik Davian.


Davian sedikit enggan membuka mulutnya, sejenak dia diam sebelum berbicara pada bajingan menggelikan yang berada dibawah pandangan.


"Kau membuat Reva menangis." ujar Davian bernada geram. Lelaki bermanik hazel itu benar-benar ingin melayangkan sesuatu yang dapat menebas leher milik Josan sekarang juga.


Josan berekspresi bodoh, dia tak paham maksud perkataan Davian. Seingat lelaki itu ketika dia berpisah dengan Reva, gadisnya itu marah—bukan menangis.


"Tak jelas..." sahut Josan tanpa sadar dengan suara menyebalkan.


Deg!


Davian membolakan kedua mata, rahang lelaki itu mengeras. Tangannya terangkat; berubah bentuk menjadi mirip tangan monster berukuran 3 kali lebih besar dari tangan manusia.

__ADS_1


BUGH!


Suara keras terdengar dalam ruangan itu, Davian menyambar cepat leher Josan. Diseretnya lelaki kurang ajar itu keatas, hingga kaki Josan tidak bisa menapaki lantai ruangan lagi.


"Argh!" Josan merintih, lehernya dicekik kuat. Saliva yang baru beberapa detik disapu lelaki itu kembali muncul.


"KAU MEMBUAT REVA MENANGIS SIALAN! HINGGA MATANYA MEMBENGKAK DAN KAU MASIH BISA BERTAMPANG TAK BERSALAH?! SEAKAN-AKAN BUKAN KAU PENYEBABNYA! PADAHAL REVA TERUS MERACAUKAN NAMA MU SEBAGAI PELAKU UTAMA DARI RASA SAKITNYA?!" teriak Davian lantang dengan sorot mata penuh amarah. Pemilik hazel ini gatal. Dia gatal ingin mematahkan tulang leher milik Josan?!


Sialan! SIALAN?!


Kenapa membunuh manusia menjadi hal tabu untuk Davian?! KENAPA!


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, dan comments......


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti......


...Bye......


...:3...

__ADS_1


__ADS_2