Crazy Baby

Crazy Baby
Tanpa Sadar


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


..._______________________________...


...T a n p a - S a d a r...


..._______________________________...


..._______________________...


..._______________...


..._________...


...____...


..._...


"Eh? Apa?" beo Reva, tak jelas mendengar perkataan Davian. Gadis itu menoleh—menatap wajah kemerahan milik lelaki disampingnya itu.


"Hah!" terdengar kembali hela napas gusar. Davian melirik dari balik ekor matanya. Mulut lelaki bermanik hazel itu terbuka pelan, sepatah kata muncul dari sana.


"Pulang," ucap Davian; masih enggan menatap penuh wajah Reva. Reva mengerutkan kening, sebelah alisnya terangkat.

__ADS_1


Melihat raut muka tak paham gadis disampingnya ini, Davian memilih mengangkat sebelah tangan seraya menjentikkan jemarinya. Tak! Kedua makhluk itu tertelan dalam ruang dimensi. Melakukan perjalanan jalur teleportasi.


"Aku lelah, kita pulang..." ucap Davian lagi. Kali ini Reva mengerti maksud perkataan Davian, Reva mengangguk—belum beberapa menit mereka sudah sampai di kediaman gadis bermanik kelam; Reva.


Teras rumah dengan bangunan sederhana terlihat memenuhi indra penglihatan, Reva berbalik. Berniat memberi salam perpisahan untuk Davian tapi hal yang tak disangka-sangka malah terjadi. Davian dengan tampang masa bodoh atau tidak tahu apa-apa—berjalan santai mendahului Reva menuju rumah. Kumpulan tanda tanya menggantung dalam benak Reva, gadis itu menggerakkan kakinya; menyusuli Davian yang sudah ingin menyentuh hendel pintu.


"Kau ingin mampir Davian?" tanya Reva penasaran. Davian diam, tangan yang sudah ada di kenop pintu merasakan kalau benda itu terkunci. Lelaki bermanik hazel didepan Reva ini menggerakan sedikit aura hitam kekuatannya untuk membuka paksa pintu rumah Reva.


Brak!


Hah?


"Apa yang kau lakukan!?! Aku punya sesuatu yang disebut kunci Davian!" pekik Reva. Gadis itu mendekat panik menuju pintu rumahnya. Menatap liar bagian kenop pintu, ah~ Rusak... keluh Reva putus asa. Sedang pelaku perusakan pintu rumah Reva malah melenggangkan kaki santai masuk kedalam kediaman Reva.


Reva yang melihat tindakan Davian tersebut kehabisan kata-kata, gadis itu lemas—mengiringi langkah Davian masuk.


"Bisa buatkan aku coklat panas seperti tadi pagi?" seru Davian bernada tanya. Lelaki pemilik hazel itu melepas alas kakinya lalu berjalan kearah dapur. Beda cerita dengan Reva, gadis itu menutup kembali pintu lalu menguncinya dengan kuncian terpisah dan meletakan sepatu miliknya juga Davian keatas rak sepatu.


Tanpa pikir panjang tubuh Reva bergerak mengambil semua hal yang diperlukan.


"Jarang-jarang kau mau mampir Davian," ucap Reva basa-basi. Seakan-akan mereka sudah terbiasa dengan rutinitas semacam ini, atmosfer sekitar terasa ringan. Davian mengetuk jari telunjuknya pada permukaan meja dengan mata yang berfokus kesana.


"Ku bilang 'kan tadi lelah... makanya ingin pulang." jawab Davian tanpa sadar. Tangan pekerja Reva tiba-tiba terdiam, dirinya sedikit tersentak mendengar penuturan lelaki bermental abnormal itu.


"Owh..." tanggap Reva.


"Jadi setelah coklat panas kau akan pulang?" ujar Reva salah tangkap. Davian menghentikan ketukkan jarinya, terjadi keheningan beberapa saat.


"Bukannya ini rumah ku juga?"

__ADS_1


Deg~


Reva mematung, apa telinganya salah dengar. Gadis itu berbalik. Menatap Davian yang masih diposisi sama seperti sebelumnya.


"Ten...tu?" tutur Reva bingung harus menanggapi Davian bagaimana.


"Kau bisa tinggal selama yang kau mau,"


"SUNGGUH!" sanggah Davian tiba-tiba. Lelaki itu bersemangat, mengubah posisinya dengan manik berbinar—menatap Reva sampai akhirnya sadar akan sesuatu.


Tidak.


Tunggu?


Ada yang salah.


"Apa yang baru saja ku bicarakan?" tanya Davian horor. Tak percaya dengan lidahnya.


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, & comments......


...Terima kasih,...


...(Semoga suka)...


...Ketemu lagi nanti......

__ADS_1


...Bye......


...:3...


__ADS_2