Crazy Baby

Crazy Baby
Obat


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...____________________________...


...O b a t...


...____________________________...


...____________________...


...___________...


..._____...


..._...


"Josan! Lepaskan?!" pinta Reva kikuk. Tubuhnya seperti dililit kuat oleh Josan, ini benar-benar tak wajar; pikir Reva—mencoba melepaskan pelan kedua tangan sang kekasih. Tapi yang didapat Reva malah sebuah kekehan aneh, Reva melirik horor.

__ADS_1


Ada apa sebenarnya dengan Josan? batin gadis itu.


"Maafkan aku sayang~" bisik Josan tepat diantara daun telinga. Reva meremang. Geli! jerit dewi batinnya.


Tiba-tiba tangan milik lelaki yang memeluk Reva dari arah belakang itu terangkat cepat menuju arah mulut Reva.


"HA—! AP—?!" Kaget Reva. Kedua mata gadis itu membola sempurna ketika jemari Josan memasuki mulut Reva; memaksa benda itu untuk terbuka.


Tak tinggal diam diperlakukan kurang ajar Reva mencoba meloloskan diri meski usahanya nihil. Dengan memberontak, Josan malah mengeratkan lilitan tangannya di pinggang kecil milik Reva.


"LEPAS—!" pekik Reva. Jemari Josan rasanya hampir menyentuh kerongkongan gadis itu; Reva mual. Josan memicingkan mata, lelaki itu menyeringai ketika melihat kesempatan. Dia memutar paksa wajah Reva kesamping—kearah wajahnya. Dari balik ekor mata Reva melihat ada sebuah pil yang dijepit diantara gigi milik Josan. Entah sejak kapan ada benda itu, Reva tak tahu pasti yang jelas alarm bawah sadarnya tengah berbunyi. Situasi berbahaya! Firasatnya buruk.


Apa itu?! jerit Reva panik didalam hati.


"Tida—k MenjauH—!!!" tolak Reva. Josan mendekatkan bibirnya menuju mulut Reva yang terbuka, atau dibuka paksa oleh jemari tangannya? Ha-ha apapun itu. Josan menyambar cepat mulut Reva.


"HMMMPH!!!" Reva masih berusaha memberontak, dia menolak semua perlakuan Josan. Hal itu membuat Josan geram, tangan yang berada di pinggang terangkat menuju buah dada Reva.


Eh?


Reva membeku. Berwajah pucat menatap Josan sebelum gadis itu melayangkan tatapan penuh amarah.


Josan tersenyum girang, dia mencumbu bebas bibir Reva sembari berusaha membuat Reva menelan pil itu. Tangan lelakinya juga tak tinggal diam—meremas kuat buah dada gadis itu karena gemas.

__ADS_1


"EKOGH!"Reva tersedak, ada sesuatu melalui kerongkongannya secara paksa dan rasanya tidak enak. Sambil memukul-mukul Josan dengan tenaga perempuan miliknya akhirnya lelaki kurang ajar itu melepaskan Reva.


"UHUK! Uhuk!!!" batuk Reva. Benang-benang saliva terlihat menjuntai liar dimulut gadis itu, Josan berwajah puas.


Selama melakukan hubungan sehat, Josan tak pernah menyentuh Reva tapi untuk pertama kalinya menyentuh gadis itu ternyata rasanya—lumayan enak.


Josan menjilat bibir bawahnya. Reva yang masih terbatuk kuat mengangkat tangan ke mulut, memasukan jemari miliknya untuk memaksa muntah. Apapun yang ditelan gadis itu; pasti bukan pertanda baik.


Meski usaha Reva berakhir sia-sia. Hanya cairan bening yang keluar dari mulutnya. Reva mengalihkan pandangan cepat, menatap wajah? Bajingan milik lelaki didepannya yang terlihat puas—setelah melecehkan seseorang? Biadab.


"APA YANG KAU LAKUKAN JOSAN?!" teriak Reva lantang. Menatap bengis lelaki bernama Josan tersebut.


"Hehe..." kekeh Josan terdengar menyebalkan di kedua telinga Reva. Gadis itu menggeram penuh amarah, rasanya ingin sekali mencabik wajah pria didepannya. SIALAN!


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, & comments......


...Terima kasih....


...Ketemu lagi nanti......

__ADS_1


...Bye...


...:3...


__ADS_2