Crazy Baby

Crazy Baby
Alasan


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi / karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apa pun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Sebagai wujud apresiasi terhadap penulis "klik" vote, like dan comment di akhir cerita, juga bagikan ke teman-teman kalian....


...Terima kasih,...


...Selamat membaca....


... ...


...______________________________...


 


...A l a s a n...


...______________________________...


...____________________...


..._____________...


..._________...


..._____...


...___...


..._...


Reva menatap datar. Gelas hangat tepat berada dikedua telapak tangannya. Rambut gadis itu lepek. Bajunya basah hingga dalaman. Duduk di halte bus sambil menatap lurus kedepan.


Berbanding terbalik dengan sosok Davian. Argh~ Haruskah diberitahu? Lelaki yang biasanya bersikap angkuh itu... huh! Tengah bermain dengan kubangan air. Tepat didepan Reva.


Berkat lelaki itu Reva kehujanan. Dia tiba-tiba datang dan meminta mengikutinya; Reva pikir ada urusan apa. Dengan pedenya Reva menganggap Davian akan mengunakan kemampuan perpindahannya, yang terjadi malah sebaliknya. Reva disuruh berjalan bersama dibawah hujan lebat. Melangkah tanpa tentu arah.


Enak didia karena menggunakan jas hujan.


Yeah~

__ADS_1


Setidaknya Davian akhirnya berhenti, dekat halte tua dibagian sebelum lereng bukit. Dan memberikannya cangkir berisi coklat panas sebelum Reva membeku. Dia memindahkan benda mati ini dengan mudah, tapi mempersulit hidup Reva karena tingkah anehnya.


Pft!


Davian benar-benar unik.


Senyum mengembang diwajah Reva. Dia menatap pasangannya menurut hukum astral atau apapun itu dengan hati tenang. Ya meski beberapa kelakuan Davian itu biadab.


Tap...


Tap...


Reva melihat, Davian melangkah menuju halte—tempat dia berada. Lelaki itu melepaskan jas hujan miliknya, meletakkannya disisi paling ujung tempat duduk. Davian ikut duduk disamping Reva. Jentikan jari tangan terdengar, benda hitam muncul; mengeluarkan sesuatu. Cara yang sama ketika dia memunculkan secangkir coklat panas untuk Reva. Aroma susu tercium di hidung Reva. Gadis itu menilik.


Davian meminumnya hikamat.


Entah kenapa... rasanya kemampuan Davian labih mirip sihir praktis ketimbang kekuatan supranatural.


"Jangan menatap ku!" Dengus Davian kesal. Reva mengangkat kedua bahu, tanda acuh. Memalingkan pandangan ketempat Davian bermain tadi.


"Kau cukup kekanakkan juga..." ucap Reva tanpa sadar. Perutnya terasa geli mengingat setiap gerakan aneh yang dilakukan Davian di tengah hujan dengan lumpur-lumpur itu.


Davian mendengus. Menyeruput susu putih miliknya yang masih hangat.


"Gerakan ritual itu terlihat kekanakkan," sambungnya.


Hah?


Reva cepat-cepat melarikan pandangan ketika Davian ingin membalas tatapan Reva. Wajah Reva sedikit memerah, dia merasa malu menganggap sosok angkuh ini memiliki sisi imut.


Sialan~


Reva tertipu.


Dia melihat kubangan tempat Davian sebelumnya. Lagi. Reva baru menyadari sesuatu. Itu membentuk sebuah pola.


Pola apa itu?


"Apa itu?" Tanya Reva penasaran.

__ADS_1


Davian meletakkan cangkirnya. Benda didalam situ sudah habis tidak tersisa. Tangannya terangkat membersihkan sudut bibir—pelan.


"Titik pembaharuan.. " jawab Davian. Reva ingin meminta penjelasan lanjutan tapi sepertinya pemilik hazel ini enggan membuka mulutnya lagi. Hah~ lupakan. Rasa penasaran tidak menguntungkan mu Reva, kecam batinnya.


"Lalu apa alasan mu meminta aku mengikuti mu?" Reva memilih pertanyaan lain. Semoga saja yang satu ini Davian sudi menjawabnya.


"Aku menemukan caranya..." ujar Davian gantung.


Apa? Cara apa?


Reva termenung, kepalanya bekerja keras untuk memecahkan maksud ucapan sang pemilik hazel ini.


"Tapi menurut naskah kuno—"


Ah! Reva tahu. Maksudnya cara memutuskan—hubungan ini kan?


Eh?


"—perlu pengorbanan..."


"Apa maksud mu? Kita perlu menumbalkan sesuatu?" Beo Reva spontan.


"Yups~"


Reva terdiam. Menyimak dengan baik semampunya.


"Tapi aku tidak tahu pasti, jenis pengorbanan seperti apa yang dimaksud—mungkin saja nyawa seseorang?"


Maaf?!


Apa!


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa Vote, Like dan comments-nya......


...Terima kasih,...

__ADS_1


...Bye...


...:3...


__ADS_2