Crazy Baby

Crazy Baby
Adam (Side Story 5 Part 2)


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...___________________...


...A d a m...


...___________________...


...___________...


..._____...


..._...


Kenapa? Kenapa dulu aku membenci Adam? Kenapa?


Krett~


Eni menoleh, pintu balkon kamarnya terbuka. Wanita itu segera beranjak dari tempatnya duduk; dibibir ranjang menuju area balkon. Udara malam menyapu permukaan kulit wanita itu, Eni merinding. Pakaian yang sekarang ia kenakan cukup tipis, wanita ini memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangan. Pemandangan pekarangan rumah terlihat menyambut, Eni bergerak kian mendekat hingga tubuhnya membentur pelan pembatas balkon.


Sebentar wanita itu tertegun, dengan gelapnya keadaan.


"Dulu disini sangatlah terang..." gumam Eni tanpa sadar. Dia mengeratkan pelukan tubuhnya, udara semakin dingin deburan angin lumayan kencang. Ada potongan kecil dari ingatan milik wanita itu yang sepertinya menghilang entah kemana.


Eni rasa janggal, kenapa? Kenapa dirinya jadi sulit mengingat sesuatu setelah Davian menghilang? Apa karena Eni kembali dekat dengan Adam makanya pikiran wanita itu menjadi lengah. Dia bebas mengabaikan masalah dan tinggal bersandar nyaman dibahu lelaki bernama Adam tersebut. Beda ketika dirinya berdampingan dengan Davian, Eni rasa kalau dia benar-benar hidup di dunia nyata yang kejam?


Nginggg—!


Spontan Eni terpejam, ada dengungan nyaring bersarang di gendang telinganya. Ada apa ini?! Teriak Eni dalam hati, tubuhnya tiba-tiba lemas—merosot jatuh diatas lantai dengan tangan yang masih mencoba menopang bobot tubuhnya pada pembatas balkon.


Deg! Deg! Deg!


Detak jantung Eni berdebar kencang, hingga rasanya ingin meledak. Akhir-akhir ada apa dengan tubuh wanita itu? Rasanya Eni benar-benar letih dan gelisah secara tiba-tiba, namun kadang dia juga bisa menjadi sangat stabil tanpa alasan yang jelas.


Eni menitikan air liur, napasnya tak normal; Hyperventilation—


"UHUK! UHUK?!" Tiba-tiba batuk keras terdengar, tangan wanita itu terangkat membekap kuat mulut hingga kesulitan bernapas. Apa ini?! Apa ini?! Eni berkaca-kaca, rasanya sakit. Sakit sekali namun di detik selanjutnya wanita itu kembali normal. Manik Eni berubah kosong, tangan yang membekap mulut turun begitu saja. Banyak saliva menitik disana, Eni mendongak—menatap kosong langit malam tanpa rembulan.


"Apa yang ku lakukan disini?" Gumamnya pelan pada sunyinya keadaan.

__ADS_1


...***...


"Argh?" Eni membuka pelan kedua kelopak matanya. Suasana sejuk memenuhi indra wanita itu, dia melirik; ada sosok Adam yang tengah duduk disamping ranjang sambil membaca sebuah buku tebal.


"Akhirnya kau sadar..." ucap Adam tanpa menoleh sedikit pun. Eni merubah posisi miliknya jadi setengah bersandar di kepala ranjang, apa maksud ucapan lelaki itu? Tanya dia dalam hati.


"Aku menemukan mu pingsan kemarin malam di balkon, apa terjadi sesuatu Eni?" Tanya Adam kemudian, dia menutup buku tebal lalu meletakan benda tersebut keatas meja nakas. Lelaki itu melayangkan pandangan tajam kearah Eni, wanita yang baru saja bangun dari tidurnya itu menggeleng. Dia tidak ingat secuilpun tentang kejadian kemarin kecuali?


Guyonan garing atau tepatnya kurang ajar dari pria bernama Adam soal dirinya yang bisa menganti para jala*ng untuk memenuhi hasrat gila milik lelaki itu.


Eni berwajah dongkol ketika mengingatnya.


"Ya, ada!" Sahutnya ketus. Adam terbelalak kaget dia mendekatkan diri kepada Eni, harap-harap bisa mengetahui kejadian apa yang menimpa Eni hingga membuat wanita tersebut tidak sadarkan diri.


"Kau! Candaan buruk mu membuat ku pingsan sialan?!" Tutur Eni sarkas. Wanita itu cepat-cepat beranjak pergi, melenggangkan kaki menuju kamar mandi; meninggalkan Adam dengan wajah beloonnya.


"Hah~" lenguhan besar terdengar, Adam menggeleng tak habis pikir. Ternyata wanita itu masih mempermasalahkan kejadian semalam. Nanti dia akan meminta maaf secara benar kepada wanita tersebut tapi di pikir Adam akan percaya begitu saja? Tidak mungkin wanita itu tiba-tiba pingsan tanpa alasan yang jelas? Mustahil.


Ada sebab ada akibat.


Pasti sesuatu terjadi, entah apa itu. Adam tidak tahu.


Tangannya terangkat kembali menggapai buku tebal berisi catatan penting miliknya. Adam membuka lembar buku tersebut lalu berhenti tepat ditengah-tengah halaman.


Dampak dari penggunaan jangka panjang adalah melemahnya ingatan seseorang. Jika terjadi respon agresif atau emosi yang tidak stabil hal ini wajar karena dia sedang mencoba mengingat sesuatu atau ada hal-hal tertentu yang membuat pikirannya terganggu. Kondisi akan kembali normal seperti biasanya setelah tidur sejenak.


Sulit juga yah?


"AAAA!"


Sret—!


Bugh!


Adam terkejut telinga lelaki itu mendengar teriakan nyaring milik Eni dari arah kamar mandi, dia berdiri tiba-tiba hingga kursi yang ia duduki terjungkal kebelakang. Dengan bola mata melotot lelaki itu melangkah cepat menuju pintu kamar mandi lalu mengetuk kencang sambil berteriak panik—


KNOCK! KNOCK!


"ADA APA ENI?" Tanya Adam lantang. Takut terjadi sesuatu pada wanitanya didalam sana.


Tak kunjung mendapat sahutan, membuat Adam ingin menerobos masuk kedalam kamar mandi jika saja benda tersebut tidak terbuka didetik selanjutnya. Gerakannya amat pelan.


Kreet...


Adam menilik—sosok basah Eni terlihat; maksudnya lengan dari wanita tersebut yang tampak menitikan beberapa tetes air terlihat. Kening Adam berkerut, dia menelengkan kepala sedikit mengintip penasaran apa yang sedang Eni lakukan.

__ADS_1


"Bisa tolong ambilkan aku handuk?" Bisik Eni. Menyembunyikan setengah badannya dibalik pintu tersebut.


"Terjadi sesuatu?"


Eni menggeleng, membalas tatapan tajam milik Adam.


"T-tidak, aku hanya menjatuhkan handuk ku. Lalu membuatnya basah,"


Adam menepuk jidat, dia berbalik. Ternyata perkara itu yang berhasil membuat Eni berteriak panik dengan suara heboh tadi. Lelaki itu mengedarkan pandangan kepenjuru ruangan, mencari benda yang biasanya orang-orang sebut sebagai lemari pakaian.


"Rak sebelah mana?!" Seru Adam nyaring ketika sudah mendapati lemari yang dimaksudkan. Dia membukanya lebar, banyak baju hingga pakaian dalam berjejer rapi tepat didalam sana.


Sial, membuat Adam tegang saja.


"Paling atas!" Sahut Eni menunjuk rak teratas dari lemari. Adam mendongak, saat manik hazelnya menemukan benda tersebut tanpa pikir panjang lelaki itu mengambil lalu menyerahkannya pada Eni; wanita yang masih senantiasa menunggu dibalik daun pintu kamar mandi tersebut menyambutnya dengan baik. Dia tersenyum.


"Terima kasih." Sahut Eni senang lalu menutup kembali pintu kamar mandinya.


Blam!


Dasar!


Adam menggeleng.


Ada-ada saja.


Lelaki itu menyilangkan tangan kedada, ditatapnya daun pintu didepan mata. Di pikir-pikir, bayangan tubuh milik Eni terlihat memantul dari balik kaca buram pintu kamar tersebut?


Tunggu?


"Aarg? Sial!" Keluh Adam, merasakan sesak diarea pangkal pahanya. Lagi.


...***...


...Tbc...


...Jangan lupa like, vote, dan comments...


...Diagnosa yang disebutkan diatas tidak berdasarkan fakta sebenarnya, apa bila anda mengalami gejala-gejala aneh pada tubuh anda atau sejenisnya segera lakukan pemeriksaan ke-dokter yang memang ahlinya....


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti...


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2