Crazy Baby

Crazy Baby
Kendali


__ADS_3

...Cerita ini bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._____________________________________...


...K e n d a l i...


..._____________________________________...


...________________________...


..._____________...


..._____...


..._...


"KAKEK!!!"


Teriak Eni sekuat tenaga sambil menangis sesenggukan.

__ADS_1


"KRAK!"


Selubung hitam yang menyelimuti mereka retak lalu hancur berkeping-keping. Kedua lelaki dewasa berstatus kakak Davian terlihat; Gedion dan Adam, muncul menerobos masuk—Gedion mengeluarkan bara api berwarna hitam lalu menyerang Davian. Davian mundur beberapa langkah sedangkan Eni ditolong oleh Adam.


"Kenapa tidak mengajak kami bermain juga adik kecil?" ucap Gedion setengah mendesis. Maniknya terlihat berkilat terang, lelaki itu mencoba memukul mundur Davian dengan kemampuan yang dia miliki. Lain halnya Adam, kakak lelaki yang memiliki sifat kecenderungan tenang itu menggendong Eni—menjauhi area sana; membiarkan kakak tertuanya bergelut ria dengan sang adik.


"Kau tidak apa Eni?" Tanya Adam. Eni mencoba meredakan tangisannya lalu mengangguk kecil sebagai jawaban. Mereka melalui lorong panjang kediaman.


"Sebenarnya... apa yang terjad—i pada Davi... an?" Ucap Eni susah payah bernada tanya pada Adam setelah mereka cukup jauh dari tempat Gedion dan Davian. Adam menurunkan tubuh Eni dilantai, sejenak lelaki itu terdiam sambil berpikir.


"Insting buas..." jawab Adam, sikat, padat, dan jelas lalu meninggalkan Eni seorang diri. Wanita itu termenung—mencerna baik-baik maksud ucapan kakak sepupunya itu sampai Eni paham apa maksudnya.


"Pantas saja..." komentar Eni pada semua kejadian bodoh ini seraya terkekeh hambar.


"Benar-benar liar..." ucap Gedion, mendekati Adam yang masih mencoba menyerang Davian. Adam berdehem sebagai jawaban, pandangannya terlihat fokus pada Davian.


"Ku dengar dia juga menyerang kakek..." tambah Gedion seraya membantu Adam. Bara api bermunculan disetiap sudut, memperkecil ruang lingkup pergerakan Davian.


"Masih terlalu dini untuknya jika ingin melukai kakek," jawab Adam pada pertanyaan Gedion. Kekehan terdengar dari mulut Gedion.


"Kau benar..." ujarnya.


Perlu waktu 45 menit hingga akhirnya kedua lelaki dewasa itu berhasil menjerat tubuh Davian didalam perangkap cair milik Adam. Wajah beringas masih terlihat pada adik bungsunya itu, Gedion menghela napas lelah begitu juga Adam sampai lelaki yang memiliki status paling tinggi muncul. Kakek Davian melihat dengan wajah datar, kilat marah tampil dimaniknya.


Atmosfer tidak mengenakan terasa. Gedion maupun Adam seketika merinding, bulu kuduknya berdiri.

__ADS_1


"Apa yang akan terjadi pada adik, kakek?" Tanya Adam penasaran sekaligus khawatir, meski mereka tidak terlalu dekat tetap saja mereka saudara sedarah berbeda dengan kakak tertua mereka; Gedion lebih memilih mengunci rapat bibirnya.


Tapi sayang, mulut kakek Davian sepertinya enggan terbuka. Lelaki tua itu memilih mengangkat tangannya menuju kening Davian, kedua manik mereka bersinggungan—kakek Davian dengan ekspresi datarnya sedangkan Davian dengan wajah beringasnya.


"Bum!"


Sebuah simbol terlihat dikening Davian bersamaan dengan jeritan sakit lelaki itu. Gedion serta Adam hanya mampu menyaksikan dalam kebisuan.


"ARGHHHHH!"


Mereka tahu simbol itu, simbol yang tengah diletakkan sang kakek merupakan jenis hukuman yang tak pernah terbayangkan Gedion maupun Adam akan diberikan pada cucu kesayangan lelaki tua dihadapan mereka ini.


Simbol hukuman—KENDALI PIKIRAN.


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, & comments......


...Terima kasih,...


...Bye...


...:3...

__ADS_1


__ADS_2