Crazy Baby

Crazy Baby
Si Penggoda


__ADS_3

...Cerita bersifat fiksi atau karangan saja, jika terdapat kesamaan dalam bentuk apapun—mungkin karena ketidak sengajaan semata....


...Jangan lupa klik like, vote, dan comments diakhir cerita sebagai wujud apresiasi terhadap karya penulis....


...Terima kasih,...


...selamat membaca....


...______________________________...


...S i - P e n g g o d a...


..._____________________________...


...____________________...


..._____________...


...______...


..._...


Josan mengepalkan tangan. Rahangnya mengeras, lelaki itu berwajah dingin. Apa-apaan itu! Apa yang baru saja dia dengar. Terasa mustahil tapi Josan terlanjur ditelan amarah.


Lebih berminggu-minggu dirinya tak bersama Reva, gadis itu sering menghilang atau kabur-kaburan darinya. Josan geram, rumor yang beredar jadi mudah di-mamah* oleh otak lelaki itu perihal Reva. Tak terasa meraka berada di akhir bulan sebelum acara kelulusan.


Tring!!!


Ringtone nyaring mengejutkan Reva, gadis itu menoleh cepat. Benda dengan layar pipih di sudut meja belajarnya menyala, nama Josan tertera disana. Jarang-jarang Josan menelpon belakangan ini, Reva juga sering menghindari lelaki itu. Bukannya apa-apa; mereka yang berada di tahun ke tiga semester akhir atau tepatnya mendekati waktu kelulusan perlu menjaga jarak. Gadis itu berharap mereka mendapat hasil yang baik usai ujian kelulusan nanti. Itu niatnya sebenarnya.


Tut...

__ADS_1


Sambungan telepon terhubung ketika Reva memilih menarik ikon hijau dilayar handphone miliknya.


"Halo?" sapa gadis itu tapi tidak mendapat jawaban selain deru napas berat dari seberang sana. Kening Reva terangkat, ada apa dengan kekasihnya itu.


"Josan?" panggil Reva lagi. Ada suara aneh disana.


"—PEnGGod-A."


"Apa?" beo Reva, tak mendengar jelas.


"Tidak apa-apa sayang~" sahut Josan tiba-tiba. Reva mengerutkan kening, ingin merasa penasaran dengan kejadian tadi tapi sepertinya Josan sudah kembali normal. Syukurlah~


"Reva?" seru Josan memanggil nama gadis itu. Reva berdehem seraya mengangguk kecil.


"Setelah upacara kelulusan, mau ikut dengan ku?" tanya Josan. Reva terdiam, otaknya mencoba mencerna ajakan Josan sebelum memberi keputusan.


"Aku punya kejutan..."


"Okay~ sampai bertemu di hari itu..." sahut Josan di seberang sana bersama suara sambungan telepon yang diputus sepihak.


Lagi-lagi Reva mengerutkan alis; bingung. Dia menatap layar handphone ditangannya—panggilan Josan terputus sepenuhnya. Tak ingin ambil pusing Reva mengembalikan benda itu ketempat semula; tanpa menyadari sesuatu.


Sesuatu yang mungkin saja akan mengubah cara pandangnya terhadap dunia.


...***...


"Josan? Untuk apa kita ke Gudang sekolah?" tanya Reva penasaran. Gadis itu menatap liar sekitar. Bangunan terbengkalai di depannya terlihat menyeramkan, seumur-umur Reva baru pertama kali menjejakkan kaki kesini. Ia menelan saliva susah payah.


Pandangan gadis itu berpindah kearah punggung berbalut jas kelulusan lelaki didepannya—Josan. Tangan Reva terangkat, ingin menggapai lelaki itu tapi sayang tertahan ketika Josan lebih dahulu memasuki pintu gudang. Kenapa ruangan itu tidak di kunci? batin Reva menerka-nerka. Hal janggal apa ini? Firasatnya buruk.


Ragu, Reva menyusuli Josan. Disentuhnya kenop pintu yang terasa dingin juga berkarat.

__ADS_1


"Josan?" seru Reva. Mengintip setengah badan dari arah pintu. Ruangan didalam gudang begitu gelap dan berdebu, aromanya lembap. Reva melihat sosok Josan di ujung sana. Mencoba berani Reva memasuki ruangan dengan pencahayaan remang tersebut.


"Kemarilah sayang..." pinta Josan sambil merentangkan kedua tangannya; mengisyaratkan Reva untuk masuk kedalam pelukan lelaki itu.


Entah kenapa rasanya mencekam. Insting Reva seperti berucap 'JANGAN!' tepat di pusat kewarasannya, alhasil Reva hanya mampu mematung; menatap Josan dari kejauhan sampai tiba-tiba—


BLAM!


Suara daun pintu diempaskan kuat, Reva tersentak kuat. Gadis itu menoleh cepat kearah pintu masuk satu-satunya. Benda yang tak pernah Reva tutup karena keraguan, kini sudah tertutup Rapat. Atau mungkin terkunci?


Reva tergerak, dia ingin menggapai kenop pintu berkarat itu lagi tapi?


Hap!


Terlambat. Pelukan dari arah belakang memenjarakan tubuh Reva, pelakunya tidak lain dan tidak buka; adalah J O S A N.


"Penggoda..." |


...***...


...Tbc......


...Jangan lupa like, vote, dan comments......


...Terima kasih,...


...ketemu lagi nanti......


...Bye......


...:3...

__ADS_1


__ADS_2