
...Cerita hanya bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....
...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap penulis....
...Terima kasih,...
...Selamat membaca....
..._________________________________...
...I n s t i n g—B u a s...
...__________________________________...
...______________________...
...___________...
...___...
..._...
Insting buas.
Insting ini biasanya muncul karena ingin melindungi sesuatu atau menunjukan otoritas pada penyusup yang berani memasuki wilayah mereka. Jelas seperti binatang, pikir Reva.
__ADS_1
Setelah cukup lama terjebak diruang isolasi putih yang sengaja dibuat Davian untuknya, Reva akhirnya diselamatkan oleh kakek Davian dan tanpa sengaja menyaksikan sebuah kejadian yang seharusnya tidak dia lihat.
Penyimbolan Davian dengan simbol hukuman. Reva menunduk, pandangannya tertuju pada Davian yang kehilangan kesadaran dan seperti disegel pergerakannya oleh cairan aneh milik Adam; kakak lelakinya.
Sedikit banyak Reva bisa menduga sebenarnya apa yang tengah terjadi. Ketika Davian mencoba melakukan ritual pemisahan ikatan diantara mereka, terjadi tubrukan aliran yang entah apa penyebabnya—mungkin berkaitan dengan makhluk bernama Gabriel itu, lalu dikarenakan tindakan gegabah Reva yang tiba-tiba mencari sosok Davian namun berpapasan dengan kakeknya dan berakhir diruang dimensinya, hal itu kemudian memicu suatu fenomena unik.
Ketidak—stabilan.
Singkatnya, Davian shock lalu mengalami efek kebingungan karena menghilangnya wujud keberadaan Reva didunia nyata, sampai akhirnya insting buas lelaki itu mendominasi pikiran dan tubuhnya; untuk mencari keberadaan gadis pemilik manik kelam itu.
Haha, lucu juga |
"Benar-benar kacau..." ucap seseorang bertepatan dengan suara daun pintu yang tertutup. Reva menoleh dan mendapati sosok Eni yang melangkah masuk menuju tempat Reva berada, kekehan hambar terdengar setelahnya dari mulut Eni. Reva menurunkan pandangan menuju leher wanita itu; cetakan hitam seperti luka bakar terlihat.
"Baik..." sahut Eni pelan sambil ikut memandangi wujud sepupunya. Simbol unik dengan ukiran rumit terlihat.
Lagi-lagi Eni terkekeh, kali ini tersirat nada geli didalam kekehannya ketika melihat Davian yang biasanya selalu tampil sempurna dihadapan siapapun–lewati soal kepribadian dia yang temperamental, sekarang menjadi kacau balau.
"Owh ya... simbol apa yang ada dikening Davian?" Tanya Reva begitu saja, dirinya sedikit penesaran—ya... walau dia bisa menebak sedikit kalau benda itu dibuat khusus untuk menghukum Davian yang membuat kekacauan hebat disini sampai-sampai kedua kakaknya turun tangan untuk menenangkan pemilik manik hazel itu.
Eni menoleh.
"Kendali pikiran?" Sahut Eni apa adanya.
"Aku kurang tahu tentang simbol itu karena memang jarang digunakan kecuali untuk menghukum para pengkhianat pada generasi sebelumnya..." tambah wanita itu lagi sambil menatap Davian kembali.
__ADS_1
Reva mengangguk, dia mencoba untuk memahami sedikit demi sedikit penjelasan yang Eni utarakan.
"Lalu kapan benda itu akan lepas dari Davian?" Tanya Reva lagi, terpikirkan hal itu. Tapi Eni malah menggeleng ragu.
"Entahlah... tak ada yang tahu kecuali pemilik segel yaitu kakek, mungkin setelah mengulik habis isi pikiran Davian?" ucap Eni diakhiri kalimat bernada tanya. Reva tersentak kaget dalam diamnya, gadis itu memilih mengunci rapat bibirnya, tidak ingin berujar apapun lagi. Perasaan bersalah tiba-tiba muncul disudut hati yang paling dalam dari gadis bernama Reva itu.
Reva menunduk, menatap lantai marmer—terlihat dingin. Wanita yang berada disebelahnya melirik dari balik ekor mata , Eni menghela napas panjang.
"Hah~"
Meski tahu apa yang tengah dipikirkan Reva sekarang ini, sama halnya pemilik kelam itu—Eni memilih menutup rapat mulutnya, meresapi keheningan tanpa batas sebelum makan malam.
...***...
...Tbc......
...Jangan lupa like, vote, & comments......
...Terima kasih,...
...Ketemu lagi......
...Bye...
...:3...
__ADS_1