Crazy Baby

Crazy Baby
Bunga Hitam


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...________________________...


...B u n g a - H i t a m...


..._________________________...


..._________________...


...________...


...___...


..._...


Detak jam terdengar berirama konstan, pukul berapa ini? Davian juga tak tahu. Langit diluar jendela menjingga, burung-burung pasti sudah kembali ke sarang mereka digantikan makhluk malam yang mengambil peran.

__ADS_1


"Hah~" Davian membuang napas, lelaki itu tengah duduk di bangku meja belajar milik Reva seraya memperhatikan lekat gadis bernotabe istrinya–terlelap damai.


Tch...


Davian sebenarnya gatal ingin ikut berbaring disamping Reva, tapi pikiran lelaki itu sedang kacau. Sesekali dia berekspresi marah dan bergelut dengan pikiran. Mudah saja, kalian bisa menebak apa yang membuat Davian se-kesal ini. Itu Josan. Pastinya! Bajingan yang mengaku-ngaku tunangan Reva. Davian tak mengerti perkara apa yang Reva dan lelaki itu bahas sampai gadis bermanik kelam ini menangis tersedu-sedu seperti tadi. Tapi jujur ketika si hazel ini sangat enggan mencari tahu karena masih marah pada Reva; sampai ia mengadu ke kakeknya dengan tampang penuh linangan air mata minta dinikahkan. Argh! Antara ingin merajuk dan mengamuk. Ha-ha lupakan! |


Pusing!


Geram Davian sambil mengacak-acak surai rambut diatas kepalanya.


Tangan lelaki pemilik hazel itu kemudian terangkat, suara jentikan jari terdengar. Tak! Bulir-bulir hitam berukuran tak lebih besar dari sebutir pasir bermunculan; bergerombol menjadi satu diatas lantai yang dingin, diantara kaki Davian—membentuk sebuah pola.


"Bunga hitam..." ucapnya, tiba-tiba pola hitam itu menjadi timbul. Membuat sebuah objek mirip bunga dengan gerakan lambat hingga akhirnya bunga dari energi gelap itu perlahan mekar.


Ku pinjam sedikit dari seluruh kekuatan tabu para incubus. Carilah sosok yang berani mengambil tetesan kristal dari pelupuk mata pasangan ku~


Batin Davian merapalkan serangkaian kata penuh makna. Bunga hitam yang berada di atas lantai lenyap seketika bersama embusan angin yang entah muncul dari mana.


Wush~


Pelan—lelaki pemilik hazel itu kembali membuka matanya, dia melirik jendela balkon yang ada kamar. Bunga-bunga hitam itu berhamburan di langit sore yang semakin kental warnanya.


"Aku harap bisa tidur disini tapi... banyak pekerjaan menanti... maafkan aku istriku..." gumam Davian bersamaan dengan suara jentikan jari. Bola hitam melahap cepat tubuhnya, lelaki itu lenyap dalam hitungan detik; berpindah tepat melalui jalur teleportasi. Meninggalkan sosok Reva yang masih terlelap seorang diri didalam kamar.

__ADS_1


Davian merasa bersalah, dia ingin menemani Reva terlebih lagi gadis itu habis disakiti oleh bajingan gila. Tapi pekerjaan yang sudah Davian abaikan selama 2 hari tidak bisa di tunda lagi, dia harus memurnikan paling tidak setengah dari ketidak seimbangan yang dimunculkan aura negatif.


Hah?!


"Kenapa gejolak mereka semakin hari semakin tak stabil?!" monolog Davian bernada setengah marah. Tidak yang itu, tidak yang ini! Kenapa selalu menguji batas kesabaran Davian. Rasanya jadi ingin meniadakan semuanya!


Oh ya... Davian harap bunga-bunga hitam—mantra mimpi buruk itu sampai kepada Josan; Davian ingin membuat perhitungan dengan lelaki itu. Bisa-bisanya dia berulah, Reva menangis hingga matanya bengkak.


Awas saja! Kau tak akan lolos begitu saja! Bajingan?!


Tch!


...***...


...T b c ......


...Jangan lupa klik like, vote, & comments......


...Terima kasih....


...Ketemu lagi nanti ......


...Bye ......

__ADS_1


...:3 ...


__ADS_2