
...Cerita ini bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa klik like, vote, vote dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....
...Terima kasih,...
...selamat membaca....
...______________________________...
...B a n g u n...
...______________________________...
...____________________...
...___________...
...______...
...___...
..._...
Sampai akhir Gabriel tidak menjelaskan apapun pada Davian. Makhluk itu menghilang tanpa jejak bersama lenteranya, seolah-olah memang dia tak pernah singgah kesana.
Ruang pseudo kembali normal, tidak seaneh sebelumnya ketika Gabriel berkunjung atau menyusup? masuk kesana tanpa seizin pembuat segel, sang kakek.
Davian ingin bertanya-tanya, hal apa yang berhasil membuat Gabriel panik hingga angkat kaki ditengah pembicaraan mereka; sampai ia menyadari sesuatu.
BADUM!
Firasat buruk apa ini? batin lelaki itu menatap liar sekitar.
__ADS_1
Tangannya terangkat, meremas dada. Detak jantung Davian terdengar tak biasa. Hanya satu hal yang mampu membuat respon janggal seperti ini pada tubuh Davian dan hal itu pasti berkaitan dengan—
"Reva."
Aura-aura hitam kekuatan Davian bermunculan, meski sedikit lebih lemah dari biasanya karena di segel sang kakek dalam ke-semu-an. Davian mengerahkan seluruh kemampuannya.
Reva! Apa yang terjadi pada istrinya saat ini?! Begitulah pemikiran Davian. Lelaki bermanik hazel? Keemasan? itu mulai mencari celah agar bisa terbebas dari belenggu. Firasat buruk yang samar-samar terasa—memperkuat tekad Davian untuk mencari tahu.
Terhubung!
Dia berharap bisa terhubung dengan jiwa Reva tapi yang Davian dapat justru sebaliknya.
DEG!
Betapa mengerikan, bayangan apa itu; gambaran suatu kejadian yang baru saja terlintas di penglihatannya.
"Reva..." panggil Davian merasakan keberadaan Reva yang hampir tertelan kegelapan.
...***...
Cahaya merambat masuk kedalam retina Davian. Setengah linglung, lelaki bermanik hazel itu memfokuskan penglihatan yang terasa miring?
Kenapa semua objek didepan sana posisinya miring? Terbalik?
"Kau tidur nyeyak?" ucap seseorang, berhasil mengejutkan Davian. Lelaki itu membulatkan matanya, otak yang tidak berguna tadi tiba-tiba berfungsi baik mencerna situasi.
"Eh?" beo Davian saat paham situasi apa yang tengah dia alami. Rona merah muncul perlahan dari kedua pipi lalu menyebar hingga ke-tengkuk dan daun telinga.
"Davian?" panggil Reva penasaran, kenapa lelaki itu tidak menjawab pertanyaan yang baru saja ia lempar padanya—pada lelaki yang tengah berbaring nyaman diatas paha milik gadis bernama Reva.
Glek!
Davian menelan saliva susah payah, bagaimana ini? Bagaimana ini? Kikuknya dalam hati. Bagaimana bisa Davian tertidur dipangkuan Reva; meski hanya kepalanya saja dan sisa tubuh dibangku halte, BAGAIMANA BISA DAN SEJAK KAPAN?!
__ADS_1
Davian tak pernah se-lengah ini sebelumnya. Untuk beberapa khasus tertentu.|
Secara natural Davian bangkit dari posisinya.
"Ehm!" Dehem Davian mencairkan suasana hati yang sedikit gugup. Lelaki itu membuang pandangan, enggan menatap wajah Reva yang berada tepat disampingnya. Dia benar-benar malu; asal kalian tahu.
"Bagaimana bisa aku tertidur?" tanya Davian. Memutar otak mencari topik pembicaraan.
Terlihat Reva menggerakan kakinya yang terasa kebas.
"Setelah aku menawari mu untuk berbaring, kau malah tiba-tiba berteriak dan menjauh, lalu terjatuh. Ku pikir kau pingsan karena terlalu banyak menggunakan kekuatan tapi ternyata kau malah tertidur... seketika?" terang Reva apa adanya.
Wajah Davian semakin memerah, hal konyol yang baru saja dijelaskan Reva membuat rasa malu Davian berlipat ganda. Bisa-bisanya lelaki berlabel jenius ini bertingkah—? Lupakan.
"Hah~" Davian membuang napas lelah. Dia mencoba pasrah; ini sungguh memalukan.
ARGH!
Siapapun! Tolong?! Kubur Davian dalam sebuah lubang.
...***...
...Tbc......
...Jangan lupa like, vote, & comments......
...Terima kasih,...
...ketemu lagi nanti......
...Bye...
...:3...
__ADS_1