Crazy Baby

Crazy Baby
Cinta


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi/karangan, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


..._______________________________...


...C i n t a...


..._______________________________...


..._____________________...


...____________...


..._______...


...___...


..._...


"Apa yang kau ucapkan?" tutur Davian bernada tanya dengan sorot mata tajam. Perasaan tak suka makin menyelubungi jiwanya, Gabriel yang melihat reaksi di luar perkiraan mengernyitkan kening dari balik tudung.


Apa-apaan wajah membunuh itu? Batin Gabriel penasaran.

__ADS_1


Bukannya kau sedang mencari cara agar bisa melepaskan ikatan takdir dengan Reva, anak ku?


Davian diam, dia tak menyangkal. Dari awal hal itu memang tujuannya. Entah siapa yang dengan tega mengikat mereka menjadi pasangan, jika Davian tahu—dia ingin sekali mengutuk seseorang atau sesuatu itu. Persetan dengan takdir!


Aku memang tidak punya masalah dengan siapa Reva berpasangan, anak ku itu juga tidak terlalu memikirkan garis takdir-nya. Tapi aku tidak tahan, jika melihat dia menderita— ucap Gabriel melirik bengis kearah Davian. Perlu waktu dan usaha memasuki dunia manusia kembali setelah izin Gabriel dicabut oleh sang Kehendak. Awalnya makhluk itu hanya menyaksikan, dalam diam; semua yang terjadi pada Reva. Tapi lama kelamaan Gabriel merasa terusik. Setelah Reva terikat takdir dengan Davian, Gabriel akhirnya bisa berkunjung dan melihat dari dekat sosok Reva. Satu-satunya karunia yang dimiliki Gabriel sang penjaga.


Dengar. Jika kau memang segitunya tidak suka dengan anak ku—hingga berprilaku kasar dan berani menamparnya, aku akan dengan senang hati membantu mu untuk berpisah. Ujar Gabriel. Lentera yang dibawanya semakin redup. Kegelapan yang sedari awal mengisi setiap sudut ruangan menjadi pekat; gulita.


Kau tahu, bagaimana bisa kau berakhir disini? tanya Gabriel. Davian tak mengerti, atmosfer yang dia rasakan lama-lama menjadi berat. Yang Davian ingat dia tiba-tiba terbangun dalam ruangan gelap ini.


Kau mencoba ritual pemisahan ikatan dengan anak ku. |


DEG!


Davian mengangkat cepat tangannya menuju dada, meremas kuat pakaian yang dia kenakan saat itu. Jantung lelaki bermanik hazel ini terasa sakit—serentetan peristiwa tumpang tindih memasuki kepalanya. Apa itu?


"Argh!" Davian meringis, sakit! Jeritnya dalam hati. Tubuh lelaki itu bergetar, napasnya putus-putus dengan ritme cepat.


Hosh! Hosh! Hosh!


Bagaimana bisa, aku menjadi B U A S ?


Davian mendongak, dia menatap Gabriel. Semua ingatan yang muncul menjelaskan situasi lelaki itu. Saat ini dia terkurung dalam ruangan semu milik sang kakek karena sudah membuat keonaran seperti serigala liar yang tengah memasuki periode gelombang panas; musim kawin, meski begitu Davian tak mengerti bagaimana caranya Gabriel bisa menerobos masuk ruangan ini.


Davian menelan ludah susah payah. Hatinya menciut.


"Tidak, aku tidak bermaksud—" ucap Davian tiba-tiba. Gabriel yang memilih bungkam melihat ekspresi tak stabil Davian kembali muncul, lelaki itu kehilangan kontrol mentalnya lagi.

__ADS_1


"Aku, aku hanya... hanya tidak ingin Reva—menderita?"


Jika Reva bersama ku, dia hanya akan mendapat masalah.


Dia tak akan bisa tersenyum seperti kehidupannya yang dulu.


Dia hanya akan terjebak dalam lingkaran setan yang membuatku ingin bersikap serakah.


Jika dilanjutkan, mungkin saja aku akan menjeratnya kuat dengan rantai milik ku.


"Makanya aku ingin berpisah, demi kebaikannya. Karena aku—?"


Kau mencintainya. Sela Gabriel datar.


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, & comments......


...(Semoga kalian suka)...


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti......


...Bye...

__ADS_1


...:3...


__ADS_2