Crazy Baby

Crazy Baby
Penjemputan Sang Ratu


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...____________________________________...


...P e n j e m p u t a n - S a n g - R a t u...


..._____________________________________...


..._________________________...


..._____________...


..._____...


..._...


"Dilarang melakukan pertengkaran antar saudara." sela sang kakek yang tiba-tiba muncul di antara kedua cucunya.Terdengar Davian berdecih tak senang. Gedion terkekeh jenaka lalu mengacak-acak surai rambut si bungsu, Davian menyentak—bergerak menjauhi makhluk narsis itu.


"Jarang sekali kau datang kesini Gedion, ada masalah apa?" ujar sang kakek langsung ke intinya. Pemilik nama; Gedion melirik. Ia menyudahi sikap usil kepada adiknya lalu menatap santai wajah sang kakek, kepala keluarga utama. Sang pemimpin mutlak. Sembari memasukkan tangan kedalam saku celananya Gedion berucap.

__ADS_1


"Daerah barat dan selatan, jumlah aura negatif meningkat kakek..." ucapnya. Davian yang mendengar itu menaruh minat pada tutur kata sang kakak, lelaki bermanik hazel itu ikut buka suara.


"Bagian kota juga, lonjakan aneh aura negatif tingkat 1 dan 2 sangat drastis... mereka berkeliaran dimana-mana."


Satu-satunya kakek tua disini terdiam, seolah tengah memikirkan sesuatu didalam kepala. Lelaki itu tampak serius; ada gambaran kasar perihal situasi aneh yang sedang terjadi saat ini tapi ia enggan mengutarakan isi pikirannya pada sang cucu. Keterdiaman lelaki tua itu membuat Gedion kembali menggerakan bibirnya yang sejenak terkunci.


"Penjemputan sang ratu..." ucap lelaki berstatus kakak tertua Davian. Hal itu menarik seluruh pandangan menuju kearah Gedion, baik Davian maupun sang kakek—mereka menatap lekat dengan manik hazelnya.


"Diluar dugaan kau tahu ternyata..." tanggapi sang kakek. Mungkin satu-satunya yang tidak mengerti disini adalah Davian, itu terlihat dari wajah kebingungan yang di tunjukan olehnya.


"Apa itu?" sela Davian polos. Gedion menarik cepat sudut bibirnya, dia merasa senang saat sifat lugu sang adik muncul. Lelaki itu mendekati si bungsu lalu merangkulnya.


"Pengantin raja Demon~" bisik Gedion setengah menggoda. Davian meremang geli; cepat-cepat lelaki bermanik hazel itu meloloskan diri dari lilitan tangan Gedion.


"Hahaha!" Gedion tertawa nyaring. Tingkah lucu si bungsu selalu bisa menghiburnya.


Hah~


"Davian..." panggil sang kakek, Davian menoleh.


"Peristiwa itu hanya diceritakan karena tidak ada yang percaya... tapi jika memang saat ini raja Demon tengah berusaha menjemput pengantinnya, mungkin situasi di bumi akan sangat kacau..." terang kakek tua itu.


Kening Davian mengerut, apa maksudnya? Lantas kenapa Gedion tahu?


"Karena aku berbeda dengan mu..." bisik Gedion tiba-tiba seolah kalimat itu menjawab isi pikiran Davian.

__ADS_1


Davian berwajah masam, pipinya menggembung. Ditatapnya sang kakek, Gedion tebak si bungsu keluarganya ini ingin mengadu ke lelaki tua itu. Dasar manja!


Bayi kesayangan. |


"Ya, itu saja yang ingin saya laporkan kek." putus Gedion cepat-cepat, lebih baik dia menjauh sebelum di beri hukuman oleh sang kakek gara-gara terlalu menggoda adiknya.


"Begitu 'kah... baiklah, aku akan minta keluarga cabang nanti untuk menyelidiki." Kakek tua itu mengangguk.


Gedion tersenyum.


"Saya pamit undur diri jika begitu~" ucap Gedion bersama hilangnya tubuh di lahap oleh api hitam kekuatannya.


Wush~


...***...


...T b c ......


...Jangan lupa like, vote, dan comments......


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti......


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2